NEWBORN
16 Maret 2018

Mengenal Plasenta Bayi dan Manfaatnya Bagi Janin Dalam Rahim

Benarkah saudara kembar si jabang bayi ini bisa disimpan?
Artikel ditulis oleh (ade.ryani)
Disunting oleh (ade.ryani)

Plasenta atau lebih dikenal dengan nama ari-ari dipercaya sebagian masyarakat kita sebagai saudara kembar si jabang bayi.

Tentu Moms juga pernah mendengar ada semacam kepercayaan tertentu bahwasanya ada hubungan 'gaib' antara si jabang bayi dengan plasentanya.

Tak heran, plasenta diperlakukan secara baik, bahkan dilakukan berbagai macam ritual yang tidak ada kaitannya dengan agama. Biasanya para orang tua atau pihak keluarga akan menguburkan plasenta dengan berbagai ritual khas.

Padahal, sebenarnya tidak masalah apabila plasenta tersebut dibuang begitu saja. Tetapi, sebagai pencegahan terjadinya penyalahgunaan plasenta, maka sebaiknya plasenta ini dikuburkan.

Namun, belakangan diketahui bahwa plasenta popular untuk disimpan karena mengandung banyak stem cell (sel induk) yang diyakini dapat menyembuhkan berbagai penyakit bayi dan keluarganya, seperti penyakit kelainan darah dan beberapa jenis kanker.

Baca Juga : Hati-Hati, Ibu Memakan Plasenta Bisa Membuat Bayi Sakit!

Sebenarnya apa itu plasenta?

Plasenta merupakan sebuah perantara yang tumbuh seiring dengan berkembangnya janin yang tumbuh dalam rahim ibu. Plasenta yang selama 9 bulan lebih menopang dan menemani kehidupan janin selama dalam perut ibu akan keluar bersamaan dengan lahirnya bayi.

Plasenta terdiri dari 200 lebih pembuluh dan vena halus, berbentuk mirip gumpalan hati mentah. Permukaan maternal yang menempel pada rahim, tampak kasar dan berongga. Warnanya merah tua dan terbagi dalam 15-20 tonjolan cotyledon, yang merupakan villi atau tonjolan berbentuk jari.

Permukaan fetus amat lembut, dengan tali pusar biasanya terdapat di bagian tengah. Bila tali pusar di bagian pinggir disebut battledore plasenta. Plasenta yang sudah dewasa, berbentuk seperti piringan datar.

Beratnya sekitar 500 gram, diameternya 20 cm (8 inci) tebal bagian tengahnya 2,5 cm (1 inci). Ukuran dan berat plasenta disesuaikan dengan ukuran janin. Plasenta biasanya berada pada bagian atas rahim, tapi bila terdapat di bagian bawah, maka disebut Plasenta Previa.

Baca Juga : Bahayakah Placenta Previa Selama Kehamilan?

Plasenta terbentuk sejak usia kehamilan memasuki minggu pertama. Plasenta berfungsi mengantarkan zat-zat yang dibutuhkkan janin seperti O2, darah ibu, sampai nutrisi-nutrisi bagi proses tumbuh kembang janin sejak minggu pertama sampai tiba saat lahir.

Serta membantu membuang zat-zat sampah dari tubuh seperti karbondioksida dan urine. Plasenta akan ibu keluarkan pada tahap 3 persalinan.

(NIA)

Artikel Terkait