KESEHATAN
19 Januari 2020

Mengenal Sexually Transmitted Diseases (STD), Ini Gejala dan Pencegahannya!

Kenali gejala dan pencegahan penyakit menular seksual yang bisa menyerang pria dan wanita

Sumber: pixabay.com

Artikel ditulis oleh Sabrina
Disunting oleh Dina Vionetta

Sexually transmitted diseases (STD) atau penyakit menular seksual (PMS) adalah infeksi yang ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak seksual.

Penyebab PMS dilansir dari MedLinePlus, meliputi bakteri, parasit dan virus. Adapun jenis-jenis PMS, termasuk chlamydia, gonore, HIV/AIDS, HPV, sipilis, trikomoniasis.

Penyakit menular seksual ini bisa memengaruhi pria dan wanita. Tetapi, kebanyakan kasus masalah kesehatan yang ditimbulkannya lebih parah pada wanita.

Jika wanita hamil menderita sexually transmitted diseases, penyakit ini dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius bagi bayi.

Apabila PMS disebabkan oleh bakteri atau parasit, kondisi ini masih bisa diobati dengan antibiotik. Sementara itu, PMS akibat virus masih belum ada obatnya.

Baca Juga: Waspada Selalu, Ini Penjelasan Penyakit Gonore dan Dampaknya pada Kesuburan Pria

Namun, konsumsi obat yang diresepkan mungkin bisa menekan gejalanya. Adapun gejala-gejala penyakit menular seksual pada pria dan wanita seperti yang dilansir dari Centers of Disease Control and Prevention, antara lain:

Gejala Sexually Transmitted Diseases pada Pria dan Wanita

Mengenal Sexually Transmitted Diseases (STD)

Foto: pixabay.com

Gejala pada Pria

Beberapa pria yang tertular PMS mungkin tidak mengalami gejala. Tetapi, beberapa infeksi menular seksual bisa menimbulkan gejala jelas. Pada pria, gejala umumnya termasuk:

  1. Rasa sakit atau ketidaknyamanan saat berhubungan seks atau buang air kecil
  2. Luka, benjolan atau ruam di sekitar penis, testis, anus, bokong, paha atau mulut
  3. Pendarahan dari penis
  4. Testis yang menyakitkan atau bengkak

Gejala pada Wanita

Dalam banyak kasus, sexually transmitted diseases tidak menyebabkan gejala yang nyata. Namun, gejala umum PMS pada wanita termasuk:

  1. Rasa sakit atau ketidaknyamanan saat berhubungan seks atau buang air kecil
  2. Luka, benjolan, atau ruam pada atau di sekitar vagina, anus, bokong, paha atau mulut
  3. Keputihan atau pendarahan yang tidak biasa dari vagina
  4. Gatal di dalam atau di sekitar vagina

Baca Juga: Merasa Sakit Saat Sedang Berhubungan Seks? Hati-hati Bahaya 5 Penyakit Ini

Pencegahan Sexually Transmitted Diseases

Mengenal Sexually Transmitted Diseases (STD)

Foto: pixabay.com

Melansir dari Mayo Clinic, ada beberapa cara untuk menghindari atau mengurangi risiko penyakit menular seksual (PMS) atau sexually transmitted diseases (STD).

  1. Tidak berhubungan seksual dan setiap pada pasangan yang tidak terinfeksi
  2. Uji kesehatan, hindari hubungan seks vaginal dan anal dengan pasangan sampai Moms dan Dads melakukan tes untuk IMS.
  3. Vaksin, vaksinasi dini sebelum hubungan seksual juga efektif dalam mencegah jenis IMS tertentu.
  4. Memakai kondom setiap berhubungan seks, kondom yang terbuat dari membran alami tidak direkomendasikan karena tidak efektif mencegah IMS. Lebih baik gunakan kondom lateks saat hubungan seks.
  5. Komunikasi, perlu adanya komunikasi dengan pasangan sebelum berhubungan seksual. Pastikan Moms dan Dads menentukan aktivitas seksual yang disepakati bersama.
  6. Pertimbangkan profilaksis (PrEP), FDA telah menyetujui penggunaan kombinasi obat emtricitabine plus tenofovir disoproxil fumarate (Truvada) dan emtricitabine plus tenofovir alafenamide (Descovy) untuk mengurangi risiko infeksi HIV yang ditularkan secara seksual pada orang yang berisiko sangat tinggi.

Itulah penjelasan mengenai sexually transmitted diseases atau penyakit menular seksual. Jagalah selalu kesehatan seksual Moms dan Dads agar terhindar dari penyakit-penyakit tersebut, ya.

Baca Juga: 5 Cara Memberitahukan Penyakit Menular Seksual Kita Kepada Pasangan dengan Baik-Baik

Artikel Terkait