DI ATAS 5 TAHUN
13 Juni 2020

Mengenal Sindrom PANDAS Pada Anak: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Salah satu penyebab OCD pada anak yang jarang diketahui
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Wina Andria
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Bicara soal gangguan obsesif kompulsif atau sering disebut dengan OCD, tak banyak orang yang tahu hubungannya dengan sindrom PANDAS pada anak.

Menurut penjelasan dari National Institute of Mental Health, PANDAS adalah singkatan dari Pediatric Autoimmune Neuropsychiatric Disorders Associated with Streptococcal Infections, yang bisa diterjemahkan menjadi gangguan autoimun neuropsikiatrik yang berhubungan dengan infeksi Streptococcus pada anak.

Sindrom PANDAS biasanya muncul pada anak berusia 3-12 tahun yang pernah mengalami infeksi Streptococcus, serta menyebabkan perubahan drastis secara mendadak pada kepribadian, perilaku, dan gerakan anak.

Lalu seperti apa sebenarnya hubungan antara autoimun, infeksi Streptococcus, dan OCD? Simak penjelasan berikut untuk tahu lebih banyak ya, Moms.

Penyebab Sindrom PANDAS

Mengenal Sindrom PANDAS Pada Anak Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya 1.jpg

Foto: Stanfordchildrens.org

Sindrom PANDAS pada anak dimulai dari infeksi bakteri Streptococcus, yang selama ini diketahui menyebabkan gejala ringan seperti radang tenggorokan dan infeksi kulit ringan, hingga masalah kesehatan yang lebih serius seperti infeksi strep dan demam scarlet.

Meski butuh penelitian lebih lanjut, sindrom PANDAS diduga terjadi akibat kesalahan respon sistem imun saat menghadapi bakteri Streptococcus yang masuk ke dalam tubuh. Akibatnya, antibodi menyerang area otak yang disebut dengan basal ganglia dan menyebabkan gejala neuropsikiatrik.

Diketahui pula kalau infeksi lain seperti penyakit lyme, mononukleosis, mikoplasma (pneumonia berjalan), dan flu H1N1 juga bisa memicu gejala neuropsikiatrik akibat reaksi autoimun yang dikenal dengan sindrom PANS.

Baca Juga: Benarkah Sindrom Anak Tengah Membuat Si Kecil Sering Berulah?

Gejala Sindrom PANDAS

Mengenal Sindrom PANDAS Pada Anak Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya 2.jpg

Foto: Deccanherald.com

Berbeda dengan gejala OCD pada umumnya yang muncul secara perlahan dan bertahap, gejala sindrom PANDAS pada anak muncul secara mendadak dan dengan cepat menjadi lebih parah.

Seperti dikutip dari laman International OCD Foundation, gejala sindrom PANDAS biasanya muncul dalam kurun waktu 4-6 minggu setelah anak terkena infeksi Streptococcus.

Selain ditandai dengan munculnya gejala OCD dan sindrom tourette secara mendadak, juga diikuti dengan gejala lain seperti:

  • Separation anxiety dan serangan panik parah.
  • Halusinasi visual atau auditori.
  • Kemunduran emosional dan perkembangan.
  • Depresi dan pikiran bunuh diri.
  • Tic dan gerakan fisik abnormal.
  • Kemunduran kemampuan menulis dan motorik halus.
  • Gangguan ingatan dan gangguan tidur.
  • Hiperaktivitas atau masalah konsentrasi.

Tidak semua anak penderita sindrom PANDAS mengalami semua gejala secara bersamaan, tapi umumnya menunjukkan kombinasi beberapa gejala fisik dan psikiatrik seperti di atas.

Baca Juga: Meski Imut, Dagu Kecil Pada Bayi Bisa Jadi Ciri Sindrom Pierre Robin

Pengobatan Sindrom PANDAS

Mengenal Sindrom PANDAS Pada Anak Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya 3.jpg

Foto. Medscape.com

Pengobatan sindrom PANDAS pada anak biasanya dilakukan untuk gejala fisik maupun psikiatrik, yang dimulai dengan pemberian antibiotik untuk memastikan infeksi bakteri Streptococcus sembuh sepenuhnya dan tidak berulang.

Pada tahap ini, anggota keluarga lain juga perlu di tes untuk infeksi Streptococcus, tidak bergantian dalam menggunakan peralatan makan, juga mengganti sikat gigi dengan yang baru.

Setelah itu gejala psikiatrik akan ditangani dengan terapi perilaku kognitif dan pemberian obat tertentu. Pada kasus yang parah, Si Kecil mungkin harus menjalani pertukaran plasma darah untuk menyingkirkan antibodi abnormal dari tubuh.

Jika tak segera diatasi hingga tuntas, gejala fisik dan psikiatrik dari sindrom PANDAS bisa bertambah parah dan menyebabkan kerusakan kognitif permanen. Pada beberapa kasus, anak juga bisa mengalami kondisi autoimun kronis.

Baca Juga: Sindrom Pica, Gangguan Makan Aneh Yang Sering Terjadi Pada Balita

Cara terbaik untuk mencegah sindrom PANDAS pada anak adalah segera mengatasi infeksi Streptococcus dengan pemberian antibiotik sesuai resep dokter hingga tuntas. Moms juga perlu membiasakan anak untuk tidak berbagai peralatan makan, sikat gigi, maupun makanan dan minuman untuk memperkecil resiko terkena infeksi Strep.

Menurut Moms, adakah cara lain yang perlu dilakukan supaya Si Kecil tidak rentan terkena penyakit menular?

Artikel Terkait