KESEHATAN
8 November 2019

Mengenal Sindrom Patah Hati, Kelainan Jantung yang Bisa Sebabkan Kematian

Sindrom patah hati ini banyak menyerang wanita.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Dina Vionetta

Sindrom Patah Hati merupakan kondisi masalah jantung sementara yang seringkali disebabkan oleh situasi-situasi penuh tekanan, salah satunya seperti kematian orang yang dicintai atau kondisi yang stres.

Moms pasti pernah merasakan putus cinta. Ya, saat suatu hubungan berakhir, kita pastinya akan merasakan sakit. Bahkan, terkadang terasa nyeri di dada sebagai penggambaran dari putus cinta.

Di sini, Sindrom Patah Hati atau Broken Heart Syndrome menyebabkan gangguan sementara pada fungsi pemompaan jantung normal.

Bahkan, seperti yang dilansir dari medicalnewstoday.com, penelitian terbaru menemukan bahwa orang yang mengalami syok kardiogenik sebagai komplikasi sindrom patah hati memiliki risiko kematian yang meningkat, baik jangka pendek maupun dalam tahun-tahun berikutnya.

Baca Juga: Mengetahui 4 Langkah Pertolongan Pertama pada Penyakit Jantung

Sindrom Patah Hati yang Banyak Menyerang Wanita

Mengenal Sindrom Patah Hati, Kelainan Jantung yang Bisa Sebabkan Kematian 01.jpg

Foto: thehealthy.com

Sindrom Patah Hati secara teknis disebut kardiomiopati takotsubo. Bahkan, penyakit jantung ini banyak menyerang wanita.

"Wanita cenderung memiliki penyakit jantung tanpa penyumbatan di arteri besar," kata Holly Andersen, MD, Direktur Pendidikan dan Penjangkauan di Ronald O. Perelman Heart Institute di New York-Presbyterian Hospital / Weill Cornell Medical Center.

Dikutip dari heart.org, orang dengan Sindrom Patah Hati akan mengalami nyeri dada yang tiba-tiba dan intens, serta sesak napas. Meskipun ini bisa terasa mirip dengan serangan jantung, sindrom ini tidak menyebabkan penyumbatan arteri.

Walaupun begitu, Holly Andersen mencatat bahwa 40 persen wanita tidak mengalami nyeri dada, tetapi mereka tahu ada sesuatu yang salah.

Karena, Sindrom Patah Hati juga bisa menimbulkan rasa sakit di rahang, lengan, atau kaki kita dan ini terjadi setiap kali (berulang).

Wanita juga mungkin merasa sesak di dada, sesak napas, mual, atau pusing. Kita juga merasakan jantung seperti terbakar atau gangguan pencernaan.

Baca Juga: Makanan yang Harus Dihindari Penderita Aritmia Jantung

Faktor Risiko Sindrom Patah Hati

Mengenal Sindrom Patah Hati, Kelainan Jantung yang Bisa Sebabkan Kematian 02.jpg

Foto: thehealthy.com

Ada sejumlah faktor risiko yang diketahui untuk sindrom patah hati, di antaranya:

  • Seks. Kondisi tersebut mempengaruhi wanita jauh lebih sering daripada pria.
  • Usia. Tampaknya sebagian besar orang yang memiliki sindrom patah hati berusia lebih dari 50 tahun.
  • Sejarah kondisi neurologis. Orang yang memiliki gangguan neurologis, seperti cedera kepala atau gangguan kejang (epilepsi) memiliki risiko lebih besar mengalami sindrom patah hati.
  • Gangguan kejiwaan sebelumnya atau saat ini. Jika kita memiliki kelainan, seperti kecemasan atau depresi, kita mungkin memiliki risiko lebih tinggi mengalami sindrom patah hati.

Nah, itulah Moms, penjelasan tentang Sindrom Patah Hati. Kalau Moms, merasa pernah mengalaminya, tidak?

Baca Juga: Awas, Sesak Napas Saat Berbaring Bisa Jadi Pertanda Penyakit Jantung

(SA/DIN)

Artikel Terkait