KESEHATAN
18 Juli 2019

Mengenal Sleep Apnea yang Bisa Sebabkan Kematian

Tersedak dan mendengkur keras adalah tandanya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Pernahkah kamu mendengar tentang sleep apnea? Penyakit ini cukup umum, meskipun hanya 1 dari 4 orang yang menderita sleep apnea yang benar-benar didiagnosis oleh dokter.

Sleep apnea merupakan gangguan pernapasan saat tidur, yakni gangguan di mana tenggorokan menutup atau menyempit saat seseorang tidur secara berulang kali sehingga mengganggu pernapasan seseorang.

Hal ini menyebabkan penurunan kadar oksigen dalam darah sehingga membuat otak tiba-tiba membangunkan kita.

Sensor otak mengenali bahwa pernapasan kita “tidak kuat” terjadi disertai dengan peningkatan kadar karbon dioksida dan merangsang kita untuk bangun.

Tak hanya itu, tubuh juga mengeluarkan hormon kortisolnya. Respons stres ini meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah dan dapat menyebabkan masalah lain dalam jangka panjang.

Orang yang mengalami sleep apnea mungkin akan bangun terengah-engah atau tersedak.

Meskipun ini terjadi ratusan kali pada malam hari, kita tidak menyadarinya dan ini akan membuat kita merasa lelah pada hari berikutnya.

Baca Juga: Ketahui 5 Jenis Gangguan Tidur yang Berbahaya Bagi Balita

Tingkat Keparahan dari Sleep Apnea

Mengenal sleep apnea

Foto: rd.com

Sleep apnea paling sering disebabkan oleh obstructive sleep apnea (OSA). OSA terjadi ketika jaringan saluran napas bagian atas, yaitu lidah, langit-langit mulut, dan uvula, kolaps dan mengganggu aliran udara normal.

Mungkin masih ada upaya untuk bernapas dengan dada dan perut bergerak, tetapi udara biasanya tidak bergerak melewati tenggorokan. Akibatnya, aliran udara berkurang atau tidak bergerak melalui hidung atau mulut selama periode-periode ini.

Tingkat keparahan sleep apnea bervariasi. Ketika sleep apnea terjadi 5 kali per jam untuk orang dewasa dan 1 kali per jam untuk anak-anak, ini masih dianggap normal.

Peristiwa ini bahkan dapat terjadi sebagai bagian dari transisi tahap tidur normal.

Berikut tingkat keparahan sleep apnea berdasarkan indeks apnea-hypopnea (AHI):

Ringan: 5-15 kali per jam

Sedang: 15-30 kali per jam

Parah: Lebih dari 30 kali per jam

Baca Juga: Kenali 6 Penyebab Gangguan Tidur Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Sleep Apnea Menyebabkan Kematian

Mengenal sleep apnea

Foto: rd.com

Sleep apnea mempengaruhi pria dan wanita dari segala usia, tetapi itu umumnya terjadi pada pria paruh baya.

Menurut Sleep Apnea Trust, penyakit ini menyerang satu dari setiap 25 pria paruh baya dan meskipun itu tidak terdengar seperti sesuatu yang harus dikhawatirkan, itu sebenarnya masalah yang cukup serius.

Sleep apnea meningkatkan risiko kematian mendadak dalam tidur. Ini dapat memicu aritmia jantung yang mengarah pada fungsi jantung, yang disebut asistol.

Ini juga dapat menyebabkan atrial fibrilasi, serangan jantung (infark miokard) dan bahkan stroke.

"Sleep apnea mungkin merupakan titik kritis. Masing-masing faktor ini menambah tingkat risiko (kematian),” ujar Dr. Neil Sanghvi, seorang electrophysiologist di Lenox Hill Hospital, New York City, Amerika Serikat.

Gangguan ini juga menyebabkan kantuk di siang hari, yang dapat memengaruhi pekerjaan dan kehidupan sosial kita secara serius, serta kemampuan kita dalam mengemudi dengan aman.

Baca Juga: Obstructive Sleep Apnea, Gangguan yang Menyebabkan Berhentinya Pernapasan Saat Tidur

Sleep apnea bisa dapat dihilangkan dengan menggunakan sebuah alat bernama CPAP, yakni alat yang memberikan tekanan udara melalui masker saat tidur.

Namun, bila sleep apnea sudah masuk kategori berat dan mungkin disertai dengan penyakit lain di dalam tubuh, tindakan operasi perlu dilakukan.

Tapi, pengobatan ini disesuaikan dengan diagnosis dari seorang yang ahli di bidangnya. Sehingga, lebih baik untuk konsultasi ke dokter terlebih dahulu.

Dan yang tak kalah pentingnya adalah mengganti pola hidup kita menjadi pola hidup sehat.

(SA/IRN)

Artikel Terkait