NEWBORN
15 November 2017

Mengenal Tes Apgar Score Untuk Bayi Baru Lahir

Bagaimana cara penilaiannya?
Artikel ditulis oleh (katri.dyah)
Disunting oleh (katri.dyah)

Apgar score atau nilai Apgar merupakan sebuah metode yang diperkenalkan oleh Dr. Virginia Apgar pada tahun 1952. Metode ini berfungsi sebagai sebuah metode sederhana yang bertujuan untuk menilai kondisi kesehatan bayi baru lahir secara cepat sesaat setelah kelahiran.

Dr. Virginia Apgar yang berprofesi sebagai ahli anestesiologi mengembangkan metode Apgar Score untuk mengetahui bagaimana pengaruh anestesi obstetrik terhadap bayi secara pasti.

Kriteria yang Dinilai Dalam Apgar Score Test

Skor dari Apgar test dihitung dengan cara menilai kondisi bayi baru lahir menggunakan 5 kriteria sederhana dengan skala nilai nol, satu, dan dua. Skor dari kelima kriteria kemudian dijumlahkan untuk menghasilkan angka 0 hingga 10.

Adapun 5 kriteria yang di test untuk mendapatkan skor Apgar sendiri mencakup:

1. Warna kulit (appearance)

2. Denyut jantung (pulse)

3. Respons refleks (grimance)

4. Tonus otot/keaktifan (activity)

5. Pernapasan (respitarion)

Umumnya, tes Apgar skor dilakukan dua kali, yakni tes pertama dilakukan 1 menit setelah kelahiran dan tes kedua dilakukan 5 menit setelah kelahiran. Adanya kondisi atau kebutuhan khusus terkait kesehatan bayi yang baru lahir atau skor yang lebih rendah pada tes 5 menit pertama, sangat mungkin dilakukan tes Apgar untuk yang ketigakalinya pada 10 menit setelah kelahiran.

Dokter, bidan atau suster menggabungkan hasil dari 5 kriteria tes Apgar, yang mana akan diperoleh skor total 0 – 10 dengan 10 sebagai total skor tertinggi (sangat jarang dicapai).

Kondisi Bayi Baru Lahir Beradasarkan Hasil Apgar Score Test

Berikut merupakan tabel kondisi bayi baru lahir yang dapat diketahui melalui tes skor Apgar:

Nilai 0

Nilai 1

Nilai 2

Tonus otot (Activity)

Lemah/tidak ada gerakan

Sedikit gerakan

Bergerak aktif

Denyut jantung (Pulse)

Tidak ada

<100 kali/menit

>100 kali/menit

Respons refleks (Grimance)

Tidak ada respons terhadap stimulasi

Menangis lemah/ meringis saat distimulasi

Bersin/meringis/batuk saat stimulasi saluran napas

Warna kulit (Appereance)

Seluruhnya biru

Warna kulit tubuh normal merah muda, tetapi tangan dan kaki kebiruan (akrosianosis)

Warna kulit tubuh, tangan, dan kaki normal merah muda. Tidak ada sianosis.

Pernapasan (Resporation)

Tidak ada

Lemah/tidak teratur

Menangis kuat, pernapasan baik dan teratur

Pada tes Apgar skor menit pertama dapat menunjukkan apakah bayi yang baru Moms lahirkan membutuhkan perhatian medis lebih lanjut atau tidak. Jika skor Apgar si kecil berada pada angka 7 hingga 10, dapat dikatakan bahwa kondisinya normal dan tidak membutuhkan perhatian medis lebih lanjut.

Moms tidak perlu khawatir karena si kecil tidak mencapai skor sempurna, 10. Sebagian besar bayi baru lahir memiliki skor cukup rendah pada kriteria warna kulit karena warna kulit tangan dan kakinya belum masuk ke dalam kategori normal merah muda (skor 2).

Baca juga: Bayi Baru Lahir Wajib Mendapat Suntik Vitamin K?

Kendati dari tes menit pertama mengindikasikan bahwa bayi yang baru lahir membutuhkan perhatian medis lebih lanjut, belum tentu mengindikasikan akan terjadi masalah jangka panjang, khususnya saat terjadi peningkatan skor pada tes menit kelima.

Namun, skor Apgar tes yang masih tetap berada di bawah 3 setelah tes berikutnya (10, 15 atau 30 menit), memiliki risiko si kecil dapat mengalami kerusakan syaraf jangka panjang. Termasuk risiko kecil namun signifikan akan kemungkinan kerusakan otak. Meskipun demikian, tes Apgar Score yang berfungsi menentukan secara cepat apakah bayi baru lahir membutuhkan penanganan medis segera, memang tidak didesain untuk memberikan prediksi jangka panjang terhadap kesehatan bayi yang bersangkutan.

RGW

Artikel Terkait