TRIMESTER 1
27 Desember 2017

Mengenal Tes Urine HCG dalam Kehamilan dan Risikonya

Hormon ini terlihat dalam darah dan air kencing wanita hamil
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Moms pasti sudah tidak asing lagi dengan nama satu ini, yaitu tes kehamilan. Tes kehamilan dilakukan dengan memeriksa kencing atau darah kita untuk mencari hormon yang disebut human chorionic gonadotropin (hCG).

Tubuh Moms membuat hormon ini setelah sel telur yang telah dibuahi menempel di dinding rahim kita. Ini biasanya terjadi sekitar 6 hari setelah pembuahan. Tingkat hCG meningkat dengan cepat, dua kali lipat setiap 2 hingga 3 hari.

Baca Juga: Protein dalam Urine saat Hamil, Ini 5 Penyebabnya!

Tes kehamilan mengukur hormon dalam tubuh yang disebut human chorionic gonadotropin (HCG), yaitu hormon yang diproduksi selama kehamilan. Hormon ini terlihat dalam darah dan air kencing wanita hamil sedini mungkin sekitar 10 hari setelah pembuahan.

Kali ini kita akan membahas tes urine kehamilan, yuk disimak Moms.

Mengenal Tes Urine Kehamilan

tes urine

Foto: healtheuropa.eu

Tes urine chorionic gonadotropin (HCG) adalah jenis tes kehamilan. Plasenta wanita hamil menghasilkan HCG yang disebut juga hormon kehamilan.

Jika Moms hamil, tes kehamilan biasanya dapat mendeteksi kadar HCG ini dalam urine sekitar 10 hari setelah terlambat haid. Inilah saatnya sel telur yang dibuahi menempel ke dinding rahim.

Selama kehamilan 8 sampai 10 minggu pertama, kadar HCG biasanya meningkat sangat cepat. Kadar ini mencapai puncaknya pada sekitar minggu kesepuluh kehamilan, dan kemudian berangsur-angsur menurun sampai melahirkan.

Tes urine HCG biasanya dijual dalam alat tes kehamilan (test pack) yang bisa digunakan sendiri di rumah.

Tes urine HCG paling sering dilakukan dengan menempatkan setetes air kencing pada setrip kimia yang telah disiapkan. Diperlukan waktu 1 sampai 2 menit untuk mendapatkan hasilnya.

Berikut ini adalah manfaat dari tes urine HCG:

  1. Tes urine HCG mengkonfirmasikan kehamilan sekitar satu sampai dua minggu setelah terlambat haid.
  2. Merupakan tes kualitatif, yang berarti tes ini akan mendeteksi hormon HCG dalam urine atau tidak. Tes ini tidak dimaksudkan untuk menunjukkan berapa kadar hormon tersebut.
  3. Menunjukkan bahwa adanya HCG dalam urine dianggap sebagai tanda positif kehamilan.
  4. Mendiagnosis kondisi abnormal yang dapat meningkatkan kadar HCG.

Baca Juga: Tes Kehamilan dan Waktu Tepat untuk Mengujinya

Nah, jika Moms ingin menjalani tes urine sendiri di rumah, lakukan langkah-langkah berikut:

  1. Bacalah baik-baik petunjuk yang disertakan dalam alat tes kehamilan sebelum mengambil sampel urine.
  2. Diskusikan kepada dokter tentang penggunaan tes urine HCG, termasuk pengobatan apa pun yang Moms konsumsi sekarang untuk mengetahui apakah obat tersebut dapat memengaruhi tes.
  3. Pastikan test pack belum melewati tanggal kedaluwarsa.
  4. Gunakan urine pada pagi hari pertama kali setelah bangun tidur sekitar 1 sampai 2 minggu setelah terlambat haid.
  5. Jangan minum cairan apa pun dalam jumlah besar sebelum mengambil sampel urine karena hal ini dapat mencairkan kadar HCG dan membuatnya sulit dideteksi.
  6. Masukkan stik indikator langsung dalam aliran urine sampai basah, yang memakan waktu sekitar lima detik. Test pack lain mengharuskan Moms menampung urine dalam wadah dan kemudian mencelupkan indikator ke dalam wadah tersebut untuk mengukur kadar HCG.

Namun yang namanya pemeriksaan, semua pasti memiliki risiko, termasuk tes urine ini. Sebelum mencobanya, ada baiknya Moms ketahui terlebih dahulu risikonya.

Satu-satunya risiko yang terkait dengan tes urine HCG adalah hasil positif atau negatif yang palsu. Hasil positif palsu mengindikasikan kehamilan, meskipun kenyataannya tidak.

Meskipun ini jarang terjadi, tes ini terkadang bisa mendeteksi jaringan abnormal dan non-kehamilan, yang memerlukan tindak lanjut oleh dokter. Hasil negatif palsu menunjukkan Moms tidak hamil tetapi sebenarnya hamil. Hasil ini sering kali bisa terjadi pada awal kehamilan atau jika urine terlalu encer untuk mendeteksi HCG.

Menurut jurnal penelitian Scientific Assembly of the American College of Emergency Physicians, sekitar 6 persen kehamilan yang dilaporkan negatif dari tes urine ternyata positif dengan tes darah.

Secara umum, tes darah lebih akurat dibanding tes kehamilan di rumah, yang memiliki tingkat akurasi sekitar 97 persen. Namun, penting untuk dicatat bahwa tes darah mungkin lebih akurat, namun tidak selalu lebih sensitif.

Bagaimana pengalaman Moms melakukan tes urine HCG?

Warna Urine Bisa Menentukan Hamil Anak Perempuan atau Laki-laki

tes urine kehamilan

Foto: healthline.com

Umumnya, untuk mengetahui jenis kelamin bayi di dalam kandungan kita, Moms bisa tahu dengan melakukan tes USG. Tapi percaya atau tidak, untuk mengetahui jenis kelamin calon bayi, bisa diketahui melalui tes urine juga lho Moms.

Baca Juga: Tanda Kehamilan Bisa Dideteksi Lewat Payudara?

Ada produk seperti Intelligender, yaitu tes berbasis urine yang mencampurkan pipis kita dengan kristal yang mengandung hormon tertentu, mengklaim kita dapat mengetahui jenis kelamin bayi dalam kandunagn paling cepat 10 minggu, meskipun para ahli termasuk Dr. Michael Randell, seorang OBGYN di Atlanta, juga skeptis.

“Saya tidak mengetahui apa pun yang diproduksi oleh bayi, entah bagaimana dapat disaring ke dalam urin ibu untuk menentukan jenis kelamin.” Namun, menurutnya tidak ada salahnya mencobanya.

Berdasarkan hasil tes, urine Moms yang berwarna kusam menandakan bahwa Moms sedang mengandung bayi perempuan. Sedangkan urine yang berwarna cerah artinya sedang mengandung bayi laki-laki. Wah, menarik banget ya Moms.

Jenis kelamin bayi sama sekali tidak mempengaruhi warna urine. Warna urine bisa tergantung pada tingkat hidrasi ibu dan kadang-kadang pada konsumsi makanan tertentu juga.

Itu dia Moms sedikit informasi mengenai tes urine kehamilan. Moms tertarik untuk mencobanya, juga yang bisa melihat jenis kelamin bayi dalam kandungan?

Artikel Terkait