KESEHATAN
12 Juni 2019

Mengenal Virus Gondongan dan 5 Komplikasi Serius yang Dapat Terjadi

Virus gondongan dapat menyebar ke beberapa bagian tubuh lainnya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Carla
Disunting oleh Dina

Tanya :

Saya mau nanya ada tidak tes laboratorium atau tes darah untuk mengetahui pernah atau sedang terinfeksi virus mumps (gondongan)?

Apakah orang dewasa apabila terinfeksi virus mumps (gondongan) efek komplikasi lebih berat dari anak kecil?

Apabila sudah komplikasi bagaimana cara mengobatinya?

Jawab :

Mumps atau Gondongan disebabkan oleh virus yang disebut paramyxovirus A yang menginfeksi kelenjar liur terutama kelenjar parotis yang terletak di depan dan di bawah telinga. Virus ini juga dapat menginfeksi kelenjar ludah lainnya yang lebih rendah yang terletak di sepanjang rahang.

Penyakit ini dapat menimbulkan gejala sama seperti infeksi virus pada umumnya seperti demam, nyeri tenggorokan, nyeri sendi dsb. Pemeriksaan antibodi atau pemeriksaan isolasi virus dapat membantu penegakan diagnosis mumps namun pemeriksaan ini tidak rutin dilakukan.

Selain menyerang kelenjar parotis, virus gondongan juga bisa masuk ke cairan serebrospinal, yaitu cairan yang mengelilingi serta melindungi saraf tulang belakang dan otak.

Baca Juga: Virus Zika Ternyata Bisa Sebabkan Microcephalus Pada Bayi Lho

Selanjutnya virus gondongan dapat menyebar ke beberapa bagian tubuh lainnya, seperti pankreas, otak, indung telur, atau testis. Komplikasi yang dapat muncul saat virus gondongan sudah menyebar, di antaranya adalah:

1. Orchitis

Peradangan testis atau biasanya dimulai 4-8 hari setelah pembengkakan kelenjar parotis pada pasien yang telah mencapai usia pubertas.

Pengobatan yang diberikan adalah untuk mengurangi gejala, yaitu dengan kompres air hangat pada testis dan konsumsi obat pereda rasa sakit, seperti ibuprofen atau paracetamol. Selain itu, dianjurkan untuk menggunakan celana dalam yang nyaman.

2. Pembengkakan Indung Telur.

Komplikasi ini dapat terjadi pada wanita yang menderita gondongan setelah masa pubertas. Pembengkakan indung telur atau ovarium ini umumnya dapat pulih setelah virus gondongan bisa diatasi.

Baca Juga: Mengenal Human Papillomavirus (HPV), Virus Penyebab Kanker Serviks

3. Pankreatitis Akut

Pankreatitis akut ditandai dengan munculnya nyeri di bagian tengah perut secara tiba-tiba.

Selain itu, gejala lain yang menyertai komplikasi ini dapat berupa diare, demam, mual, dan hilang nafsu makan. Perawatan pankreatitis dianjurkan untuk dilakukan di rumah sakit hingga penderita pulih.

4. Meningitis Virus

Meningitis yang disebabkan oleh virus berbeda dengan meningitis akibat bakteri yang membahayakan nyawa.

Meningitis virus menyebabkan gejala-gejala yang lebih ringan dan biasanya dapat sembuh dalam waktu dua minggu.

Selain gejala seperti flu, gejala dari meningitis virus adalah sakit kepala, leher terasa kaku, dan meningkatnya sensitivitas terhadap cahaya.

5. Radang Otak atau Ensefalitis

Komplikasi ini jarang terjadi, namun dapat berakibat fatal. Oleh karena itu, perawatan darurat di rumah sakit diperlukan jika terjadi radang otak (ensefalitis).

Penyakit gondongan bisa dicegah sedini mungkin dengan memberikan imunisasi MMR pada anak-anak. Pemberian vaksin dilakukan saat anak berusia usia 1 dan harus diulang sekali lagi pada usia 5 tahun.

Pada orang yang tidak mendapatkan vaksin saat kecil, maka langkah pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan cara selalu menjaga kebersihan tangan, tidak berbagi peralatan mandi atau peralatan makan dengan orang lain, menggunakan kertas tisu ketika bersin atau batuk agar bisa langsung dibuang, dan memakai masker.

Baca Juga: Waspadai Radang Usus Buntu! Kenali Penyebab dan Gejalanya

Bagi penderita gondongan, dianjurkan untuk tidak beraktivitas dulu di luar rumah paling tidak selama lima hari setelah gejala pertama muncul, untuk mencegah penyebaran penyakit ke orang lain.

Dijawab oleh : dr. Wahyuni Armezya

Sumber : meetdoctor.com

Artikel Terkait