3-5 TAHUN
13 Februari 2020

Cara Mengenali Gangguan Belajar Pada Balita, Simak di Sini

Salah satu gangguan belajar balita yang mudah dikenali adalah ia tidak mampu menyebutkan usianya
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Dina Vionetta

Gangguan belajar pada anak dapat dideteksi sejak masa balita, tepatnya saat mereka belum bisa membaca dan menulis. Untuk bisa mengenali gangguan belajar balita, orang tua perlu memantau tahap perkembangan belajar Si Kecil dengan saksama.

Dikutip dari situs web BabyCenter, gangguan belajar adalah kondisi saat terdapat masalah neurologis halus yang mempengaruhi cara otak menerima, menerjemahkan, dan mengirimkan informasi. Akibatnya, proses belajar anak menjadi lambat.

Misalnya, anak usia 3-5 tahun umumnya sudah mampu mengenali angka dan huruf, serta bisa berbicara. Bila Si Kecil terlihat kesulitan dalam salah satu atau ketiga hal itu, kemungkinan ia memiliki gangguan belajar

Tanda Umum Gangguan Belajar Balita

asbestos+in+crayons.jpg

Foto: valleynewslive.com

Penyebab gangguan belajar ini belum sepenuhnya diketahui, tetapi para ahli meyakini bermula dari abnormalitas perkembangan otak semasa di kandungan. Gangguan belajar balita juga bersifat genetik, artinya menurun dari orang tua atau nenek dan kakek.

Dikutip dari National Institute of Child Health and Human Development, berikut beberapa tanda umum gangguan belajar balita:

  • Terlambat bicara
  • Kesulitan mengucapkan kata dan mempelajari kata baru
  • Kesulitan membaca
  • Kesulitan mempelajari angka, abjad, hari-hari, waktu, warna, dan bentuk
  • Kesulitan memegang krayon atau pensil
  • Kesulitan mengancingkan, mengikat, dan menggunakan ritsleting
  • Kesulitan mengikuti instruksi
  • Daya konsentrasi rendah

Pertanyaan untuk Memastikan Si Kecil Gangguan Belajar Balita

Untuk memastikan apakah benar Si Kecil mengalami gangguan belajar balita, orang tua dapat mencoba menjawab beberapa pertanyaan berikut.

Apakah Si Kecil Memahami Lebih dari 200 Kosakata?

new-york-city-reading-in-preschool-body2.jpg

Foto: nearsay.com

Sebagian besar anak usia 3 tahun sudah bisa menyebutkan bagian-bagian tubuhnya, benda-benda yang ia lihat sehari-hari, serta menyebut namanya sendiri (walaupun belum sempurna), serta panggilan orang tuanya.

Kemampuan berbicara dan berbahasa merupakan tanda awal gangguan belajar balita.

Keterlambatan dalam berbicara bisa menjadi indikasi gangguan belajar atau kondisi lain, seperti gangguan pendengaran.

Baca Juga: 4 Gangguan Pendengaran Pada Bayi 0-6 Bulan

Apakah Si Kecil Dapat Menyebutkan Usianya?

toddler-talking.jpg

Foto: smartparenting.com

Anak usia 3 tahun umumnya sudah memahami konsep “berapa” dan memperlihatkannya dengan mengacungkan jari.

Anak usia 4 tahun umumnya sudah bisa berhitung 1-10, walaupun terkadang masih ada yang keliru.

Menurut Mark Griffin, Ph.D., ahli pendidikan khusus, keterlambatan dalam kemampuan sederhana ini bisa menjadi indikasi anak mengalami diskalkulia, yaitu gangguan belajar yang mempengaruhi kemampuan seseorang dalam berhitung.

Baca Juga: Kenali Diskalkulia, Gangguan yang Membuat Anak Sulit Belajar Matematika

Apakah Si Kecil Dapat Menyebutkan Abjad?

Closeup-little-girls-hands-working-with-letters.jpg

Foto: kindercare.com

Anak usia 3-5 tahun umumnya sudah bisa menyebutkan abjad dengan baik dan bahkan mampu “membaca” beberapa kata.

Misalnya, mereka mampu menuliskan nama diri, hari, dan beberapa kata yang sering mereka ucapkan.

Bila Si Kecil terlihat mengalami kesulitan dalam membaca, menulis, dan mengeja, bisa jadi ia mengalami gangguan belajar balita yang disebut disleksia.

Apakah Si Kecil Bersikap Tidak Acuh Bila Namanya Dipanggil?

154766-425x380-play-dough.jpg

Foto: lovetoknow.com

Salah satu kemungkinan bila anak seringkali tidak acuh ketika namanya dipanggil adalah ia mengalami gangguan pendengaran.

Gangguan ini akan mempengaruhi kemampuan anak dalam berbicara, mengingat, dan belajar. Segera bawa Si Kecil ke ahlinya untuk mendapat pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga: 5 Zodiak Ini Terlihat Cuek Padahal Sebenarnya Perasa

Artikel Terkait