BALITA DAN ANAK
22 November 2019

Anak Menderita Talasemia? Kenali Gejala dan Penyebabnya!

Ada talasemia minor dan talasemia mayor
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Talasemia adalah penyakit kelainan darah turunan yang ditandai oleh adanya sel darah merah yang abnormal. Kondisi ini bisa disebut talasemia alfa atau talasemia beta, tergantung dari gen yang hilang atau berubah.

Talasemia bisa menyebabkan rendahnya kadar sel darah merah atau anemia. Ketika anak menderita talasemia bisa mengalami anemia jangka panjang yang sering disalahpahami sebagai anemia yang disebabkan kekurangan zat besi.

Ada banyak jenis talasemia, dengan tingkat keparahan dari tidak menunjukkan gejala sampai yang fatal. Jika anak menderita talasemia minor, ia membawa penyakit dan sel darah merahnya lebih kecil dari normal, tapi ia sehat.

Talasemia mayor bisa berakibat fatal. Penderita talasemia alfa mayor umumnya meninggal saat masih bayi, sedangkan jika anak menderita talasemia beta mayor membutuhkan transfusi darah secara rutin. Selain itu ada beberapa jenis talasemia yang tak terlalu parah.

Baca Juga: Hamil Ketika Menderita Talasemia, Berbahayakah?

Penyebab Anak Menderita Talasemia

thalassemia

Foto: medicalnewstoday.com

Sel darah merah mengandung protein bernama hemoglobin yang membawa oksigen. Pada penderita talasemia, satu atau lebih gen yang mengontrol produksi hemoglobin hilang atau bermutasi. Tingkat keparahan talasemia tergantung dari seberapa banyak gen yang hilang atau tidak normal.

Gen tersebut diturunkan dari orang tua ke anak. Jika gen yang bermasalah diwariskan oleh satu orang tua, anak menderita talasemia minor. Ia menjadi pembawa gen untuk diteruskan ke anaknya kelak. Jika anak mendapatkan gen rusak dari kedua orang tua, maka ia mengalami talasemia mayor.

Talasemia biasanya menyerang anak-anak dari keturunan Mediterania, Afrika, Timur Tengah, dan Asia Tenggara.

Baca Juga: Menyimpan Darah Tali Pusat Bayi Baru Lahir, Sejauh Mana Manfaatnya?

Gejala Anak Menderita Talasemia

Beberapa anak yang mengalami talasemia minor tidak menunjukkan gejala, sedangkan anak dengan talasemia mayor mulai menunjukkan tanda-tanda sejak masih bayi. Gejalanya mirip anemia, seperti:

  • Kulit, bibir, atau bantalan kuku pucat
  • Letih
  • Lemah
  • Sesak napas, pusing
  • Mudah rewel

Mengatasi Anak yang Menderita Talasemia

thalasemia

Foto: doctorswithoutborders.org

Talasemia minor tidak memerlukan perawatan, sedangkan talasemia mayor diatasi dengan transfusi darah setiap bulan.

Transfusi darah berulang bisa menyebabkan kelebihan zat besi di tubuh anak yang bisa mengakibatkan kerusakan hati atau jantung. Namun, hal ini bisa dicegah dengan obat yang berfungsi membuang kelebihan zat besi.

Baca Juga: Urin Bayi Kemerahan? Belum Tentu Darah, Moms

Komplikasi

Jika anemia pada anak semakin parah dan tidak diatasi, anak bisa menunjukkan gejala:

  • Hati atau limpa yang lebih besar dari biasanya
  • Pembesaran tulang, terutama di pipi dan dahi
  • Pertumbuhan lambat, salah satunya telat puber
  • Gagal jantung
  • Sakit kuning (jaundice)
  • Perut menonjol
  • Urin berwarna gelap
  • Batu empedu

Baca Juga: Kenali 5 Ciri Kanker Darah yang Berisiko Pada Si Kecil

Gagal jantung dan infeksi adalah penyebab utama kematian pada anak menderita talasemia yang tidak ditangani.

Jika anak menunjukkan gejala anemia, segeralah berkonsultasi ke dokter. Kalau Moms dan suami memiliki riwayat talasemia, Moms dan Dads perlu menjalani tes untuk mengetahui apakah Moms berdua merupakan pembawa (carrier) gen rusak penyebab talasemia.

Artikel Terkait