BALITA DAN ANAK
31 Maret 2020

Mengenali Gejala Penyakit Jantung Bawaan pada Anak

Cegah cacat bawaan ini sebelum Moms memutuskan hamil
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fitria Rahmadianti
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Penyakit jantung bawaan adalah jenis cacat lahir yang paling banyak terjadi. Sekitar 8 dari 1.000 bayi terlahir dengan masalah di struktur jantungnya akibat pembentukan jantung yang tidak normal saat di dalam kandungan.

Sebagian cacat jantung bawaan pada anak-anak kompleks dan memerlukan beberapa kali operasi dalam beberapa tahun. Namun, tidak semua penyakit jantung bawaan demikian. Sebab, ada pula yang ringan dan tidak memerlukan perawatan.

Menurut situs web Mayo Clinic, memelajari penyakit jantung bawaan yang diderita Si Kecil dapat membantu Moms memahami kondisinya serta mengetahui apa yang akan terjadi pada bulan-bulan dan tahun-tahun berikutnya.

Baca Juga: Cegah Penyakit, Ajarkan Si Kecil 3 Kebiasaan Menjaga Kesehatan Jantung Anak Ini

Gejala Penyakit Jantung Bawaan

Gejala Penyakit Jantung Bawaan.jpg

Foto: Tammy Lee from Pixabay

Cacat jantung bawaan yang serius biasanya langsung terlihat setelah bayi lahir atau pada bulan-bulan pertama kehidupannya. Ciri-cirinya:

  • Warna kulit biru atau abu-abu pucat (cyanosis)
  • Bernapas dengan cepat
  • Bengkak di tungkai, perut, atau area sekitar mata
  • Napas pendek-pendek saat menyusu, menyebabkan minimnya kenaikan berat badan

Penyakit jantung bawaan yang lebih ringan biasanya tidak menunjukkan tanda yang jelas sampai Si Kecil memasuki masa kanak-kanak. Gejala yang muncul di antaranya:

  • Mudah kehabisan napas saat berolahraga atau beraktivitas
  • Gampang lelah saat berolahraga atau berkegiatan
  • Pingsan saat berolahraga atau beraktivitas
  • Bengkak di tangan, pergelangan kaki, atau kaki

Baca Juga: Ketahui 5 Tipe Penyakit Jantung Pada Anak

Penyebab Penyakit Jantung Bawaan

Penyebab Penyakit Jantung Bawaan.jpg

Foto: Khusen Rustamov from Pixabay

Peneliti belum tahu apa penyebab pasti cacat jantung bawaan pada anak. Namun, mereka berpendapat bahwa genetik, kondisi medis tertentu (misalnya ketidaknormalan jumlah kromosom bayi), beberapa obat-obatan, serta faktor lingkungan seperti rokok memiliki peran.

Sebagian jenis penyakit jantung bawaan lebih sering terjadi ketika sang ibu berkontak dengan beberapa jenis zat kimia di minggu-minggu pertama kehamilannya. Di periode ini, jantung bayi berkembang.

Beberapa jenis penyakit yang dialami Ibu atau obat untuk penyakit tersebut bisa memengaruhi perkembangan jantung Si Kecil, jelas situs Stanford Children’s Health.

Baca Juga: Bisa Meningkatkan Resiko Penyakit Jantung, Waspadai Dislipidemia Pada Anak

Faktor Risiko Penyakit Jantung Bawaan

Faktor Risiko Penyakit Jantung Bawaan.jpg

Foto: Alexas Fotos from Pixabay

Beberapa faktor lingkungan dan genetik yang membuat janin berisiko mengalami cacat jantung bawaan saat lahir adalah:

  • Rubella (campak Jerman): ibu yang mengalami rubella saat hamil berisiko sangat tinggi melahirkan bayi dengan penyakit jantung, termasuk cacat jantung bawaan.
  • Diabetes: selain diabetes gestasional, karena jenis diabetes yang baru muncul saat ibu hamil ini tidak meningkatkan risiko penyakit jantung bawaan
  • Obat-obatan tertentu seperti thalidomide, angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitors, statins, obat jerawat isotretinoin, dan lithium
  • Meminum alkohol saat hamil
  • Merokok saat hamil
  • Keturunan: risiko cacat jantung bawaan meningkat tiga kali lipat saat keluarga inti mengidap penyakit tersebut. Riwayat keluarga juga berhubungan dengan sindrom genetik. Banyak anak dengan down syndrome yang disebabkan oleh tambahan kromosom ke-21 mengalami penyakit jantung. Sekitar 30% bayi dengan kromosom yang tidak normal mengidap cacat jantung.

Baca Juga: Anak Butuh Donor Jantung, Ini yang Perlu Diperhatikan

Pencegahan Penyakit Jantung Bawaan

Pencegahan Penyakit Jantung Bawaan.jpg

Foto: Jossué Trejo from Pixabay

  • Cek kesehatan Moms sebelum memutuskan untuk hamil. Jika Moms memiliki penyakit seperti diabetes, rubella, atau penyakit jantung bawaan, konsultasikan dengan dokter terkait pengendalian penyakit untuk mencegah bayi lahir cacat
  • Lakukan vaksinasi rubella jika dianggap perlu oleh dokter
  • Laporkan obat-obatan yang Moms konsumsi sebelum melakukan program hamil

Berkat kemajuan besar di bidang penanganan medis dan bedah penyakit jantung bawaan, 85% bayi dengan kondisi ini diperkirakan dapat tumbuh hingga dewasa. Cacat jantung bawaanpun dianggap penyakit kronis, bukan penyakit terminal lagi.

Bagaimanapun, menurut situs web healthychildren.org, tingkat kelangsungan hidup anak dengan penyakit jantung bawaan kritis masih rendah. Mereka biasanya membutuhkan perawatan medis khusus seumur hidup.

Artikel Terkait