KESEHATAN
11 Oktober 2019

Mengetahui 4 Langkah Pertolongan Pertama pada Penyakit Jantung

Untuk menolong penderita serangan jantung, coba perhatikan 4 langkah berikut ini Moms!
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Dikutip dari depkes.go.id, survei Sample Regristration System (SRS) pada 2014 di Indonesia menunjukkan, Penyakit Jantung Koroner (PJK) masih menjadi penyebab kematian tertinggi pada semua umur setelah stroke, yakni sebesar 12,9%.

Di samping itu, kematian akibat serangan jantung mendadak juga sangat tinggi. Menurut medlineplus.gov, rata-rata orang menunggu 3 jam sebelum mencari bantuan untuk gejala serangan jantung. Akhirnya, sebelum mencapai rumah sakit mereka sudah meninggal karena telat penanganan.

Maka dari itu perawatan medis yang tepat dan cepat dapat mengurangi jumlah kematian akibat serangan jantung mendadak.

Jika Moms memiliki orangtua atau saudara yang memiliki penyakit jantung, ada baiknya mengetahui pertolongan pertama serangan jantung mendadak yang tepat untuk menolong penderita.

Tanda-tanda Serangan Jantung

listicle 1.jpg

Foto : firstaidlearningforyoungpeople.redcross.org.uk

Sebelum melakukan pertolongan pertama serangan jantung, Moms perlu mengetahui tanda-tanda serangan jantung terlebih dahulu.

Gejala serangan jantung dapat bervariasi dari orang ke orang. Bisa saja ringan atau berat, bahkan kadang tidak terlihat. "6 dari 10 pasien saya memiliki tanda nyeri pada dada tapi ada juga yang tidak.

Mereka mungkin merasa kelelahan yang berlebihan atau merasa mual, merasa seperti Anda menderita serangan asma atau Anda tidak dapat bernapas, atau berkeringat tanpa alasan yang jelas” papar dr. Suresh, seorang ahli jantung intervensi di St. Elizabeth seperti dikutip pada medlineplus.gov.

Baca Juga: Ini 8 Makanan yang Ramah Jantung

Bagaimana Pertolongan Pertama Serangan Jantung ?

1. Bantu penderita serangan jantung untuk tenang

listicle 2.jpg

Foto : firstaidlearningforyoungpeople.redcross.org.uk

Pertolongan pertama serangan jantung yang paling dasar adalah menyuruh penderita untuk duduk, beristirahat, dan tetap tenang. Kendurkan pakaian yang ketat seperti celana, kancing kemeja, atau apapun yang melekat pada penderita.

Apapun yang terjadi, jangan pernah meninggalkan orang yang terkena serangan jantung sendirian.

2. Hubungi rumah sakit terdekat

listicle 3.jpg

Foto : rtstraining.com.au

Jika Moms melihat orang yang terkena serangan jantung, cepat minta pertolongan tetangga atau teman terdekat untuk mengantarkan ke rumah sakit yang paling dekat.

Jangan berkendara sendiri dalam keadaan seperti ini. Namun jika orangtua atau kerabat yang terkena serangan jantung, langsung hubungi rumah sakit terdekat untuk mengirimkan ambulans.

Baca Juga: Hari Jantung Sedunia, Yayasan Jantung Indonesia Ajak Masyarakat Hidup Sehat

3. Konsumsi aspirin

listicle 4.jpg

Foto : health.harvard.edu

Untuk menahan sakit tak tertahankan pada penderita jantung, Moms bisa memberikan aspirin sesuai takaran yang dokter pernah diberikan.

Aspirin dapat membantu mencegah pembekuan darah semakin membesar, serta memberi tubuh kesempatan untuk memecah gumpalan darah.

"Jika Anda punya aspirin di rumah, dan Anda tahu bahwa tidak alergi, Anda dapat mempertimbangkan dengan mengambilnya sambil menunggu layanan medis darurat," ujar Prof Chin Chee Tang, Konsultan Senior, Departemen Kardiologi, National Heart Centre Singapore (NHCS), anggota kelompok SingHealth, seperti dikutip dari healthxchange.sg.

4. Lakukan CPR jika penderita serangan jantung tidak sadar

listicle 4.jpg

Foto : verywellhealth.com

Jika setelah mengonsumsi aspirin, sakit masih terus berlanjut dan tidak membaik, Moms perlu mencoba melakukan CPR.

Cardiopulmonary resuscitation (CPR) adalah teknik menyelamatkan nyawa yang berguna dalam banyak keadaan darurat, termasuk serangan jantung, di mana pernapasan atau detak jantung seseorang telah berhenti. The American Heart Association merekomendasikan agar setiap orang - orang yang tidak terlatih sekalipun dapat melakukan CPR dasar sekalipun.

Baca Juga: Fakta Dibalik 3 Mitos Penyakit Jantung yang Sering Dipercaya

Berikut adalah langkah-langkah melakukan CPR :

- Letakkan tumit tangan Moms di atas tulang dada penderita serangan jantung. Letakkan tangan Moms yang lain di atas tangan pertama kemudian kaitkan jari-jari Moms

- Posisikan bahu Moms sejajar di atas kedua tangan Moms

- Gunakan berat badan Moms (jangan hanya menggunakan tangan saja), tekan lurus ke bawah sebesar 5 hingga 6cm di dada mereka

- Pertahankan tangan Moms di dada, lepaskan kompresi dan biarkan dada kembali ke posisi semula

- Ulangi kompresi ini pada kecepatan 100 hingga 120 kali per menit sampai ambulans tiba

Intinya, orang yang menolong penderita serangan jantung harus lebih tenang supaya dapat menenangkan penderita juga. CPR juga dapat dipelajari lewat penyedia layanan kesehatan di sekitar kita.

Artikel Terkait