DI ATAS 5 TAHUN
9 Januari 2017

Menggerakkan Tangan Saat Bicara Ternyata Meningkatkan Kreativitas Anak

Sudah terbukti secara ilmiah, lho!
Artikel ditulis oleh Carla Octama
Disunting oleh Carla Octama

Mama, coba perhatikan gaya bicara si buah hati. Tak hanya dari intonasi, pemilihan kosakata, atau volume suaranya saja, melainkan lewat bahasa tubuh anak. Apakah si kecil sering menggerak-gerakkan tangannya sembari berbicara? Misalnya ketika bercerita tentang perjalanannya ke sekolah pagi ini, anak cenderung mengibaskan atau mengayunkan tangannya sesuai irama bicara atau kata-katanya. Ia pun terlihat sangat heboh ketika sedang seru bercerita.

Jika anak Mama sering menggerakan tangannya ketika bicara, ia mungkin akan tumbuh jadi orang yang kreatif dan cerdas! Bagaimana bisa? Yuk, simak saja penjelasan lengkapnya berikut ini.

Pentingnya Bahasa Tubuh

Gerakan tangan saat berbicara adalah salah satu bahasa tubuh yang sudah dipelajari anak sejak berusia 18 bulan. Ketika menggerakkan tangan, otak akan semakin terpacu untuk berpikir lebih cepat dan berbicara lebih lancar. Ini karena sistem motorik dan sistem verbal manusia diatur oleh bagian otak yang sama, yaitu cerebrum atau otak besar. Jika tangan bergerak-gerak ketika anak bicara, otak akan menangkapnya sebagai sinyal untuk menyusun kata-kata berikutnya serta menyambungkan suatu pemikiran dengan pemikiran lainnya. Maka, umumnya anak-anak yang terbiasa menggerakkan tangan saat berbicara lebih lancar dalam mengutarakan isi pikirannya.

Bahasa Tubuh Bisa Meningkatkan Kreativitas Anak

Ternyata selain membantu anak mengutarakan isi pikirannya, bahasa tubuh tersebut mampu meningkatkan kreativitas anak. Sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal ilmiah Psyhcological Science menguak bahwa anak yang bicara dengan gerakan tangan bisa berpikir dengan lebih inovatif dan kreatif. Dalam penelitian tersebut, anak-anak diminta untuk menyebutkan apa saja kegunaan dari berbagai alat-alat rumah tangga yang sudah biasa mereka pakai di rumah.

Hasilnya cukup mengejutkan. Anak-anak yang cenderung lebih banyak menggunakan gerakan tangan ternyata unggul jika dibandingkan dengan anak-anak yang tak banyak menggerakkan tangannya. Mereka bisa menyebutkan beragam kegunaan perabot rumah tangga yang ditunjukkan dalam studi tersebut. Sementara itu, anak-anak yang tak banyak menggunakan bahasa tubuh justru hanya bisa menyebutkan sedikit saja kegunaan alat rumah tangga tersebut.

Trik Untuk Mendorong Kreativitas Anak

Karena menggerak-gerakkan tangan bisa membantu proses berpikir anak, maka tak ada salahnya kalau Mama mencoba trik ini. Ketika anak sedang kehilangan kata-kata atau kesulitan menjelaskan sesuatu, Mama bisa mengayun-ayunkan tangan Mama sendiri supaya anak menirunya. Kalaupun anak tidak langsung meniru, melihat gerakan tangan Mama pun sudah bisa mengirim sinyal tertentu pada otak anak untuk bekerja lebih cepat dan kreatif.

Bagaimana, Mama? Apakah Mama tertarik untuk mencoba metode bahasa tubuh ini untuk meningkatkan kreativitas dan kemampuan verbal anak? Bagikan pendapat Mama di kolom komentar, yuk.

(IA)

Artikel Terkait