BALITA DAN ANAK
28 Mei 2020

Penyebab dan Cara Menghadapi Balita Penakut

Objek ketakutan Si Kecil berubah seiring ia dewasa
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fitria Rahmadianti
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Si Kecil dulu tidak takut terhadap orang asing dan kegelapan. Mengapa saat sudah balita, ia jadi takut terhadap banyak hal, ya? Moms, yuk, cari tahu cara tepat menghadapi balita penakut!

Rasa takut dan kecemasan berguna untuk melindungi Si Kecil dari bahaya, agar ia lebih berhati-hati dan waspada. Namun, anak-anak seringkali takut terhadap situasi atau benda yang menurut orang dewasa tidak membahayakan. Sebut saja vacuum cleaner, dokter, kegelapan, topeng atau kostum.

Bagi Si Kecil, objek-objek tersebut sama menyeramkannya seperti bencana atau penyakit pada orang dewasa.

Objek Ketakutan Balita

Obyek Ketakutan Balita, menghadapi balita penakut.jpg

Foto: David Gomes from Pexels

Menurut situs web What to Expect, sumber ketakutan berubah seiring anak dewasa, yakni:

  • 9-18 bulan: orang asing
  • 18-24 bulan: suara kencang, hewan, dokter
  • 24-30 bulan: kegelapan, toilet, orang berkostum atau bertopeng
  • 30-36 bulan: makhluk khayalan, cedera dan bahaya

Baca Juga: 4 Hal yang Membuat Anak Menjadi Penakut

Penyebab Balita Takut

Penyebab Balita Takut, menghadapi balita penakut.jpg

Foto: Pixabay from Pexels

  • Kewalahan menghadapi emosi. Anak usia 2-3 tahun baru memelajari cara mengatasi perasaan mereka yang kuat, seperti rasa marah.
  • Pemahaman terbatas soal ukuran. Hal ini menimbulkan rasa takut yang tak rasional, seperti takut masuk ke dalam lubang toilet.
  • Belum bisa membedakan yang nyata dan tidak. Otak anak belajar membayangkan skenario menakutkan tapi belum cukup bijak untuk membedakan hal yang mungkin dan yang mustahil. Misalnya, “Kalau vacuum cleaner bisa menyedot debu, berarti aku bisa tersedot juga, dong?”
  • Egosentrisme. Si Kecil berpikir, jika sesuatu yang buruk bisa menimpa orang lain (teman atau bahkan karakter di buku), berarti ia bisa mengalaminya juga.
  • Imajinasi anak berkembang bersamaan dengan pengetahuannya. Jika ia bisa bermain bersama teman khayalannya, ia juga bisa membayangkan ada monster di lemari bajunya.

Baca Juga: Penyebab dan Cara Menghadapi Balita Penakut

Faktor yang Membuat Balita Jadi Penakut

Faktor yang Membuat Balita Jadi Penakut, menghadapi balita penakut.jpg

Foto: Pezibear from Pixabay

Beberapa anak tampak lebih penakut dibanding anak lain. Menurut situs Better Health Channel, faktor-faktor penyebabnya di antaranya:

  • Genetik: beberapa anak bertemperamen lebih sensitif dan emosional
  • Moms atau Dads mudah cemas: anak belajar bersikap dengan mencontoh orang tuanya. Kalau Moms takut anjing, misalnya, Si Kecil bisa merasakan ketidaknyamanan Moms dan akhirnya memiliki ketakutan yang sama.
  • Orang tua overprotektif: anak yang ketergantungan cenderung merasa tidak berdaya dan ini menimbulkan kecemasan
  • Peristiwa yang menimbulkan stres: berbeda dengan bayi, balita bisa mengingat momen menakutkan atau menyakitkan yang bisa memicu rasa takut kelak. Misalnya, disuntik dokter, perpisahan orang tua, dan sebagainya.

Baca Juga: Balita Takut Dengan Binatang? Yuk Atasi Dengan 5 Tahapan Ini

Menghadapi Balita Penakut

4 Cara Mengatasi Ketakutan Balita, Simak di Sini! 04.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Jangan abaikan, remehkan, atau bahkan menghukum Si Kecil yang merasa takut. Sebaiknya lakukan langkah-langkah ini untuk menghadapi balita penakut:

  • Ajak Si Kecil berbicara tentang rasa takut dan kecemasannya
  • Hargai bahwa rasa takut anak (misalnya takut masuk lubang wastafel) terasa nyata bagi Si Kecil karena ia belum memahami konsep ukuran dan ruang
  • Jelaskan alasan Si Kecil tidak perlu takut terhadap benda tersebut. Misalnya, lubang toilet kecil sehingga tidak bisa membuat Si Kecil masuk ke dalamnya, atau anjing sudah diikat sehingga tidak bisa mengejar Si Kecil.
  • Jangan paksa Si Kecil menghadapi objek ketakutannya karena justru memperburuk keadaan. Biarkan ia menghindari benda tersebut sementara.

Baca Juga: 5 Tips Menyenangkan Agar Balita Tak Takut Ke Dokter Gigi

  • Bantu mereka terbiasa dengan objek tersebut secara perlahan. Misalnya Si Kecil takut kepada vacuum cleaner, biarkan dia melihat Moms menggunakan vacuum cleaner dari ruangan lain atau sambil digendong oleh Dads.
  • Gunakan buku untuk mengenalkan anak terhadap objek ketakutannya. Sebab, benda yang menyeramkan akan terlihat lebih aman dalam bentuk kertas.
  • Beri kendali pada anak. Misalnya, senter untuk “melawan” kegelapan dan botol spray sebagai “senjata” jika monster muncul dari bawah tempat tidur. Jika Si Kecil takut akan suara vacuum cleaner, belikan ia versi mainannya. Jangan lupa berikan pujian kalau Si Kecil sudah selangkah lebih berani mengatasi rasa takutnya.

Jika Moms menerapkan cara di atas untuk menghadapi balita penakut, Si Kecil bisa mengatasi rasa takutnya dengan baik tanpa trauma di masa depan.

Artikel Terkait