2-3 TAHUN
15 September 2019

Menghadapi Balita yang Suka Melempar Barang dan Memukul

Fase ini normal, namun anak perlu diarahkan
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Bukan hanya saat marah, Si Kecil juga melempar barang dan memukul saat sedang gembira. Kadang kelakuannya sampai menyakiti seseorang dan merusak barang.

Moms mungkin bingung mengatasi hal ini bukan? Tapi sebelum kita mencari tahu cara menghadapi balita suka melempara barang, kita harus tahu dulu alasan di balik tindakan tersebut. Mengapa, ya, balita suka melempar barang dan memukul?

Alasan Balita Suka Melempar Barang dan Memukul

Menghadapi Balita yang Suka Melempar Barang dan Memukul.png

1. Mengekspresikan Emosi

Balita melempar barang dan memukul merupakan bagian tantrum. Ini adalah salah satu cara anak mengekspresikan diri atau mencari perhatian.

Sebab, kemampuan mereka terbatas dalam menghadapi emosi, situasi sulit, serta lelah atau lapar.

2. Ingin Tahu

Anak penasaran mengapa apa yang mereka lempar jatuh dan tidak bisa naik. Meski Si Kecil belum paham soal gravitasi, mereka bisa melihat efeknya.

Wah, ternyata kalau melempar bola, bolanya bisa memantul, sedangkan kalau melempar telur, telurnya bisa pecah! Mereka juga penasaran bagaimana rasanya memukul benda yang berbeda.

Anak kecil biasanya menyukai pengulangan, eksperimen, dan mengembangkan pemahaman tentang sebab-akibat melalui perilaku ini.

Baca Juga: Do's & Don’ts Menghadapi Balita Tantrum

3. Untuk Bersenang-senang

Melempar adalah kemampuan baru yang menyenangkan bagi anak-anak usia 18 bulan-3 tahun.

Diperlukan keterampilan motorik halus untuk membuka jari dan melepas benda serta koordinasi mata dan tangan untuk melempar. Tak heran balita suka mempraktikkan kegiatan ini!

Menghadapi Balita yang Suka Melempar Barang dan Memukul

Mengapa, ya, balita suka melempar barang dan memukul.jpg

Percuma jika Moms berusaha menghentikan kebiasaan memukul pada anak balita. Jadi, lebih baik Moms fokus pada membatasi apa yang dia lempar dan ke mana ia melempar dengan tips ini.

1. Lihat dari Sudut Pandang Anak

Ketika anak mulai menguji kesabaran Moms dengan tingkah lakunya, selalu ingat untuk melihat dari sudut pandangnya.

Dengan memahami frustrasi, rasa marah, kelelahan, atau ketakutan anak, Moms jadi paham mengapa mereka “berulah”. Respons Moms akan berubah dari kesal menjadi penuh kasih sayang.

2. Beri Contoh yang Baik

Terus-menerus menyuruh anak berhenti memukul atau melempar sia-sia saja jika Moms atau Dads masih suka bersikap kasar di rumah.

3. Jelaskan Saat Anak Sudah Tenang

Ketika anak sudah tenang, jelaskan padanya dengan singkat dan jelas bahwa tindakannya itu salah. Jangan lupa beri tahu fungsi benda sebenarnya.

Misalnya “Blok bukan untuk dilempar ke adik bayi, ya. Blok itu untuk dibikin jadi bangunan, sayang.”

Baca Juga: Balita Suka Memukul, Orang Tua Harus Bertindak Seperti Apa?

4. Bantu Anak Memahami Efek Tindakan Negatifnya

Tanyakan pada anak apa dampaknya jika balita suka melempar barang atau memukul. Contohnya “Kalau adik bayi dilempar blok, nanti adiknya gimana? Nangis, kan?”

Sebelum berumur 4 atau 5 tahun, anak mungkin sulit memahami sudut pandang orang lain. Namun, dengan latihan, Si Kecil akan mengembangkan keterampilan sosial yang penting ini.

5. Beri Alternatif Memukul dan Melempar

Di usia ini, memukul dan melempar adalah fase perkembangan normal yang harus dilewati.

Jadi, sampaikan pesan pada anak bahwa melempar atau memukul tidak apa-apa asalkan menggunakan benda yang benar di tempat dan waktu yang tepat.

Ajarkan anak apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan secara berulang kali sampai ia paham.

Misalnya saat anak ingin melempar sepatu, katakan “Sepatu bukan untuk dilempar, ya, Nak. Yang boleh dilempar itu bola.” Lalu berikan bola yang ringan jika bermain di dalam ruangan. Atau, daripada memukul Moms, lebih baik anak memukul drum dan bermain musik.

Jika balita suka melempar barang atau memukul saat marah, ajak ia mengekspresikan emosinya dengan kata-kata atau tindakan yang lebih positif.

Contohnya “Kalau marah, adik tarik nafas dan hembuskan nafas. Bilang ke Mama ‘Mama, aku lagi marah!’. Adik juga bisa peluk Mama.”

Katakan kalimat tersebut satu per satu agar anak lebih mudah mengerti. Dengan demikian, anak akan merasa Moms menerima perasaannya bahkan saat Moms menghentikan dan mengarahkan perbuatannya.

Baca Juga: Balita Memukul Dirinya Sendiri? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Jika Seseorang Tersakiti…

Jika seseorang sampai terluka karena dipukul atau dilempari barang oleh anak, datangi langsung korbannya dan bantu ia dulu.

Dengan demikian, Moms mencontohkan kasih sayang sekaligus menunjukkan pada anak bahwa kelakuannya tidak mendapat perhatian dari Moms.

Melempar dan memukul memang membuat orang tua stres dan malu. Namun, perilaku ini normal bagi balita.

Jika Moms dapat membimbing Si Kecil dengan kasih sayang, ia dapat belajar cara yang lebih efektif dalam mengeksplor dunia dan mengekspresikan emosinya.

(EMA)

Artikel Terkait