2-3 TAHUN
16 September 2019

8 Tips Menghadapi Balita yang Tidak Mau Berbagi Mainan dan Makanan

Ternyata tidak mau berbagi wajar bagi anak usia 2-3 tahun
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

“Itu punyaku!” dan “enggak boleh!” adalah dua kalimat yang sering dikatakan saat balita tidak mau berbagi, baik mainan, makanan, atau barang-barang lain. Ini sering menjadi sumber pertengkaran balita saat bermain bersama.

Balita berada dalam fase perkembangan egosentris, yakni ketika anak mulai mengenai diri sebagai individu dengan kepemilikan. Oleh sebab itu, balita cenderung sulit berbagi mainan dan makanan pada anak lain.

Kenapa Balita Tidak Mau Berbagi?

balita yang tidak mau berbagi

Mereka baru mengeksplor apa arti memiliki sesuatu dan belum sepenuhnya memahami bahwa beberapa barang adalah punya orang lain.

Menurut sudut pandang anak umur dua tahun, barang-barang miliknya atau yang membuatnya tertarik adalah perpanjangan dari dirinya.

Memang ada beberapa anak yang pada dasarnya senang berbagi, namun kebanyakan balita di tahap perkembangan ini posesif.

Anak mungkin bisa bermain bersama balita lain. Namun, dalam soal memberi dan menerima, kemungkinan ia masih tidak konsisten.

Selain itu, menurut Sally Kotsopoulos, pendidik usia dini di Amerika Serikat, berbagi adalah hal yang kompleks bagi balita. Berbagi bisa berarti meminjamkan atau memberi.

Berbagi juga melibatkan dua konsep kepemilikan, misalnya mobil itu punyaku tapi sekarang sedang dipegang adik.

Baca Juga: Apakah Perlu Balita Diajarkan Berbagi?

Pemahaman waktu juga diperlukan dalam konteks "besok mobilnya dikembalikan adik.” Selain itu, konsep berbagi makin rumit karena ada beberapa barang yang boleh dipakai bersama, tapi ada juga yang tidak boleh dibagi. Contohnya, pakaian dalam.

Berbagi memang tidak mudah, karena anak butuh waktu untuk mempelajarinya. Ini dia cara menghadapi balita yang tidak mau berbagai mainan dan makanan miliknya:

1. Jadi Contoh yang Baik

toddlers playing

Bagi balita yang tidak mau berbagi, cara terbaik untuk mengajarkan kedermawanan adalah dengan menjadi teladan.

Berbagilah makanan dan barang dengannya, serta tanya apakah Moms boleh meminta es krim yang anak makan.

Katakan bahwa selain barang, perasaan, ide, dan cerita juga bisa dibagi. Biarkan anak melihat Moms memberi dan menerima serta berkompromi.

2. Buat Konsep Berbagi Lebih Konkret

Berbagi adalah konsep yang abstrak bagi balita karena mereka belum terlalu memahami waktu dan bahasa yang rumit.

Daripada mengatakan "Mainanmu akan dikembalikan 5 menit lagi", lebih baik bilang "Mainanmu akan dikembalikan setelah lagu ini selesai".

Anak mungkin hanya mengerti soal memberi dan menerima, jadi Moms juga perlu mengenalkan konsep menunggu dan bergantian.

3. Minta Anak Bergantian

balita yang tidak mau berbagi

Jika dua anak menginginkan mainan yang sama, katakan “Adik boleh memainkan bonekanya kalau Kakak sudah selesai?”. Atau, beri pilihan “Adik mau boneka beruang atau boneka jerapah?”.

Moms juga bisa melatih balita yang tidak mau berbagi mainan untuk melakukan permainan memberi dan menerima. Misalnya, pakai krayon untuk menggambar, lalu berikan pada anak. Setelah ia selesai, minta ia untuk memberikannya lagi pada Moms. Begitu seterusnya.

Anak akan belajar bahwa bergiliran dan berbagi adalah hal yang menyenangkan. Ia juga akan mengerti bahwa memberikan barang kepada orang lain tidak selalu berarti anak akan kehilangan barang tersebut.

Baca Juga: Jika Anak Rebutan Mainan dengan Teman, Lakukan 7 Tindakan Ini!

4. Simpan Mainan Favorit Anak

Jika ada anak lain main ke rumah, simpan mainan favorit anak. Sediakan mainan yang bisa dimainkan bersama, seperti blok, alat mewarnai dan kertas, lilin mainan, boks pasir beserta sekop dan pelengkap lainnya, atau mobil-mobilan kecil yang banyak beserta jalanannya.

5. Tanya Perasaan Anak

balita yang tidak mau berbagi

Membantu anak mengenali perasaannya sendiri kelak bisa membuat anak mampu membaca dan merespons perasaan orang lain.

Misalnya “Adik takut enggak dapat giliran ya?” atau “Kakak sedang asyik main dengan mobil-mobilannya.”

6. Puji Anak Saat Mau Berbagi

Puji anak saat mau berbagi dan bermain bersama anak lain. Katakan betapa menyenangkannya bisa makan atau main bersama-sama.

Tetap berikan pujian meski Si Kecil sekadar mau menunjukkan mainan dan membiarkan anak lain menyentuhnya.

Didorong oleh pujian Moms, lambat laun anak akan mau meminjamkan mainannya kepada anak lain.

Baca Juga: Pujian yang Tepat Pengaruhi Prestasi Anak di Sekolah

7. Jangan Hukum Anak Jika Tidak Mau Berbagi

anak menangis

Kalau Moms mengatakan anak pelit atau egois serta menghukumnya karena tidak mau berbagi, atau memaksanya memberikan barang yang menurut anak berharga, Moms justru akan menimbulkan rasa marah, bukannya membuat anak jadi murah hati.

Agar anak mau berbagi, gunakan dorongan positif daripada peringatan. Tidak masalah jika anak tidak mau membagi barang tertentu.

Seiring anak dewasa, ia akan belajar bahwa berbagi lebih menyenangkan daripada menikmati sesuatu sendiri.

Baca Juga: Menanamkan Kebiasaan Gemar Menabung pada Anak

8. Hargai Benda Milik Anak

Selalu minta izin jika Moms ingin meminjam barang-barang milik anak dan jaga dengan baik. Pastikan pula hal ini dipatuhi oleh saudaranya, teman mainnya, dan pengasuhnya.

Anak juga berhak mengatakan tidak jika ia tidak mau barangnya dipinjam. Jika hal ini menimbulkan pertengkaran dengan anak lain, alihkan perhatian anak tadi dengan mainan lain.

Itu dia beberapa cara menghadapi balita yang tidak mau berbagi. Ingat untuk bersabar dan tidak menekan anak ya, Moms!

(EMA)

Artikel Terkait