KESEHATAN
14 Oktober 2019

Menghadapi Intoleransi Laktosa, Apa Benar Harus Menghindari Semua Produk Susu?

Susu adalah nutrisi penting bagi tubuh, namun bagaimana kalau kita intoleransi laktosa?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ryo

Kalsium jelas nutrisi yang penting bagi kesehatan tubuh dan menguatkan tulang. Dan ini banyak terdapat dalam susu, khususnya susu sapi. Namun, ada beberapa orang yang alergi terhadap susu, atau menderita intoleransi laktosa.

“Kondisi ini merupakan gangguan pencernaan saat memproduksi laktase yang dapat mencerna laktosa di dalam susu. Apabila pengidap meminum susu sapi, mereka bisa mengalami diare atau efek lain seperti mual dan perut yang terasa tidak nyaman,” kata Mark Moss, MD, seorang ahli alergi pediatrik di University of Wisconsin Hospitals and Clinics.

Gejala intoleransi laktosa biasanya langsung terasa dalam 30 menit atau beberapa jam setelah mengonsumsi produk susu atau makanan lain yang mengandung laktosa. Gejala yang umum terjadi adalah:

  • diare.
  • kembung.
  • mual.
  • sakit perut.
  • rasa penuh di perut.

Gejalanya bisa beda antara satu dan orang lainnya. Tergantung pada kondisi kesehatan dan jumlah makanan dengan laktosa yang dikonsumsi. Itu sebabnya kebanyakan pengidap intoleransi laktosa memilih untuk tidak meminum susu demi menghindari berbagai efek samping.

Baca Juga: Mengenal Intoleransi Laktosa dan Cara Menanganinya

Apa Benar Intoleransi Laktosa Harus Tidak Minum Susu?

Susu sapi.jpg

Apakah adanya masalah intoleransi laktosa membuat pengidap sama sekali tidak bisa mengonsumsi susu?

“Demi mencegah datangnya gejala intoleransi laktosa, memang sebaiknya pengidap menghindari konsumsi susu, baik itu susu kambing ataupun susu sapi. Pengidap juga sebaiknya menghindari produk olahannya seperti keju, es krim, hingga makanan yang mengandung laktosa seperti kue, coklat, permen, biskuit, dan makanan lainnya,” kata Dr Moss.

Pilihan yang cerdas bagi pengidap intoleransi laktosa susu alternatif, seperti susu kedelai. Di samping itu, pengidap juga bisa mengonsumsi suplemen laktase yang dapat membantu proses pengolahan laktosa di dalam perut saat mengonsumsi susu. “Tapi, jangan memilih suplemen sembarangan, dan harus sesuai dengan saran dokter,” kata Dr Moss.

Selain mencari alternatif susu lain, pengidap juga bisa mencukupi kebutuhan kalsium harian dari asupan makanan seperti sarden, salmon, makarel, kacang-kacangan seperti kedelai, serta sayuran hijau seperti bayam, kubis, dan brokoli. Dengan mengonsumsi berbagai macam makanan ini, kebutuhan kalsium dapat tetap tercukupi walau jarang atau tidak lagi minum susu.

Baca Juga: 3 Resep Sorbet Tanpa Susu untuk Balita dengan Intoleransi Laktosa

Say Yes to Yoghurt

Masker wajah alami kulit jerawat - masker stroberi yoghurt.jpg

Ada pula beberapa ahli yang berpendapat bahwa konsumsi yoghurt sebenarnya masih aman bagi pengidap intoleransi laktosa. Alasannya, meskipun sama-sama terbuat dari susu sapi, yoghurt merupakan produk turunan susu yang dihasilkan oleh bakteri baik bernama Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus ini cenderung lebih mudah untuk dicerna oleh tubuh, khususnya bagi pengidap intoleransi laktosa.Selain itu, yoghurt dinilai lebih kaya akan vitamin, probiotik, dan riboflavin yang sangat baik bagi kesehatan, sehingga sangat direkomendasikan untuk dikonsumsi setiap hari.

Cara lain yang dapat dilakukan pengidap intoleransi laktosa adalah dengan mengonsumsi kefir. Sama seperti yoghurt, kefir termasuk dalam produk probiotik yang dapat menyehatkan saluran pencernaan. Konsumsi kefir akan meningkatkan pencernaan laktosa dengan lebih baik dan mencegah datangnya perut kembung. Cukup dengan mengonsumsinya setengah cangkir dalam sehari, maka Moms akan mendapatkan manfaat sehatnya.

Baca Juga: 3 Resep Sorbet Tanpa Susu untuk Balita dengan Intoleransi Laktosa

(RYO/DIN)

Artikel Terkait