2-3 TAHUN
6 April 2020

Retardasi Mental pada Anak, Ini 3 Hal yang Harus Diperhatikan

Anak dengan retardasi mental juga dapat tumbuh dengan normal dengan langkah yang tepat
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dona Handayani
Disunting oleh Intan Aprilia

Menghadapi retardasi mental pada anak merupakan hal yang tidak mudah. Sebab, dibutuhkan kesabaran ekstra dan konsistensi pendidik untuk mengajarkan banyak hal kepada anak.

Retardasi mental merupakan suatu keadaan di mana anak memiliki kemampuan intelegensi dan mental di bawah rata-rata.

American Academy of Pediatrics menerangkan bahwa anak dengan retardasi mental mengalami kesulitan fungsi intelektual (berkomunikasi, belajar, dan memecahkan masalah), serta cara beradaptasi (rutinitas, kebersihan, dan pekerjaan sehari-hari).

“Kecerdasan umum anak dilihat dari kemampuannya dalam mencerna informasi lewat komunikasi dan memahami, dan mempraktikkannya, serta mampu belajar dalam memecahkan masalah,” jelas Linda S. Gottfredson, profesor pendidikan di University of Delaware - Newark.

Pada kondisi anak dengan retardasi mental, hal ini sulit dicapai. Keterbatasan dalam berbahasa dan mencerna informasi, membuat anak cenderung sulit untuk melakukan pekerjaan sehari-hari.

Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Retardasi Mental pada Anak

Retardasi Mental pada Anak

Moms memerlukan cara khusus dalam berinteraksi dengan Si Kecil. Lalu, apa saja yang harus diperhatikan dalam menghadapi kondisi retardasi mental pada anak?

1. Konsisten Melatih Kemampuan Berbahasa

Konsisten Melatih Kemampuan Berbahasa

Foto: brooksidebabies.com

Retardasi mental membuat anak kesulitan dalam berbahasa dan mencerna kalimat. Hal ini seringkali membuat Moms kesulitan dalam menjelaskan suatu hal pada Si Kecil.

Meski terasa sulit, tetap konsisten latih kemampuan berbahasa anak setiap saat. Anak dengan retardasi mental memang membutuhkan latihan lebih untuk membuatnya mengerti suatu hal.

Ajarkan anak mulai dengan bahasa sehari-hari yang sering diaplikasikan, seperti mandi, makan, minum, atau tidur.

Jika anak sudah mulai mengerti beberapa konsep tersebut, mulai tambah kosakata baru untuk menambah ilmu anak.

Baca Juga: 7 Tips Membacakan Buku Pada Balita Berkebutuhan Khusus

2. Ajak Anak Beraktivitas

Ajak Anak Beraktivitas

Foto: brooksidebabies.com

Kebanyakan anak dengan retardasi mental memiliki pilihan aktivitas yang terbatas. Tidak jarang mereka menghabiskan sebagian besar waktunya hanya dengan menonton televisi.

Buah hati perlu diajak aktif untuk membantunya terhindar dari perilaku pasif yang tidak baik bagi kesehatan tubuh.

Ajak anak beraktivitas seperti jalan sore di sekitar rumah sambil memberi informasi atas apa yang dilihatnya. Moms bisa juga mengajak anak melukis atau bermain pasir.

3. Pilih Sekolah yang Tepat

Pilih Sekolah yang Tepat

Foto: ctfassets.net

Retardasi mental ringan sekilas memang tidak tampak berbeda dengan teman seusianya. Namun, di kemudian hari, masalah bisa saja muncul dalam bidang akademisnya.

Baiknya Moms mendiskusikan pemilihan sekolah yang tepat menurut rekomendasi psikolog anak.

Jangan berkecil hati jika memang anak perlu untuk ditempatkan pada sekolah luar biasa. Memaksakan anak di sekolah normal dikhawatirkan dapat menimbulkan stres pada anak.

Baca Juga: 4 Tips Memilih Sekolah Anak Berkebutuhan Khusus, Ketahui di Sini!

Dibutuhkan kesabaran dan ketekunan dalam menghadapi kondisi retardasi mental yang terjadi pada anak.

Jangan menyerah dan terus berharap, karena anak dengan retardasi mental dapat tumbuh seperti anak seusianya dengan latihan rutin dan ekstra.

Artikel Terkait