TRIMESTER 1
20 Juli 2020

Begini Cara Menghitung Usia Kehamilan

Ada beberapa cara yang bisa digunakan, mulai dari cara manual hingga menggunakan alat canggih
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Intan Aprilia

Penting bagi kita untuk mengetahui cara menghitung usia kehamilan. Saat pertama kali mengetahui jika kita sedang hamil, satu hal pertama yang akan dipertanyakan adalah sudah berapa lama usia kehamilannya?

Dengan mengetahui usia kehamilan, akan membantu Moms dalam mencatat kejadian penting selama kehamilan dan memperkirakan waktu persalinan dengan baik nantinya.

Pada dasarnya, cara menghitung usia kehamilan bisa dilakukan dengan mengetahui hari pertama siklus haid terakhir.

Jika Moms memiliki periode reguler dan mengetahui hari pertama dari periode menstruasi terakhir, usia kehamilan dapat dihitung dari tanggal ini.

Tetapi, bagaimana dengan kasus-kasus tertentu di mana Moms kesulitan menghitung usia kehamilan karena haid tidak teratur atau lupa hari pertama haid terakhir? Berikut cara menghitung usia kehamilan yang bisa dilakukan.

Baca Juga: Berapa Batas Usia Kehamilan untuk Naik Pesawat?

Cara Menghitung Usia Kehamilan pada Umumnya

cara menghitung usia kehamilan

Foto: Orami Photo Stock

Usia kehamilan diukur dalam beberapa minggu untuk menggambarkan berapa lama usia kehamilan tersebut.

Cara menghitung usia kehamilan dimulai dari hari pertama haid terakhir ke tanggal saat ini.

Mengutip Medline Plus, kehamilan normal dapat berkisar antara 38-42 minggu.

Bayi yang lahir sebelum 37 minggu dianggap bayi prematur. Sementara bayi yang lahir setelah 42 minggu dianggap post-mature.

Sebelum lahir, dokter akan menggunakan ultrasonografi untuk mengukur ukuran kepala, perut, dan tulang paha bayi. Ini memberikan gambaran tentang seberapa baik bayi tumbuh di dalam rahim.

Setelah lahir, usia kehamilan dapat diukur dengan melihat berat bayi, panjang, lingkar kepala, tanda-tanda vital, refleks, tonus otot, postur, dan kondisi kulit dan rambut.

Jika usia kehamilan bayi yang ditemukan setelah lahir cocok dengan usia kalender, bayi tersebut dikatakan appropriate for gestational age (AGA). Bayi AGA memiliki tingkat masalah dan kematian yang lebih rendah.

Baca Juga: Ketahui Perbedaan Usia Kehamilan dan Usia Janin, Jangan Tertukar!

Cara Menghitung Usia Kehamilan Jika Haid Tidak Teratur

cara menghitung usia kehamilan

Foto: Orami Photo Stock

Setiap wanita memiliki siklus menstruasi yang berbeda, dan tidak semua wanita punya siklus yang teratur. Tetapi, hal ini bukan berarti Moms tidak dapat menghitung usia kehamilan. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan.

1. Menggunakan Perhitungan Sederhana

Ada wanita dengan siklus menstruasi tidak teratur, dan secara konsisten lebih lama dari siklus rata-rata 28 hari. Dalam kasus ini, cara untuk menghitung usia kehamilan perlu menggunakan beberapa perhitungan sederhana.

Mengutip Healthline, paruh kedua dari siklus menstruasi wanita selalu berlangsung selama 14 hari. Ini adalah waktu dari ovulasi ke periode menstruasi berikutnya.

Jika misalnya siklus Moms 35 hari, maka Moms mungkin mengalami ovulasi pada hari ke-21.

Setelah mendapatkan gambaran umum tentang kapan mengalami ovulasi, Moms dapat melakukan perhitungan untuk menemukan tanggal kelahiran Si Kecil.

Misalnya, jika siklus menstruasi biasanya 35 hari dan hari pertama haid terakhir adalah 1 November, maka tambahkan 21 hari untuk perkiraan ovulasi, sehingga didapati tanggal 22 November.

Lalu, kurangi 14 hari untuk menemukan tanggal HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir) yang disesuaikan. Didapati tanggalnya adalah 8 November. Dari tanggal 8 November ini, Moms bisa langsung menyesuaikan dengan usia kehamilan di trimester 1, 2, dan 3.

2. Memakai Alat Ultrasound

Mengutip American Pregnancy Association, dalam kasus wanita dengan siklus menstruasi yang tidak teratur, cara menghitung usia kehamilan bisa dilakukan dengan pemeriksaan USG.

Bayi dapat diukur paling cepat 5-6 minggu setelah periode menstruasi terakhir.

Mengukur bayi menggunakan ultrasonografi paling akurat pada awal kehamilan, dan kurang akurat di akhir kehamilan.

Karena itu, waktu terbaik untuk memperkirakan usia kehamilan menggunakan ultrasonografi adalah pada usia kehamilan antara 8-18 minggu.

Baca Juga: 5 Tanda Awal Usia Kehamilan Trimester 3 Akan Terasa Berat

Cara Menghitung Usia Kehamilan Jika Lupa HPHT

cara menghitung usia kehamilan

Foto: Orami Photo Stock

Ada juga kasus lain, di mana Moms mungkin lupa menandakan kapan HPHT, atau Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT).

Tetapi, jangan khawatir karena Moms tetap bisa menggunakan cara lain untuk menghitung usia kehamilan.

1. Menggunakan Alat Scan

Dikutip dari American Journal of Obstetrics and Gynecology, alat scan dapat digunakan sebagai cara menghitung usia kehamilan, terutama ketika HPHT tidak diketahui.

Metode ultrasound atau dating scan ini didasarkan pada serangkaian pengukuran kantung kehamilan pada kehamilan yang sangat awal, dan dari embrio atau janin itu sendiri.

"Misalnya, jika estimasi trimester pertama dari ultrasound jatuh dalam satu minggu dari perkiraan HPHT, maka cara perhitungan dengan HPHT dapat dilakukan untuk menentukan due date dan usia kehamilan," terang Dr. Anne Davis, Direktur Konsultasi Medis Dokter untuk Kesehatan Reproduksi, dan Asisten Profesor Kebidanan dan Ginekologi Klinis di Columbia University Medical Center, New York City.

Namun, jika estimasi oleh ultrasound berbeda lebih dari satu minggu dari perkiraan HPHT, maka cara menghitung usia kehamilan akan menggunakan ultrasound untuk .

2. Pemeriksaan Fisik

Menghitung usia kehamilan juga bisa diketahui dengan pemeriksaan fisik. Selama pemeriksaan panggul, rahim dapat dirasakan melewati tulang kemaluan sekitar 12 minggu dari periode menstruasi terakhir dan di umbilikus (pusar) sekitar 20 minggu.

"Rahim kemudian biasanya naik di atas pusar sekitar satu sentimeter seminggu setelahnya," ujar Dr. Anne Davis.

Tetapi pemeriksaan fisik bisa tidak terlalu akurat (karena faktor seperti kembar, tumor rahim, atau obesitas) dan tidak digunakan sebagai cara utama untuk menghitung usia kehamilan jika tersedia LMP atau USG tersedia.

Baca Juga: Seberapa Perlu USG 4 Dimensi untuk Ibu Hamil?

Dokter Bisa Mengubah 'Due Date'

menghitung usia kehamilan

Foto: Orami Photo Stock

Cara menghitung usia kehamilan adalah metode yang paling banyak digunakaan dokter, dan dapat memberikan due date yang diharapkan. Istilah 'due date' ini mengacu pada minggu terakhir menjelang persalinan.

Dalam jurnal Human Reproduction, sebagian besar kehamilan akan berlangsung sekitar 40 minggu ketika menggunakan usia kehamilan untuk memperkirakan due date, tetapi kehamilan sekitar 38-42 minggu juga dianggap normal.

Melansir jurnal Gynecologic Endocrinology and Reproductive Medicine alasan mengapa usia kehamilan sering digunakan dalam praktik klinis adalah karena pada sebagian besar kehamilan, jarang diketahui secara tepat kapan konsepsi terjadi.

Sebagian besar praktisi akan melihat berbagai faktor untuk memastikan bahwa due date masih akurat. Tetapi, di satu sisi, dokter juga bisa mengubah due date kehamilan. Mengutip What to Expect, berikut beberapa faktornya:

1. Menstruasi Tidak Teratur

Mungkin akan sangat sulit untuk menentukan due date untuk wanita dengan siklus haid tidak teratur.

Itulah sebabnya penggunaan ultrasound sering diperlukan untuk menentukan usia kehamilan.

Ultrasonografi dini, biasanya dilakukan sekitar 6-9 minggu, untuk dapat memberikan perkiraan tanggal due date yang paling akurat dengan mengukur ukuran embrio atau janin.

2. USG Pertama pada Trimester Kedua

Apakah Moms mendapatkan USG pertama pada trimester kedua? Jika iya, itu bisa jadi alasan due date berubah.

Ultrasound yang dilakukan selama trimester pertama memberikan prediksi due date yang paling akurat.

3. Tinggi Fundus di Atas Rata-rata

Setiap kali Moms berkonsultasi dengan dokter, dia akan memeriksa pengukuran fundus, yang merupakan jarak dari bagian atas tulang kemaluan ke bagian atas rahim).

Dokter mungkin memerhatikan bahwa ukuran rahim tidak selaras dengan grafik pertumbuhan standar. Jika hal ini terjadi selama tiga minggu atau lebih, maka dokter dapat mengubah due date.

Contoh lain dari hal-hal yang mungkin mengubah pembacaan cara menghitung usia kehamilan adalah bila ditemukan kehamilan kembar, adanya anomali uterus, berat badan ibu, dan sebagainya.

Itu dia Moms beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghitung usia kehamilan. Sekarang Moms tidak bingung lagi, kan?

Artikel Terkait