TRIMESTER 1
13 November 2019

Menghitung Usia Kehamilan? Lakukan dengan 3 Cara di Bawah Ini

Ada beberapa cara yang bisa digunakan, mulai dari cara manual hingga menggunakan alat canggih
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Dina Vionetta

Penting bagi kita untuk menghitung usia kehamilan. Saat pertama kali mengetahui jika kita sedang hamil, satu hal pertama yang akan dipertanyakan adalah sudah berapa lama usia kehamilannya?

Dengan mengetahui usia kehamilan, akan membantu Moms dalam mencatat kejadian penting selama kehamilan dan memperkirakan waktu persalinan dengan baik nantinya.

Jika Moms kesulitan dalam menghitung usia kehamilan, mungkin cara-cara di bawah ini bisa membantu. Bagaimana cara menghitungnya? Yuk Moms kita lihat.

Baca Juga: Berapa Batas Usia Kehamilan untuk Naik Pesawat?

1. Melalui Siklus Haid Terakhir

menghitung usia kehamilan

Cara menghitung usia kehamilan yang pertama bisa Moms lakukan dengan mengetahui hari pertama siklus haid terakhir.

Jika Moms memiliki periode reguler dan mengetahui hari pertama dari periode menstruasi terakhirnya, usia kehamilan dapat dihitung dari tanggal ini. Usia kehamilan dihitung sejak hari pertama periode menstruasi terakhir ibu dan bukan sejak tanggal konsepsi.

“Jika berdasarkan kebiasaan, kehamilan dihitung dalam minggu, mulai dari hari pertama haid terakhir,” ucap Dr. William C. Shiel Jr. Menurutnya jika haid teratur dan ovulasi terjadi pada hari ke-14, konsepsi terjadi sekitar 2 minggu setelah siklus haid terakhir.

2. Menggunakan Alat Scan

menghitung usia kehamilan

Dikutip dari American Journal of Obstetrics and Gynecology, alat scan dapat digunakan untuk menghitung usia kehamilan, terutama ketika periode menstruasi terakhir (last menstrual period-LMP) tidak diketahui. Misalnya, kehamilan setelah melahirkan tetapi sebelum menstruasi terjadi atau menstruasi tidak teratur tanpa ovulasi yang dapat diprediksi.

Baca Juga: Seberapa Perlu USG 4 Dimensi untuk Ibu Hamil?

Metode ultrasound atau dating scan ini didasarkan pada serangkaian pengukuran kantung kehamilan pada kehamilan yang sangat awal dan dari embrio atau janin itu sendiri saat kehamilan berlanjut.

“Misalnya, jika pada trimester pertama estimasi ultrasound jatuh dalam satu minggu dari perkiraan LMP, masih menggunakan LMP untuk menentukan tanggal jatuh tempo dan usia kehamilan,” terang Dr. Anne Davis, direktur konsultasi medis dokter untuk kesehatan reproduksi, dan asisten profesor kebidanan dan ginekologi klinis di Columbia University Medical Center di New York City.

Namun jika estimasi ultrasound berbeda lebih dari satu minggu dari LMP, akan menggunakan estimasi ultrasound untuk tanggal jatuh tempo.

3. Pemeriksaan Fisik

menghitung usia kehamilan

Menghitung usia kehamilan juga bisa diketahui dengan pemeriksaan fisik. Selama pemeriksaan panggul, rahim dapat dirasakan melewati tulang kemaluan sekitar 12 minggu dari periode menstruasi terakhir dan di umbilikus (pusar) sekitar 20 minggu.

Baca Juga: 5 Tanda Awal Usia Kehamilan Trimester 3 Akan Terasa Berat

“Rahim kemudian biasanya naik di atas pusar sekitar satu sentimeter seminggu setelahnya,” ujar Dr. Anne Davis.

Tetapi pemeriksaan fisik bisa tidak terlalu akurat (karena faktor seperti kembar, tumor rahim, atau obesitas) dan tidak digunakan sebagai cara utama untuk menghitung usia kehamilan jika LMP atau USG tersedia.

Itu dia Moms beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghitung usia kehamilan. Sekarang Moms tidak bingung lagi kan?

(AWD/DIN)

Artikel Terkait