2-3 TAHUN
21 Februari 2020

4 Gejala TBC pada Anak yang Harus Dikenali

TBC merupakan penyakit infeksi menular yang berbahaya, bagaimana gejala penyakit ini pada anak?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Phanie Fauziah
Disunting oleh Orami

Batuk yang tak kunjung sembuh, badan lemas, penurunan berat badan drastis, hal ini sangat perlu kita waspdadai tak hanya pada diri kita, tapi juga Si Kecil. Kondisi tersebut bisa menunjukan pada gejala TBC (tuberculosis).

Penyakit ini biasanya bukan ditularkan oleh teman-temannya, tapi dari orang dewasa yang mengidap penyakit ini.

Data dari World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa di 2018, sekitar 10 juta orang di dunia menderita TBC. 5,7 juta adalah pria, 3,2 juta wanita, dan 1,1 juta anak-anak.

Indonesia masuk ke dalam salah satu negara yang memiliki risiko TB tertinggi. Negara yang paling tinggi risikonya adalah India, disusul oleh China, Indonesia, Filipina, Pakistan, Nigeria, Bangladesh, dan Afrika Selatan.

Anak terinfeksi dengan menghirup bakteri Mycobacterium Tuberculosis di udara yang disebarkan oleh orang dewasa pada saat batuk atau bersin.

Bakteri ini diam dan hidup di paru-paru, bahkan dalam kondisi kronis bisa menjalar ke bagian yang lain, seperti ginjal, tulang belakang, hingga ke otak.

Tahapan TBC pada Anak

gejala dan pengobatan tbc pada anak.jpg

TBC pada anak memiliki dua tahapan yang perlu Moms dan Dads ketahui agar lebih waspada mengenai penyakit ini.

1. Tahap Paparan (Infeksi)

Biasanya pada beberapa kasus TBC pada anak, terutama pada anak yang sudah lebih besar, infeksi ini umumnya hanya pada tahap paparan.

Pada hasil pemeriksaan tuberkulin akan menunjukkan bahwa ia pernah terpapar, tapi tidak ada keluhan maupun gejala apapun karena daya tahan tubuhnya yang kuat, sehingga pertumbuhan bakteri ini bisa dihambat dengan cepat.

Hal ini juga ditegaskan oleh Global Tubercolosis Institute, bahwa pada tahap paparan anak hanya terinfeksi bakteri TBC pasif di tubuh mereka, maka kuman tidak membuat ia sakit atau berlanjut ke tahap yang serius. Anak pun tidak bisa menularkan bakteri ini ke orang lain.

Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Radang Tenggorokan pada Ibu Menyusui

2. Tahap Penyakit TB Aktif

Bakteri akan berkembang dan terus menyebar apabila daya tahan tubuh Si Kecil lemah dan akan berlanjut pada tahap TB aktif yang tentunya akan menular bahkan jika dibiarkan akan berbahaya dan mengancam jiwa anak.

Gejala TB pada Anak

gejala dan pengobatan tbc pada anak 2.jpg

1. Penurunan Berat Badan Secara Drastis

Moms perlu waspada saat anak mengalami berat badan turun setiap bulan selama lebih dari dua bulan berturut-turut, apalagi jika berat badan anak turun secara drastis.

Moms juga harus khawatir jika berat badan anak tidak naik setelah adanya perbaikan gizi ataupun anak menjadi tidak nafsu makan hingga hilang nafsu makan (anoreksia).

2. Demam

Demam sebenarnya tidak berbahaya karena kondisi ini adalah reaksi pertahanan tubuh melawan virus dan bakteri.

Tapi, Moms perlu khawatir saat demam pada anak tak kunjung sembuh atau bahkan berulang tanpa sebab yang jelas.

Tapi biasanya demam yang diderita anak tidak tinggi, tapi berlangsung lama dan disertai keringat dingin.

Baca Juga: Makanan yang Bisa Meredakan Asam Lambung pada Anak

3. Lemas

Anak tidak bersemangat untuk melakukan kegiatan, tampak terlihat lesu dan tidak aktif saat diajak bermain.

Jika kondisi ini disertai dua gejala sebelumnya, maka Moms sangat perlu khawatir dan berkonsultasi dengan dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

4. Berkeringat di Malam Hari

Pada umumnya tak sedikit bayi yang berkeringat di malam hari, tapi jika ditandai dengan gejala-gejala tadi, maka ini bisa jadi menunjukkan Si Kecil terkena tuberkulosis.

Dr Bern-Thomas Nyangwa, seorang Implementer TB MSF menegaskan, bahwa kita tidak bisa hanya melakukan pengamatan klinis saja, tapi harus ada tindakan karena ini berkaitan dengan kehidupan seorang anak, jadi kondisi ini bukan sesuatu yang bisa kita anggap dengan ‘enteng’.

Maka, jika Si Kecil memiliki gejala seperti di atas, alangkah lebih baiknya Moms berkonsultasi dengan dokter. Sehingga kita bisa melakukan pengobatan untuk mencegah kondisi yang lebih serius.

Pengobatan TBC pada Anak

gejala dan pengobatan tbc pada anak 3.jpg

Apabila anak sudah divonis positif TBC, maka jangan menunda pengobatan. Pengobatan juga tetap akan diberikan pada anak yang berada dalam tahapan paparan (infeksi) meskipun belum menunjukkan gejala-gejala TBC.

Tapi, biasanya anak yang berada pada tahapan atau baru terinfeksi bakteri TBC ini akan diberikan obat antituberkulosis (OAT) isoniazid selama sembilan bulan dan harus dikonsumsi setiap hari.

Pada anak yang telah divonis terdiagnosis TBC aktif, biasanya akan diberikan tiga jenis OAT, yaitu isoniazid, pyrazinamid, dan rifampicin.

Baca Juga: 5 Sayur Terbaik untuk MPASI Pertama Bayi

Obat-obat ini harus dikonsumsi selama 2 bulan setiap harinya. Lalu akan ada obat lanjutan untuk 4 bulan berikutnya dan yang diberikan hanya dua jenis obat lanjutan, yaitu rifampicin dan isoniazid.

Perlu Moms ketahui, OAT yang diberikan pada anak tidak sama dengan yang diberikan pada orang dewasa.

Jangan anggap remeh penyakit TBC pada anak ya Moms, jika sudah tampak gejalanya segera konsultasikan dengan dokter untuk mencegah dan mengatasinya.

(PSF/ERW)

Artikel Terkait