BAYI
22 Februari 2020

4 Tips Mengobati Tifus pada Bayi

Berikan obat sesuai rekomendasi dokter saat bayi tifus ya Moms
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Selama beberapa tahun pertama, sistem kekebalan bayi masih berkembang. Ini memungkinkan Si Kecil lebih rentan terhadap infeksi virus dan bakteri. Salah satu penyakit yang bisa saja dirasakan adalah tifus pada bayi.

Tifoid atau tifus pada bayi adalah adanya infeksi bakteri yang bisa saja mengancam jiwa bayi. Penyebabnya adalah bakteri Salmonella Typhi (S. Typhi) yang sering menjadi penyebab keracunan makanan pada bayi.

Ketika memasuki tubuh, bakteri dapat berkembang biak dengan cepat dan menyebar ke aliran darah tubuh. Saat tifus, bayi biasanya mengalami demam yang disebabkan karena sembarangan memasukkan benda yang memiliki bakteri ke mulut, paparan air mentah dan kotor, dan memakan makanan yang terinfeksi bakteri.

Baca Juga: Waspada, Ini Dia 7 Gejala Tifus pada Bayi

Tips Mengobati Tifus pada Bayi

Ada beberapa hal yang bisa Moms lakukan saat bayi terkena tifus untuk membatu Si Kecil selama demam hingga dalam proses pemulihan. Berikut ulasannya.

1. Beri Obat Sesuai Dosis

Coba 4 Tips Saat Bayi Terkena Tifus -1.jpg

Foto: Parenting.firstcry.com

Tips mengobati tifus pada bayi yang pertama adalah beri obat sesuai dosis. Setelah dokter memastikan bayi mengidap tifus, berikan dosis obat sesuai anjuran dari dokter. Selain itu, obat harus diberikan sesuai dengan rekomendasi waktu pemberian. Biasanya, obat harus dihabiskan selama dua hingga tiga minggu.

Karena harus sesuai rekomendasi dokter, Moms jangan memberikan obat selain yang telah diresepkan. Resep dari dokter akan memastikan bahwa bayi mendapatkan jenis obat dan dosis obat yang tepat, salh satunya berdasarkan usia dan berat badan Si Kecil.

Sangat penting untuk memastikan bahwa bayi diberikan antibiotik hingga habis sesuai dosis. Ini diharapkan dapat membunuh bakteri hingga tidak bisa lagi berkembang biak di dalam tubuh.

2. Beri Makanan dan Cairan yang Cukup

Coba 4 Tips Saat Bayi Terkena Tifus -2.jpg

Foto: Thingstock.com

Tips mengobati tifus pada bayi yang selanjutnya adalah beri makanan dan cairan yang cukup. Saat demam, Si Kecil akan kehilangan banyak cairan karena banyaknya keringat, muntah, dan diare. Jadi, Moms harus memastikan bayi cukup cairan saat tifus.

Selain dari ASI atau susu formula, dokter juga biasanya akan merekomendasikan oralit atau larutan rehidrasi oral untuk menggantikan cairan yang hilang.

Meskipun bayi mungkin kehilangan nafsu makan, penting baginya untuk tetap mendapatkan asupan nutrisi dari makanan. Ini agar Si Kecil tetap memiliki energi dan untuk mempercepat proses pemulihannya.

Jika bayi masih disusui, berikan ASI sesering mungkin atau biarkan menyusu selama mungkin. Untuk balita, makanan harus dibagi menjadi beberapa porsi yang lebih kecil dan diberikan sepanjang hari.

Baca Juga: Kenali 6 Gejala Tifus Pada Bayi

3. Istirahat dan Jaga Kebersihan Badan

Coba 4 Tips Saat Bayi Terkena Tifus -3.jpg

Foto: Mommynearest.com

Tips mengobati tifus pada bayi yang selanjutnya adalah istirahat dan jaga kebersihan. Bayi Anda yang sedang terkena tifus perlu banyak istirahat saat pulih dari demam sampai gejalanya benar-benar hilang. Ini akan membantu tubuh menjadi kuat lebih cepat. Energi yang biasa digunakan untuk beraktivitas akan beralih saat masa-masa pemulihan.

Jika Moms tidak ingin terlalu sering memandikan bayi saat tifus, kebersihan badan Si Kecil harus tetap terjaga. Caranya, Moms bisa mengelap badan Si Kecil dengan lap atau spons khusus agar menambah kesegaran Si Kecil selama sakit.

Jangan lupa untuk terus mengganti bajunya selama demam dan masa pemulihan.

4. Beri Vaksin Tifus untuk Bayi

Coba 4 Tips Saat Bayi Terkena Tifus -4.jpg

Foto: Famhealth.in

Tips mengobati tifus pada bayi yang selanjutnya adalah beri vaksin tifus untuk bayi. Vaksin untuk tifus biasanya terdiri dari dua jenis, yakni vaksin yang disuntikkan untuk anak usia 2 tahun atau yang lebih tua dan vaksin yang diberikan secara oral yang diberikan pada anak usia 6 tahun atau lebih.

Pada Desember 2017, World Health Organization (WHO) melakukan prakualifikasi vaksin konjugasi pertama untuk tifus. Vaksin baru ini memiliki kekebalan yang lebih lama daripada vaksin lama, membutuhkan dosis lebih sedikit dan dapat diberikan kepada anak-anak dari usia 6 bulan.

Pada Oktober 2017, Kelompok Ahli Penasihat Strategis (SAGE) tentang imunisasi merekomendasikan vaksin konjugat tifoid untuk penggunaan rutin pada anak di atas 6 bulan di negara endemik tipus.

Hasilnya, kasus penyakit bakteri turun lebih dari 80 persen dalam uji coba, yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine.

"Ini bekerja dengan sangat baik dalam mencegah penyakit ini menyerang pada anak yang paling rentan di dunia," ujar Prof Andrew Pollard, dari Universitas Oxford, yang telah terlibat dalam uji coba seperti dilancir BBC News.

Baca Juga: Ini Perbedaan Tipes dan Tifus. Jangan Tertukar, Ya!

Nah, itulah beberapa tips untuk mengobati tifus pada bayi. Pastikan Si Kecil telah melalui tes untuk menentukan penyakitnya. Tifus adalah salah satu hal yang memerlukan waktu pemulihan yang tidak sebentar.

Artikel Terkait