KEHAMILAN
1 Agustus 2020

Amankah Mengonsumsi Hati Saat Hamil? Simak Penjelasannya di Sini

Tak sedikit yang mengatakan bahwa mengonsumsi hati saat hamil bisa berisiko pada janin
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Phanie Fauziah
Disunting oleh Dina Vionetta

Kehamilan mengharuskan Moms untuk mengubah gaya hidup dan pola makan dengan mengonsumsi banyak makanan bernutrisi, apalagi bagi Moms yang menjalani diet.

Saat hamil, fokusnya adalah pada diet seimbang, termasuk daging diberikan karena memberikan dosis protein yang baik.

Tetapi, untuk daging karena memiliki beberapa organ, maka mungkin menimbulkan pertanyaan tentang keselamatan mereka, terutama selama kehamilan.

Nah, dikarenakan wanita hamil berisiko tinggi menderita anemia, kita mungkin langsung berpikir untuk menambahkan hati ke dalam rencana diet.

Tapi, apakah aman mengonsumsi hati saat hamil?

Baca Juga: 6 Manfaat Hati Ayam untuk Kesehatan Tubuh Anak

Bisakah Ibu Hamil Makan Hati?

mengonsumsi hati saat hamil.jpg

Foto: lutgardmusiime.com

Pada catatan umum, konsumsi hati tidak dilarang untuk wanita hamil.

Hati diketahui mengandung berbagai zat yang bisa sangat bermanfaat bagi ibu dan juga anak yang sedang tumbuh.

Namun, hati juga memiliki komponen yang disebut retinol yang meningkatkan risiko malformasi janin.

Karena itu, porsinya perlu dipertahankan karena konsumsi hati yang berlebihan dapat membahayakan kesehatan janin.

Kita akan berbicara tentang efek berbahaya dari mengkonsumsi terlalu banyak hati, tapi sebelumnya ada beberapa manfaat dari hati saat hamil selagi masih dalam batas ssat mengonsumsinya.

Baca Juga: Diet Rendah Karbohidrat Tingkatkan Peluang Hamil? Ini Kata Ahli

Manfaat Mengkonsumsi Hati Saat Hamil

mengonsumsi hati saat hamil 2.jpg

Foto: parenting.firstcry.com

Hati mengandung beberapa elemen penting yang dianggap penting bagi seorang ibu dan bayinya dalam kehamilan, yang membuat konsumsi hati menjadi pilihan yang menguntungkan. Inilah beberapa di antaranya:

Asam folat - Ini memainkan peran kunci dalam perlindungan anak di dalam rahim. Ini juga meningkatkan perkembangan neurologis janin.

Protein - Protein diperlukan untuk pembentukan atau kekuatan tubuh dan penting untuk perkembangan janin. Dan seorang wanita bisa mendapatkan protein yang cukup dengan mengonsumsi hati dalam proporsi sedang.

Vitamin A - Hati adalah sumber vitamin A yang baik, yang tidak hanya menyediakan nutrisi lengkap tetapi juga secara langsung berdampak pada perkembangan penglihatan dan kekebalan pada anak yang baru lahir.

Zat besi - Kehadiran zat besi di hati adalah salah satu alasan utama mengapa wanita hamil dianjurkan konsumsi hati karena mengurangi risiko anemia dan menjaga darah tetap sehat.

Baca Juga: Zat Besi dapat Meningkatkan Kesuburan, Ini Kata Ahli!

Jumlah Hati yang Aman untuk Dikonsumsi Saat Hamil

mengonsumsi hati saat hamil 3.jpg

Foto: vaya.in

Aman untuk mengkonsumsi 65 hingga 75 gram hati yang dimasak dengan baik per minggu untuk mendapatkan manfaat kesehatan; Namun, porsinya mungkin bervariasi karena hati yang berasal dari sumber berbeda memiliki kadar retinol yang berbeda.

Beberapa orang mungkin disarankan untuk mengurangi jumlah dan frekuensi makan hati untuk menghindari komplikasi kesehatan.

Biasanya adalah demi kepentingan terbaik Anda untuk menjaga konsumsinya terbatas hanya sekali seminggu atau dua kali sebulan.

Baca Juga: Ini Bahaya Retinoid dan Retinol untuk Ibu Hamil, Hati-hati!

Risiko Makan Hati Selama Kehamilan

mengonsumsi hati saat hamil 4.jpg

Foto: momjunction.com

Daging pada umumnya bermanfaat bagi seorang ibu, tetapi jika dikonsumsi dalam jumlah besar, itu mungkin memengaruhi kesehatan janin.

Proporsi nutrisi dalam hati ayam bervariasi dibandingkan dengan yang ada di hati sapi atau kambing.

Itu perlu diperhitungkan ketika merencanakan diet jika Anda ingin makan hati selama kehamilan.

Vitamin A hadir dalam proporsi besar di hati. Meskipun bermanfaat, mengkonsumsi banyak itu dapat berbahaya bagi bayi karena hadir dalam hati dalam bentuk retinol, yang merupakan prekursor vitamin yang sebenarnya.

Retinol, bila dikonsumsi dalam jumlah tinggi berisiko.

Konsumsi berlebihan telah dikaitkan dengan cacat perkembangan pada anak, dan kanker pada ibu.

Menurut Baby Center, hati mengandung tingkat retinol yang sangat tinggi, yang merupakan jenis vitamin A.

Jika Moms memiliki terlalu banyak bentuk retinol vitamin A, kadar tinggi dapat menumpuk di tubuh Moms dan mungkin berbahaya bagi bayi yang belum lahir.

Moms juga harus tahu bahwa retinol juga ada dalam beberapa produk yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, Moms juga harus menghindari beberapa produk hati yang dapat membahayakan bayi.

Baca Juga: Amankah Mengonsumsi Daging Asap Saat Hamil?

Artikel Terkait