PROGRAM HAMIL
10 Oktober 2019

Mengonsumsi Makanan Organik Meningkatkan Peluang Hamil? Simak Apakah Mitos atau Fakta

Seberapa penting Moms perlu mengonsumsi makanan organik?
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Ada banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan program hamil. Sebagian faktor-faktor itu dapat kita kendalikan, namun sebagian lagi tidak bisa diapa-apakan.

Faktor usia dan genetik misalnya, tidak bisa “direkayasa” untuk mempermudah program hamil.

Menurut studi tentang diet dan kesuburan dari Harvard Medical School, mengonsumsi pangan tertentu dan menghindari pangan yang lain dapat Moms lakukan untuk membantu meningkatkan fungsi ovulasi.

Dikutip dari situs web Hareetz, sebuah studi skala kecil menyarankan perempuan yang berencana untuk hamil agar memulai mengonsumsi makanan organik.

Alasannya, studi tersebut menemukan perempuan yang di aliran darahnya terdapat residu pestisida dan berusaha hamil lewat prosedur in-vitro fertilization (IVF), memiliki peluang lebih rendah untuk hamil dan berisiko mengalami keguguran.

Baca Juga: Cara Menghemat Biaya IVF, Simak Penjelasannya di Sini!

Ada Hubungan Perawatan Kesuburan dengan Residu Pestisida Sayuran

Mengonsumsi Makanan Organik Meningkatkan Peluang Hamil 01.jpg

Foto: freepik.com

Studi observasional yang dilakukan di sebuah pusat kesuburan di Boston antara 2007 dan 2016 itu bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara hasil perawatan kesuburan dengan residu pestisida dalam makanan yang dikonsumsi calon ibu.

Hasil dari pengamatan para ahli, mengonsumsi makanan organik (terutama buah dan sayuran) secara signifikan meningkatkan kesuburan dan mengurangi risiko kegagalan kehamilan.

Sementara, perempuan yang mempraktikkan pola makan konvensional (tidak menjalankan mengonsumsi makanan organik, tetapi mengonsumsi pangan yang disemprot pestisida) memiliki tingkat keberhasilan yang lebih rendah untuk dapat hamil dengan IVF.

Baca Juga: Seberapa Besar Manfaat Makanan Organik untuk Anak?

Edukasi Pasien tentang Residu Pestisida

Mengonsumsi Makanan Organik Meningkatkan Peluang Hamil 02.jpg

Foto: pexels.com

Hasil studi yang dipimpin oleh Jorge E. Chavarro, dosen bidang nutrisi dan epidemiologi di Harvard T. H. Chan School of Public Health itu telah diterbitkan di Journal of the American Medical Association.

“Tadinya saya skeptis bahwa residu pestisida pada makanan akan berdampak pada kesehatan kita. Awalnya saya pikir kami tidak akan menemukan apa pun,” kata Dr. Chavarro.

Tetapi, sekarang ia berpikir sebaliknya. “Sekarang saya akan lebih mau untuk membeli apel organik dibandingkan beberapa bulan lalu,” tambah Dr. Chavarro.

Ahli epidemiologi dan dokter spesialis anak Phillip Landrigan, M.D., dari Mount Sinai Hospital, dalam komentar yang ia tuliskan di jurnal yang menerbitkan studi tadi mengatakan, para dokter harus merespons temuan tersebut dengan mengedukasi pasien tentang pestisida dan mendorong pengurangan penggunaannya.

“Dorong pasien agar mempraktikkan mengonsumsi makanan organik,” tulis Dr. Landrigan.

Dr. Landrigan juga menganjurkan penyuluhan bagi pejabat terpilih dan pembuat kebijakan lainnya tentang bahayanya pestisida.

“Buat mereka menyadari bahwa pestisida bukan hanya soal regulasi atau masalah lingkungan, tetapi zat kimia keras itu dapat mengakibatkan efek yang besar bagi kesehatan manusia.”

Baca Juga: Rachel Vennya Hobi Bikin Sabun Organik, 3 DIY Sabun Ini Mudah dan Bisa Dibuat di Rumah

(AN)

Artikel Terkait