KEHAMILAN
27 Juni 2020

Amankah Mengonsumsi Obat Penghilang Rasa Sakit Saat Hamil?

Banyak sekali keluhan yang Moms rasakan saat hamil, termasuk rasa sakit
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Phanie Fauziah
Disunting oleh Dina Vionetta

Kehamilan merupakan masa di mana seorang wanita perlu berhati-hati melakukan tindakan dalam bergaya hidup dan kebiasaan.

Beberapa tindakan yang sebelumnya tidak berdampak serius akan berbeda ketika dilakukan saat hamil.

Seperti memilih obat penghilang rasa sakit saat hamil. Moms perlu mengetahui jenis obat yang aman dan risiko obat tersebut.

Dengan mengetahui hal tersebut, Moms dapat mengatasi dampak atau risiko berbahaya sebelum mengonsuminya.

Baca Juga: 7 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Hamil, Yuk Coba!

Jenis Obat Penghilang Rasa Sakit

obat penghilang rasa sakit saat hamil.webp

Foto: cdc.gov

Dilansir dari BBC News, sebuah penelitian di Denmark menunjukkan bahwa obat-obatan meningkatkan risiko testis yang tidak turun pada bayi laki-laki, dan dikaitkan dengan infertilitas serta kanker di kemudian hari.

Sebaiknya Moms menghindari penggunaan obat penghilang rasa sakit. National Health Service (NHS) menyatakan, wanita hamil umumnya disarankan untuk tidak menggunakan ibuprofen.

Mengonsumsi ibuprofen sebagai obat penghilang rasa sakit saat hamil itu berbeda, tergantung pada berapa minggu usia kehamilan Moms.

Ibuprofen tidak boleh digunakan ketika kehamilan Moms memasuki minggu ke 30 atau lebih, kecuali atas saran dokter.

Ibuprofen akan meningkatkan risiko komplikasi seperti masalah jantung pada bayi dan berkurangnya cairan ketuban jika dikonsumsi saat hamil.

Namun, jika memang dalam kondisi tertentu dan merasa perlu minum obat penghilang rasa sakit saat hamil, parasetamol biasanya aman untuk dikonsumsi.

Tetapi, sebelum mengonsuminya pun tetap harus mendapatkan saran dari bidan atau dokter kandungan.

Obat ini digunakan ketika Moms merasakan nyeri dan demam dengan suhu tinggi. Gunakan parasetamol dengan dosis efektif terendah untuk waktu yang sesingkat mungkin.

Baca Juga: 8 Solusi Mengatasi Sakit Leher saat Hamil, Sederhana Banget!

Risiko Obat Penghilang Rasa Sakit

obat penghilang rasa sakit saat hamil 2.jpeg

Foto: news18.com

Meskipun aman, obat penghilang rasa sakit tetap dapat berdampak pada bayi Moms kemudian hari seperti yang dijelaskan melalui studi yang dipublikasikan dalam jurnal Environmental Health Perspectives.

Obat penghilang rasa sakit akan tetap ditemukan sisanya pada struktur DNA bayi dalam kandungan. Ada beberapa risiko yang akan terjadi, seperti pada kesuburan embrio.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan The University of Edinburgh menemukan bahwa penggunaan obat penghilang rasa sakit tanpa resep dokter dapat memengaruhi kesuburan embrio yang sedang berkembang.

Risiko lainnya adalah bayi memiliki setidaknya 30 persen melahirkan bayi dengan gangguan ADHD dan meningkatkan risiko autisme hingga 20 persen.

Obat penghilang rasa sakit saat hamil yang terbilang aman seperti parasetamol pernah dikaitkan dengan masalah komunikasi dan penurunan IQ anak.

Penelitian yang dimuat dalam American Journal of Epidemiology, ibu hamil yang mengonsumsi acetaminophen lebih dari enam kali selama trimester awal, berisiko memiliki anak perempuan dengan kosakata yang terbatas dan masalah perkembangan bahasa sebagai tanda awal masalah perkembangan saraf lainnya pada anak.

Moms perlu berhati-hati dalam memutuskan pengobatan ketika merasakan nyeri atau demam. Sebelum mengonsumsinya, Moms harus berkonsultasi dengan bidan atau dokter untuk mengetahui jenis dan dosis obat yang aman sesuai dengan kondisi Moms.

Baca Juga: Sakit Perut saat Hamil? Tenang Moms, Ini Cara Meredakannya!

Artikel Terkait