PERNIKAHAN & SEKS
20 September 2019

Menikah untuk Kedua Kali dengan Bujangan, Bagaimana Cara Mengambil Hati Mertua?

Mendekatkan diri dengan mertua adalah langkah penting untuk membina hubungan yang baik
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Orami

Pasangan yang memutuskan untuk menikah tentu ingin agar bisa menjalani kehidupan yang bahagia bersama pasangan.

Namun, hal ini mungkin akan sedikit berbeda jika Moms seorang wanita yang pernah menikah sebelumnya, dan hendak menikah dengan pria yang masih lajang.

Pasalnya, ketika menikah dengan pasangan, seseorang juga turut 'menikah' dengan keluarga dari pasangan, termasuk akan berhubungan dengan ibu mertua.

Ibu Mertua Cenderung Utamakan Anak yang Bahagia

ibu mertua.jpg

Lalu, bagaimana cara mengambil hati ibu mertua bagi wanita yang hendak menikah dengan pria lajang?

Psikolog Liza Djaprie, menjelaskan bahwa terkadang, seorang ibu tidak mempermasalahkan latar belakang calon menantunya, asalkan anaknya bahagia.

"Kadangkala, ada ibu yang tidak bermasalah dengan status calon menantu, dan lebih mengutamakan kebahagiaan sang anak," terangnya.

Baca Juga: Suka Duka Tinggal di Rumah Mertua

Penting Mendekatkan Diri dengan Mertua

ibu mertua-2.jpg

Menantu wanita perlu memahami, bahwa penting menjalin hubungan dengan mertua, mengingat akan menjadi bagian dari keluarga pasangan.

"Apapun kondisinya, belajarlah untuk lebih mau menegur, berkontak, dan mendekatkan diri dengan mertua. Karena, kondisinya sang menantu tersebut yang masuk ke dalam keluarga dan berstatus orang tua," jelas Liza.

Lebih lanjut, Liza juga menjelaskan bahwa pada akhirnya, mertua yang menjadi 'pemegang' kendali terhadap restu menantu wanita.

"Tunjukkan saja yang terbaik dari diri. Hasil akhir (disukai atau tidak, diterima atau tidak) itu sebenarnya bukan menjadi kendali sang menantu," katanya.

Baca Juga: 4 Tips Agar Punya Hubungan Baik dengan Mertua yang Tinggal Serumah

Tips Membangun Hubungan Baik dengan Mertua

1. Jaga Ekspektasi dengan Rasional

mertua-1.jpg

Barbara Greenberg, Ph.D., psikolog klinis, menjelaskan pentingnya menjaga ekspektasi tetap rasional terhadap mertua.

"Selalu ingat bahwa mereka bukan orang tua Anda dan mereka akan berperilaku berbeda. Mungkin Anda perlu menurunkan ekspektasi sehingga tidak merasa tertekan," jelasnya mengutip Psychology Today.

2. Lakukan Aktivitas yang Dinikmati Mertua

ibu mertua-3.jpg

Melakukan kegiatan yang dinikmati mertua akan membuat mereka merasa dicintai dan diterima.

"Pengalaman saya adalah semua orang menyukai kesempatan untuk berbicara tentang kegiatan yang menenangkan atau membuat mereka bersemangat," terangnya.

Baca Juga: Sudah Jadi Ibu Kita Juga, Ini 7 Cara Dekat dengan Ibu Mertua

3. Penting Menjaga Komunikasi

ibu mertua tinggal serumah-4.jpg

Memiliki komunikasi yang baik dengan mertua adalah hal penting, ketimbang membuat asumsi tentang mertua.

"Memahami dan berkomunikasi itu sangat berharga dan dapat membuat kemungkinan akan terjadinya kesalahpahaman lebih kecil," lanjut Barbara.

4. Ikutsertakan Mertua dalam Kegiatan Keluarga

mertua3.jpg

Mengikutsertakan mertua dalam kegiatan keluarga akan membuat diri mereka merasa diperlukan.

Misalnya, bagi menantu wanita yang sudah memiliki anak, bisa mengajak mertua untuk turut berperan dalam memandikan bayi, atau menyuapinya.

"Saya telah memerhatikan berkali-kali, bahwa individu dari segala usia berbuat lebih baik ketika mereka dibutuhkan dan dihargai," tutup Barbara.

Artikel Terkait