COVID-19
19 Agustus 2020

Ketahui 4 Tips Menjalani Fase New Normal Bersama Bayi

Selalu lakukan protokol kesehatan saat keluar rumah
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Begita
Disunting oleh Amelia Puteri

Setelah lebih dari tiga bulan melakukan aktivitas di dalam rumah, kali ini pemerintah sedikit demi sedikit mulai melaksanakan kebijakan kenormalan baru atau new normal.

Tidak hanya Moms atau Dads yang mungkin telah kembali ke kantor, tentunya saat di rumah ada banyak hal yang perlu diperhatikan untuk menghadapi fase new normal bersama bayi.

Lalu, langkah apa saja yang bisa dilakukan saat menjalani fase new normal bersama bayi? Cari tahu tips-tipsnya berikut ini, Moms.

Baca Juga: Ada Klaster Perkantoran COVID-19 di Era New Normal, Ini Penjelasannya

Tips Menjalani Fase New Normal Bersama Si Kecil

Tentunya, penting menjaga kebersihan dan lakukan protokol kesehatan dalam menjalani fase new normal bersama Si Kecil. Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan.

1. Tetap Lakukan Protokol Kesehatan

Seperti Apa Menjalani Fase New Normal Bersama Bayi di Rumah

Foto: Orami Photo Stock

Meski kini aktivitas sudah lebih terbuka upayakan untuk tetap menjaga jarak sosial ketika keluar ya, Moms dan Dads. Selain itu alat pelindung diri juga harus tetap dipakai.

Buat Moms, jangan lupa kenakan masker yang menutupi hidung dan mulut setiap kali meninggalkan rumah. Sementara anak usia dua tahun atau lebih boleh memakai penutup wajah atau face shield.

Catatan bagi anak usia di bawah dua tahun sangat tidak disarankan mengenakan masker ya, moms. Karena bisa mengganggu pernafasannya. Face shield bisa jadi pilihan selagi sesuai dengan kebutuhan bayi dan terjamin keamanannya.

Baca Juga: Kegiatan New Normal dengan Risiko Penularan COVID-19 Paling Rendah ke Paling Tinggi

2. Sering Cuci Tangan

Seperti Apa Menjalani Fase New Normal Bersama Bayi di Rumah

Foto: Orami Photo Stock

Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air. Jika tidak ada air selalu membawa hand sanitizer. Untuk menghadapi fase new normal bersama bayi, moms juga hendaknya memastikan kandungan hand sanitizer yang digunakan.

Harvard Health menuliskan bahwa hand sanitizer dengan 70% kadar alkohol bisa membunuh beberapa bakteri dan virus.

Selain itu, hindari menyentuh mata, hidung, atau mulut, batuk dan bersin ditutup dengan siku, dan jauhi sementata siapa pun yang sakit atau pernah ada di sekitar seseorang dengan COVID-19.

3. Rutin Imunisasi

Seperti Apa Menjalani Fase New Normal Bersama Bayi di Rumah

Foto: Orami Photo Stock

Jika anak sakit atau perlu pengecekan dan imunisasi rutin di tengah COVID-19, alangkah baiknya kalau Moms lebih hati-hati saat membawanya ke dokter.

Meski pun saat ini, semua pihak tahu lebih banyak tentang COVID-19, terutama staf di kantor dokter dan unit gawat darurat rumah sakit yang siap mengambil langkah ekstra untuk menjaga keamanan semua orang.

Sebelum ke rumah sakit, pastikan Moms dan Si Kecil tidak memiliki gejala tertentu jika ingin melakukan vaksinasi saat COVID-19.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memberikan panduan, bahwa pihak rumah sakit dan klinik harus melakukan skrining awal terhadap kondisi Moms dan Si Kecil.

Proses skrining ini diprioritaskan terutama pada individu termasuk anak-anak yang memiliki gejala atau kontak dengan individu yang terdiagnosis COVID-19.

Baca Juga: Amankah Berolahraga di Gym Selama New Normal? Ini 4 Tipsnya

4. Berikan Dukungan Emosional Anak

Seperti Apa Menjalani Fase New Normal Bersama Bayi di Rumah

Foto: Orami Photo Stock

Moms dan Dads tentu ingin melindungi anak-anak dari berita buruk. Tetapi di tengah kondisi seperti ini, yang terbaik bagi anak-anak adalah mendengar informasi yang dapat dipercaya, dan mendengarnya dari orang tua.

Ini terutama berlaku untuk anak dengan usia dua tahun ke atas. Penyaringan informasi juga dibutuhkan sebagai tips menjalani fase new normal bersama anak.

Misalnya dengan memberi pengertian pada anak untuk terbiasa menggunakan masker dan melihat orang yang menggunakan masker.

Dr. Linda Nicolotti dari Brenner Children's menyebut dalam kondisi seperti ini anak-anak sangat mungkin mengalami peningkatan emosi negatif seperti stres, kecemasan, kemarahan, frustrasi, atau kesedihan.

Emosi-emosi ini membutuhkan jalan keluar, dan orang tua mungkin memerhatikan beberapa perubahan seperti meningkatnya masalah perilaku anak-anak yang lebih muda atau lebih banyak murung atau lesu.

Secara komparatif, anak-anak lain mungkin mudah menyesuaikan diri dengan semua perubahan.

Oleh karena itu, buat celah untuk anak-anak agar bisa membagikan perasaan mereka. Dengarkan anak-anak dan validasikan perasaan dan pengalaman mereka.

Pastikan untuk tidak membebani anak-anak dengan masalah orang dewasa atau menanamkan rasa bersalah. Orang dewasa harusnya memerhatikan bagaimana percakapan dan perilaku mereka dapat memengaruhi anak-anak.

Beberapa hal yang bisa dilakukan bersama seperti menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga lewat bermain game misalnya. Ajak anak terlibat dan minta semua orang untuk menyumbangkan ide tentang bagaimana menghabiskan waktu yang menyenangkan bersama.

Artikel Terkait