KESEHATAN
14 September 2018

Mengenal Menorrhagia, Menstruasi Tidak Berhenti-henti

Menorrhagia bisa disebabkan karena ketidakseimbangan hormon
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Intan
Disunting oleh Intan

Menorrhagia adalah istilah medis untuk periode menstruasi dengan perdarahan yang abnormal berat atau berkepanjangan. Meskipun perdarahan menstruasi yang berat dan panjang merupakan masalah umum, namun kebanyakan wanita tidak mengalami kehilangan darah yang cukup berat untuk didefinisikan sebagai menorrhagia.

Dengan menorrhagia, Moms tidak dapat melakukan aktivitas yang biasa dilakukan saat menstruasi karena kehilangan banyak darah dan mengalami kram. Mari kita simak pembahasan menorrhagia, menstruasi yang tidak berhenti-henti.

Gejala Menorrhagia

003af468d3922734ee0c0df38d a2vimge2mzi0mgq4 women holding a sanitary napkin and tampon

Tanda dan gejala menorrhagia meliputi:

- Penuhnya satu atau lebih pembalut atau tampon setiap jam selama beberapa jam berturut-turut.

- Perlu menggunakan perlindungan sanitasi ganda untuk mengontrol aliran menstruasi.

- Perlu bangun untuk mengganti perlindungan sanitasi di malam hari.

- Pendarahan lebih dari satu minggu.

- Gejala anemia, seperti kelelahan, kelelahan atau sesak napas.

Baca Juga: Kenapa Menstruasi Hanya Berupa Flek?

Kapan Harus ke Dokter?

istock 908625742

Ketika mulai menemukan adanya masalah kewanitaan, memang sebaiknya langsung konsultasikan dengan dokter. Terutama bila sudah menemukan beberapa hal berikut:

- Pendarahan vagina begitu berat hingga setidaknya satu pembalut atau tampon satu jam selama lebih dari dua jam.

- Perdarahan antara menstruasi atau perdarahan vagina tidak teratur.

- Pendarahan vagina setelah menopause.

Baca Juga: Jangan Dipercaya! Ini 8 Mitos Menstruasi yang Ternyata Salah

Penyebab Menorrhagia

gettyimages 656149434

Dalam beberapa kasus, penyebab perdarahan menstruasi yang berat tidak diketahui, tetapi sejumlah kondisi dapat menyebabkan menorrhagia. Penyebab umumnya meliputi:

1. Ketidakseimbangan Hormon

Dalam siklus menstruasi yang normal, keseimbangan antara hormon estrogen dan progesteron mengatur penumpukan lapisan rahim (endometrium), yang ditumpahkan selama menstruasi.

Jika ketidakseimbangan hormon terjadi, endometrium berkembang secara berlebihan dan akhirnya mati karena perdarahan menstruasi yang berat.

Sejumlah kondisi dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon, termasuk sindrom ovarium polikistik (PCOS), obesitas, resistensi insulin, dan masalah tiroid.

2. Disfungsi Ovarium

Jika ovarium Moms tidak melepaskan telur (ovulasi) selama siklus menstruasi (anovulasi), tubuh Moms tidak menghasilkan hormon progesteron, seperti yang akan terjadi selama siklus menstruasi yang normal. Hal ini menyebabkan ketidakseimbangan hormon dan dapat menyebabkan menorrhagia.

3. Komplikasi Kehamilan

Selain keguguran, penyebab lain perdarahan berat selama atau setelah kehamilan adalah lokasi plasenta yang tidak biasa, seperti plasenta rendah atau plasenta previa.

Baca Juga: Perbedaan Pembalut, Tampon, Menstrual Cup, dan Panty Liner 

4. Kanker

Kanker rahim dan kanker serviks dapat menyebabkan perdarahan menstruasi yang berlebihan, terutama pasca menopause atau pernah menjalani tes pap abnormal di masa lalu.

5. Obat-obatan

Obat-obatan tertentu, termasuk obat-obat anti-radang, obat-obatan hormonal seperti estrogen dan progestin, dan antikoagulan seperti warfarin (Coumadin, Jantoven) atau enoxaparin (Lovenox), dapat berkontribusi terhadap perdarahan menstruasi yang berat atau berkepanjangan.

6. Kondisi Medis Lainnya

Sejumlah kondisi medis lainnya, termasuk penyakit hati atau ginjal, mungkin berhubungan dengan menorrhagia.

Jika Moms mengalami perdarahan menstruasi yang berat, konsultasikan segera dengan dokter karena ada banyak perawatan yang efektif untuk menorrhagia.

(MDP)

Artikel Terkait