KESEHATAN
21 Agustus 2020

Menstruasi Tidak Lancar? Bisa Jadi Akibat Stres

Ada berbagai penyebab menstruasi tidak lancar, salah satunya tingkat stres yang tinggi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Intan Aprilia

Siklus menstruasi tiap perempuan memang berbeda-beda, tapi umumnya perempuan subur akan mengalami siklus menstruasi setiap 28 hari.

Siklus menstruasi bisa juga berkisar dari setiap 21 hingga 35 hari. Lalu, bagaimana jadinya apabila siklus menstruasi tidak lancar?

Telat menstruasi umumnya menjadi salah satu tanda umum dari kehamilan. Namun, nyatanya banyak hal lainnya yang sebabkan menstruasi tidak lancar. Ini ulasan yang perlu Moms ketahui.

Menstruasi Tidak Lancar karena Stres

menstruasi tidak lancar

Foto: pexels.com/Tess Emily Seymour

Tingkat stres yang tinggi dapat menjadi salah satu penyebab siklus menstruasi tidak lancar.

Hormon yang sebabkan stres atau hormon kortisol bertanggung jawab dalam siklus menstruasi perempuan.

Ketika kadar kortisol meningkat sebagai respons terhadap stres, proses ovulasi yaitu pelepasan sel telur dari ovarium dapat terlambat atau dihentikan sama sekali.

Ya, rasanya memang wajar apabila seseorang mengalami stres, termasuk perempuan.

Kesibukan rumah tangga, pekerjaan, dan anak-anak bisa membuat Moms sulit untuk mengelola stres yang akhirnya bisa berdampak bahaya untuk kesehatan. Bahkan hal ini memengaruhi siklus menstruasi Moms setiap bulannya.

“Siklus menstruasi dapat menjadi tidak normal karena dipengaruhi kadar kortisol atau adrenalin yang meningkat. Adapun tanda ini merupakan pengingat bagi Moms agar mampu menjaga diri sendiri,” ujar Dr. Hector O. Chapa, asisten profesor klinis kebidanan dan ginekologi di Texas.

Baca Juga: 5 Cara Alami Mengatasi Siklus Menstruasi yang Tidak Teratur

Namun, sebenarnya ketika siklus menstruasi tidak lancar dalam waktu yang lama, Moms sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

“Tentunya pemeriksaan fisik dan sejarah medis akan berpengaruh. Jika tidak ada kelainan yang ditemukan, maka bisa jadi stres menjadi sumber masalahnya. Untuk itu, sebaiknya kelola stres yang dialami dengan baik,” ujar Dr. James Greene, direktur medis untuk kesehatan wanita di Kaiser Permanente, Washington.

Penyebab Lainnya Menstruasi Tidak Lancar

Penyebab Lainnya Menstruasi Tidak Lancar

Foto: pexels.com/Engin Akyurt

Sebenarnya kalau mau dilihat lebih dalam, banyak sekali penyebab seorang perempuan mengalami menstruasi tidak lancar. Stres hanya menjadi salah satu di antaranya.

1. Obesitas dan Gaya Hidup

Jurnal dari BMC Women’s Health menyebutkan, menstruasi tidak teratur dapat dipengaruhi beberapa faktor seperti terkena penyakit tertentu, obesitas, kekurangan nutrisi, penurunan berat badan yang drastis, hingga pola hidup yang tidak sehat.

Kenaikan berat badan yang mendadak juga bisa menyebabkan menstruasi tidak lancar.

2. Merokok

Jurnal ini juga menyebutkan bahwa kebiasaan merokok dapat menyebabkan hipoestrogenisme, yaitu tubuh kekurangan estrogen. Hal ini akhirnya berpengaruh pada siklus menstruasi yang tidak lancar.

Baca Juga: Benarkah Siklus Menstruasi Tidak Teratur Bikin Susah Hamil?

3. PCOS

Nyatanya, penyakit yang dapat sebabkan siklus menstruasi tidak lancar adalah PCOS atau polycystic ovary syndrome.

PCOS sebabkan ketidakseimbangan hormon pada perempuan yang akhirnya menyebabkan siklus menstruasi tidak lancar atau malahan tertunda.

Namun, untuk memastikan kondisi ini, Moms membutuhkan diagnosis yang lebih mendalam.

“Tes darah dan USG vagina akan dilakukan untuk mendukung diagnosis. Jika seorang wanita memiliki periode menstruasi tidak lancar dan pertumbuhan rambut berlebih seperti pria, bisa menjadi gejala awal dari PCOS,” ujar Dr. Hector, menjelaskan.

Meskipun PCOS tidak dapat dicegah, namun beberapa pengobatan dapat dilakukan untuk mengembalikan siklus menstruasi Moms ke jalur yang benar. Terapi hormon juga dapat dilakukan mengingat pengidap PCOS umumnya akan sulit untuk hamil.

4. Perimenopause

Perimenopause adalah fase transisi sebelum Moms memasuki menopause. Perimenopause biasanya terjadi di usia 40-an, tapi juga bisa terjadi lebih awal.

Moms bisa mengalami tanda-tanda perimenopause selama 4-8 tahun, dimulai dari perubahan siklus menstruasi.

Level estrogen yang berubah dalam periode ini membuat menstruasi tidak lancar, juga bisa menjadi lebih lama atau lebih sebentar.

Gejala perimenopause yang lainnya adalah:

  • Hot flashes
  • Berkeringat di malam hari
  • Perubahan mood
  • Susah tidur
  • Vagina kering

Baca Juga: Siklus Menstruasi Panjang, Bagaimana Agar Bisa Cepat Hamil?

5. Masalah Tiroid

Studi yang dilakukan oleh The Journal of Obstetrics and Gynecology of India menemukan bahwa 44% partisipan penelitian mereka yang mengalami menstruasi tidak lancar memiliki masalah tiroid.

Hipertiroid dan tiroid yang kurang aktif bisa menyebabkan menstruasi yang lebih lama atau lebih sebentar dari biasanya, juga menyebabkan:

  • Turun berat badan secara tiba-tiba
  • Kecemasan dan kegelisahan
  • Palpitasi jantung
  • Pembengkakan di leher

6. Endometriosis

American College of Obstetricians and Gynecologists mengungkapkan bahwa 1 dari 10 wanita mengalami endometriosis. Biasanya kondisi ini dialami oleh wanita berusia 30-an sampai 40-an.

Endometriosis adalah di mana jaringan yang biasanya ada di uterus bertumbuh di luar uterus.

Endometriosis menyebabkan menstruasi tidak lancar, sangat lama dan sangat sakit, kram, darah yang berlebihan, serta perdarahan di antara periode menstruasi.

Gejala endometriosis lainnya adalah:

  • Sakit di bagian pencernaan
  • Sakit saat buang air besar
  • Sakit selama dan setelah berhubungan seks
  • Infertilitas

Saat ini belum ada pengobatan untuk mengatasi endometriosis, tapi bisa diminimalisir dengan terapi hormon.

7. Turun Berat Badan Secara Ekstrem dan Gangguan Makan

Bila Moms mengalami penurunan berat badan secara ekstrem dan tiba-tiba, menstruasi bisa terhenti.

Hal ini biasanya terjadi pada mereka yang mengalami masalah gangguan makan.

Tidak mengonsumsi kalori yang cukup bisa menghambat produksi hormon, sehingga berpengaruh pada siklus menstruasi.

Selain menstruasi yang berhenti, Moms juga bisa mengalami lesu, sakit kepala, dan rambut rontok.

Segera temui dokter bila berat badan kurang (underweight), mengalami penurunan berat badan tanpa diet atau olahraga, dan memiliki gangguan makan.

Baca Juga: Mengganti Pembalut, Sebaiknya Setiap Berapa Jam?

8. Olahraga Berlebihan

Olahraga yang terlalu berat dan berlebihan bisa mengganggu hormon yang berkaitan dengan menstruasi.

Atlet wanita yang melakukan latihan keras dan aktivitas fisik yang intens biasanya mengidap amenore, yaitu menstruasi yang terhenti.

Kurang intensitas olahraga dan menaikkan kadar kalori bisa mengembalikan siklus menstruasi seperti semula.

9. Mengonsumsi Obat-obatan

Beberapa jenis pengobatan bisa membuat menstruasi tidak lancar, di antaranya:

  • Terapi penggantian hormon
  • Pengencer darah
  • Obat tiroid
  • Obat epilepsi
  • Antidepresan
  • Obat kemoterapi
  • Aspirin dan ibuprofen

Segera hubungi dokter bila obat-obatan tersebut berdampak pada siklus menstruasi Moms.

Baca Juga: 5 Makanan yang Baik Saat Masa Menstruasi

Itulah yang bisa yang diketahui tentang penyebab menstruasi tidak lancar. Tentunya setiap perempuan akan mengalami kondisi yang berbeda. Namun, penting untuk dipahami bahwa stres bisa berdampak buruk pada kesehatan.

Sebaiknya kelola stres dengan baik, cukupkan nutrisi tubuh dengan makanan bergizi seimbang, jangan lupa minum air putih, rutin berolahraga, dan luangkan waktu untuk melakukan hal-hal yang disukai, ya, Moms!

Artikel Terkait