COVID-19
29 September 2020

7 Menteri Kesehatan Negara Ini Mundur, Tak Sanggup Tangani Pandemi COVID-19

Tanggung jawab dan tekanan yang besar membuat sejumlah Menkes memilih mengundurkan diri
placeholder

Foto: theglobeandmail.com // thestar.com

placeholder
Artikel ditulis oleh Lolita
Disunting oleh Amelia Puteri

Angka kasus COVID-19 di sejumlah negara terus meningkat. Berbagai cara telah dilakukan, mulai dari memberlakukan lockdown, PSBB, hingga protokol kesehatan demi menekan laju penyebaran virus corona.

Tentu ini bukanlah hal yang mudah bagi para tenaga medis, ilmuwan, terutama menteri kesehatan di seluruh dunia. Sebab, selama mereka masih menjabat sebagai Menkes, maka kesehatan dan tanggung jawab seluruh rakyat ada di pundaknya.

Tanggung jawab dan tekanan yang besar membuat sejumlah Menteri Kesehatan mundur dari jabatannya karena merasa gagal dan tak sanggup menangani pandemi COVID-19 di negaranya.

Baca Juga: Fakta RI-GHA COVID-19, Alat Rapid Test Buatan Indonesia

Daftar Menteri Kesehatan yang Mundur Karena COVID-19

Ada beberapa Menteri Kesehatan mundur dari berbagai negara, karena pandemi COVID-19, serta kritikan dari masyarakat. Siapa sajakah mereka? Berikut ini daftarnya.

1. David Clark, Menteri Kesehatan Selandia Baru

xx Menteri Kesehatan Berbagai Negara yang Ikhlas Mundur Karena Corona

Foto: instagram.com/davidclarkmp

Melansir Suara Jakarta, pada 2 Juli 2020, Menteri Kesehatan Selandia Baru David Clark mengumumkan mundur dari jabatannya karena munculnya kasus baru COVID-19 yang menyerang negara tersebut.

Sebelumnya, Clark sempat dikritik oleh pemerintah setempat karena tertangkap basah sedang berlibur bersama keluarga ke pantai dan berkendara melalui jalur sepeda gunung.

Hal tersebut sangat disayangkan oleh pemerintah dan masyarakat setempat karena dianggap menyalahi aturan lockdown yang ia buat sendiri.

2. Adam Vojtech, Menteri Kesehatan Ceko

Adam Vojtch

Foto: CNBC.com

Pada 21 September 2020, Menteri Kesehatan Ceko Adam Vojtech secara tiba-tiba mengumumkan pengunduran dirinya.

Dalam konferensi pers tersebut Vojtch menyampaikan bahwa ia telah melakukan dan mengusahakan yang terbaik dalam menangani wabah COVID-19 di Republik Ceko.

Keputusan tersebut dilakukan karena banyaknya kritik yang menghuninya terkait kasus COVID-19 yang terus melonjak. Bahkan, diketahui lonjakan kasus di Ceko meningkat dua kali lipat usai keputusan Vojtc mencabut PSBB di negara tersebut.

3. Lukasz Szumowski, Menteri Kesehatan Polandia

Lukasz Szumowski

Foto: wikipedia.org

Menteri Kesehatan Polandia Lukasz Szumowski mengumumkan pengunduran dirinya pada 15 Agustus 2020. Disinyalir, pengunduran diri tersebut merupakan respons atas kritik yang dilayangkan padanya terkait penanganan COVID-19 di Polandia.

Sebelumnya, banyak orang mempercayai kemampuan Szumowski untuk mengentaskan wabah COVID-19 di Polandia.

Namun, mengutip Asumsi.co, citranya mulai memburuk setelah terlibat dalam skandal pembelian ventilator dan masker.

Baca Juga: Klaster COVID-19 Terbesar di 5 Negara di Dunia, Jangan Abaikan Protokol Kesehatan!

4. Bruno Bruins, Menteri Kesehatan Belanda

Bruno Bruins

Foto: weforum.org

Mengutip Tirto.id, Bruins mengundurkan diri pada 19 Maret 2020. Keputusan tersebut dilakukan usai Bruins pingsan setelah berdebat dalam rapat membahas penanganan COVID-19 di Belanda.

Selanjutnya, dalam pengunduran dirinya tersebut Bruins mengungkapkan bahwa kondisi fisiknya yang lemah tak sanggup mengemban tugas dalam memerangi COVID-19 di negaranya.

5. Nelson Teich, Menteri Kesehatan Brasil

Nelson Teich

Foto: wikimedia.org

Sempat dilantik untuk menggantikan Menteri Kesehatan Brasil sebelumnya yakni Luiz Henrique, Teich malah memilih mengundurkan diri pada 15 Mei lalu.

Padahal diketahui Teich belum genap sebulan mengemban jabatan sebagai Menteri Kesehatan.

Dalam pengunduran dirinya tersebut, Teich diketahui bahwa Teich menolak menaati perintah Presiden Bolsonaro untuk membuat kebijakan penggunaan obat anti malaria sebagai obat anti-COVID-19.

Padahal, obat anti malaria tersebut tidak terbukti mampu membunuh COVID-19 dan penggunaannya pun memiliki efek samping yang membahayakan.

6. Catalina Andramuno, Menteri Kesehatan Ekuador

Catalina Andramuno

Foto: netralnews.com

Catalina Andramuno juga termasuk Menteri Kesehatan yang memutuskan mundur dari jabatannya pada 22 Maret 2020, selang beberapa hari mengadakan kunjungan ke rumah sakit di Ekuador untuk memastikan ketersediaan alat kesehatan.

Meski begitu, Andramuno tidak menjabarkan secara detail alasan pengunduran dirinya.

Mundurnya Andramuno sekaligus mencatat 500 kasus COVID-19 baru dalam sepekan dan Ekuador menjadi pusat penyebaran COVID-19 terbesar di benua Amerika Selatan.

Baca Juga: Klaster COVID-19 di Jakarta Bertambah, dari Klaster Pernikahan Hingga Tempat Hiburan Malam

7. Jaime Manalich, Menteri Kesehatan Chile

Jaime Manalich

Foto: wikimedia.org

Pada 14 Juni 2020, Manalich mengundurkan diri setelah 234 orang dilaporkan meninggal dunia akibat COVID-19 dalam waktu 1 hari.

Dalam jumpa pers saat pengunduran dirinya, Manalich mengaku gagal dan meminta maaf pada seluruh rakyat Chile.

Itulah tujuh Menteri Kesehatan yang memilih mundur dari jabatannya karena tak mampu mengemban tugas dalam mengentaskan wabah COVID-19. Bagaimana dengan Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto?

Artikel Terkait