PARENTING
7 Agustus 2017

Menumbuhkan Jiwa Seni Pada Anak Sejak Dini

Yuk, ajarkan jiwa seni pada anak
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Carla Octama
Disunting oleh Carla Octama

Apakah anak Mama suka bernyanyi atau menari? Bisa saja itu merupakan bakat seni yang tersembunyi yang Mama bisa gali dari kemampuannya.

Beberapa orang tua sering tidak sadar bahwa anaknya memiliki bakat seni yang luar biasa. Akibat ketidaktahuan tersebut, kemampuan tersebut akhirnya tidak tampak dan tersembunyi.

Tentu hal ini tidak diinginkan oleh Mama. Mama pasti menginginkan segala hal yang terbaik buat buah hati kecilnya. Jadi, kalau dia punya bakat kenapa tidak Mama tumbuhkan jiwa seninya sejak dini?

Cara Menanamkan Seni Ke Anak

Sebenarnya banyak cara yang dapat dilakukan untuk menanamkan seni pada anak sejak dini. Hal yang paling mudah dengan menggunakan sarana seperti buku bergambar. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan perasaan anak-anak pada seni sejak usia dini.

Tidak hanya buku gambar, Mama juga dapat menggunakan beberapa mainan musik seperti keyboard mini atau gitar mini untuk mengetahui seberapa besar bakat seninya dalam bidang musik.

Selain itu, ajaklah anak ke pertunjukan-pertunjukan seni dan lihatlah respon dari sikecil. Apakah dia bersikap antusias atau malah bosan dan cepat ingin pulang? Anak berjiwa seni pasti akan bersikap antusias dengan pertunjukan tersebut, tidak bisa dipungkiri jika dia memiliki bakat sebagai seniman.

Peran Orangtua Dalam Menumbuhkan Jiwa Seni Anak

Peran Mama sangatlah penting untuk menumbuhkan jiwa seni pada anak. Jika anak suka mencoret-coret dinding, jangan pernah memarahinya. Hal ini malah membuatnya menjadi halangan dalam menuangkan jiwa seni yang ada dalam dirinya.

Jika Mama tidak ingin dinding rumah jadi korban, Mama dapat menggunakan fasilitas lain seperti kertas kosong yang banyak. Setelah itu, pujilah anak dengan segala kreativitas yang dia ciptakan.

Dukungan dari Mama membuat anak semakin bersemangat untuk mengeluarkan segala imajinasinya. Kemampuan untuk berpikir dan berimajinasi inilah yang kemudian akan menyebar ke area lain dari otak sehingga anak juga memiliki kemampuan yang baik dalam menyelesaikan masalah, berpikir kritis, serta memahami bacaan.

Jika memang si kecil tertarik dengan seni, Mama harus menunjukkan ke dia bahwa anda juga sangat tertarik dengan seni pula. Mama dapat menjadikan seni sebagai bahan obrolan atau topik pembicaraan sehari-hari. kecil tertarik dengan seni. Misalkan menceritakan lukisan yang Mama miliki atau menonton film yang mengandung jiwa seni, atau mendenar aluran musik. Semua itu dilakukan untuk merangsang stimulasi anak terhadap seni.

Banyak hal yang bisa Mama lakukan untuk menumbuhkan jiwa seni pada anak? Apakah Mama punya usul atau pendapat lain? Yuk share bersama kami.

(PIA)

Artikel Terkait