2-3 TAHUN
25 Oktober 2020

Tips Menurunkan Demam pada Anak, Coba Yuk Moms!

Bisa dicoba dengan mudah di rumah
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Salah satu penyakit yang paling sering menyerang Si Kecil adalah demam. Biasanya saat mengalami demam, seorang anak akan terlihat lesu dan tidak bersemangat. Namun demam pada anak ini biasanya tidak disebabkan karena suatu yang berbahaya, dan hanya berlangsung beberapa hari saja.

Akan tetapi ketika anak terserang demam, yang namanya orang tua pasti khawatir dan panik mengetahui buah hatinya sakit. Apa sebenarnya penyebab demam pada anak?

Baca Juga: 6 Tips Menjaga Kesehatan Mata Anak agar Tetap Cemerlang

Demam adalah mekanisme tubuh kita untuk melawan infeksi. Tubuh menaikkan suhu badan untuk melawan kuman-kuman yang sedang menginfeksi. Pada umumnya, demam tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya dalam tiga hari.

Kadan-kadang, menurunkan demam tidak menyembuhkan infeksi yang terjadi. Namun, suhu tubuh yang meningkat sering kali membuat anak menjadi gelisah, dehidrasi, dan sulit makan. Bila kondisi ini terjadi, demam harus diturunkan.

Tips Menurunkan Demam pada Anak di Rumah

tips menurunkan demam pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Berikut beberapa tips menurunkan demam pada anak yang dapat dilakukan di rumah, sekaligus pantangan ketika mengatasi demam pada anak.

  • Letakkan kain bersih yang telah dibasahi dengan air suhu biasa, pada dahi anak pada saat istirahat.
  • Mandikan anak pada bak mandi dengan air hangat, atau seka anak dengan menggunakan kain/spons. Air yang menguap pada saat mandi melalui kulit, dapat menurunkan suhu tubuh. Jangan gunakan air dingin, untuk menghindari anak menggigil dan suhu tubuh meningkat. Keringkan bayi Moms segera setelah mandi.
  • Jangan gunakan alkohol untuk kompres. Alkohol dapat meningkatkan suhu tubuh dan dapat menyebabkan keracunan.
  • Berikan anak cukup cairan dan makanan yang dingin untuk mencegah dehidrasi, dan mendinginkan badan dari dalam.
  • Gunakan kipas angin dengan tekanan udara yang rendah. Tekanan udara yang rendah dapat membantu sirkulasi udara di sekitar anak untuk membantu mengurangi suhu tubuh.
  • Gunakan pakaian yang tipis. Dengan demikian, anak dapat mengeluarkan panas dengan mudah melalui kulitnya. Bila anak mulai menggigil, berikan selimut tipis.
  • Usahakan untuk selalu berada di dalam rumah. Bila harus keluar rumah, usahakan berteduh di tempat yang tidak terkena sinar matahari.
  • Turunkan suhu kamar. Jagalah agar rumah dan kamar bayi tetap sejuk. Ini dapat membantu mencegahnya dari kepanasan.
  • Gunakan acetaminophen (paracetamol) atau ibuprofen, untuk menurunkan suhu tubuh. Dosis paracetamol dan ibuprofen disesuaikan berdasarkan berat badan anak. Ibuprofen digunakan apabila usia anak lebih dari 6 bulan.
  • Jangan berikan aspirin. Sebab, aspirin dapat menyebabkan kondisi yang dinamakan sindrom Reye. Dalam kondisi ini, pembengkakan otak dan kerusakan hati dapat terjadi.
  • Jangan berikan obat batuk dan flu kombinasi pada anak. Bila harus menggunakannya, sesuaikan obat dengan gejala yang terjadi pada anak.
  • Jangan tunda pertolongan medis untuk bayi baru lahir dengan demam atau bayi dengan demam terus-menerus atau yang tampak sangat sakit.
  • Baringkan bayi secara tengkurap di atas permukaan yang aman dan nyaman, seperti meja ganti atau tempat tidur, atau di pangkuan Moms.

Baca Juga: Waspada, 4 Penyakit Ini Bisa Menyebabkan Demam Pada Anak

Beberapa tips menurunkan demam pada anak di atas telah terbukti dapat menurunkan demam pada anak dengan aman. Namun, pada kondisi tertentu demam tidak turun dan muncul beberapa tanda bahaya. Berikut ini sejumlah tanda bahaya yang harus anda perhatikan.

Dalam kondisi ini, segera bawa anak ke dokter terdekat.

  • Bila usia anak Moms di bawah tiga bulan, dan mengalami demam
  • Bila usia anak antara 3-5 bulan dengan suhu 38,3 derajat C
  • Bila usia anak di atas 6 bulan dengan suhu 38,8 derajat C
  • Bila suhu mencapai di atas 40 derajat C
  • Bila demam lebih dari tiga hari
  • Bila demam disertai gejala lain seperti kaku leher, nyeri tenggorokan, sesak, nyeri telinga, ruam kulit, kejang, atau nyeri kepala.

Baca Juga: Berapa Suhu Normal Anak dan Kapan Anak Dikatakan Demam?

Itulah beberapa tips menurunkan demam pada anak dan pantangan yang harus Moms ketahui. Moms juga perlu segera membawa Si Kecil ke dokter jika anak dalam kondisi demam yang sudah parah.

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Sumber: sehatq.com

Konten ini merupakan kerja sama yang bersumber dari SehatQ

Isi konten di luar tanggung jawab Orami Parenting

Artikel Terkait