PROGRAM HAMIL
27 Mei 2019

Menurut Studi, Peluang Perempuan Jangkung Hamil Anak Kembar Lebih Besar!

Apa hubungannya badan jangkung dengan hamil anak kembar?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Perempuan jangkung hamil anak kembar, apa hubungannya?

Ternyata ada, Moms! Hasil sebuah studi yang diterbitkan di Journal of Reproductive Medicine menemukan bahwa perempuan berbadan jangkung ternyata memiliki peluang lebih besar untuk hamil anak kembar.

Studi tersebut dilakukan oleh Gary Steinman, M.D., Ph.D., dokter spesialis kebidanan dan kandungan dari Long Island Jewish Medical Center yang mengkhususkan diri pada kehamilan kembar.

Dikutip dari situs web Science Daily, dalam studi tersebut Steinman membandingkan tinggi 105 perempuan yang telah melahirkan bayi kembar dua dan 24 perempuan yang telah melahirkan bayi kembar tiga dengan tinggi rata-rata perempuan di Amerika Serikat.

Hasilnya, para ibu yang melahirkan bayi kembar rata-rata memiliki tinggi badan 165,1 sentimeter. Tinggi badan tersebut 2,54 sentimeter lebih tinggi daripada perempuan dewasa di Amerika Serikat pada umumnya.

Baca Juga: 9 Cara Mendapatkan Anak Kembar yang Bisa Dicoba

Penyebab Peluang Perempuan Jangkung Hamil Anak Kembar

Menurut studi, perempuan jangkung mempunyai peluang lebih besar untuk hamil anak  kembar 1.jpg

Dari pengamatan tersebut, Steinman menduga hal yang memperbesar peluang perempuan jangkung hamil anak kembar adalah insulin-like growth factor (IGF) yang memang dianggap memiliki kaitan positif dengan tinggi badan dan kelahiran kembar.

IGF adalah protein yang dilepaskan oleh lever sebagai respons terhadap hormon pertumbuhan. IGF meningkatkan sensitivitas indung telur terhadap hormon perangsang folikel (follicle stimulating hormone atau FSH) sehingga meningkatkan ovulasi.

Dari sekian banyak fungsi IGF di tubuh, zat tersebut juga menstimulasi pertumbuhan sel-sel di batang tulang panjang. Berbagai penelitian sebelumnya pun menunjukkan bahwa orang dengan perawakan pendek secara signifikan memiliki kadar IGF yang lebih rendah.

Di negara yang perempuannya rata-rata berbadan jangkung, tingkat kelahiran kembarnya lebih tinggi dibandingkan dengan negara yang rata-rata perempuannya berbadan lebih pendek.

“Keadaan apa pun yang memengaruhi jumlah IGF hingga sampai memengaruhi sensitivitas indung telur terhadap FSH tampaknya mengatur laju kelahiran kembar spontan,” kata Steinman.

Baca Juga: 10 Inspirasi Nama Bayi Kembar Perempuan Yang Unik dan Tak Pasaran

Hamil Anak Kembar dengan In Vitro Fertilization

Menurut studi, perempuan jangkung mempunyai peluang lebih besar untuk hamil anak  kembar 2.jpg

Studi lain yang menyelidiki tentang perempuan jangkung hamil anak kembar sebelumnya pernah dilakukan oleh peneliti asal Belanda yang bernama Marieke Lambers. Ia adalah dokter spesialis obstetri ginekologi dan kedokteran reproduksi dari VU University Medical Center di Amsterdam.

Hasil studi tersebut adalah perempuan berbadan jangkung memiliki peluang lebih besar untuk hamil anak kembar setelah menerima dua embrio melalui prosedur in-vitro fertilization (IVF).

Bersama timnya, Lambers mengamati 19.840 perempuan dari 1983 sampai 1995. Dari jumlah tersebut, sebanyak 6.589 perempuan menyelesaikan siklus IVF pertama dan 1.357 perempuan menerima dua embrio. Hasilnya adalah 371 kelahiran tunggal dan 125 kelahiran kembar.

Baca Juga: Mengenal Penyebab dan Cara Mencegah Bayi Kembar Siam

Studi yang dilakukan Lambers dan timnya ini adalah yang pertama menemukan hubungan antara tinggi badan ibu dengan kemungkinan hamil anak kembar.

(AN)

Artikel Terkait