PASCA MELAHIRKAN
3 Agustus 2020

Ketahui Jenis Operasi Caesar dan Metode Penutupan Lukanya

Kira-kira pilihan mana yang lebih aman, ya?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Amelia Puteri

Operasi caesar, kadang-kadang disebut sebagai C-section adalah operasi untuk melahirkan bayi melalui sayatan di perut dan rahim. Ada dua jenis operasi caesar, dan kadang-kadang dilakukan setelah proses persalinan sudah berjalan lama namun belum menampakkan progres yang baik.

Operasi caesar juga dapat dilakukan dalam situasi darurat di mana Moms atau bayi dalam kondisi bahaya. Lalu biasanya untuk Moms yang sebelumnya melahirkan dengan operasi caesar, memilih operasi caesar untuk persalinan selanjutnya.

Operasi caesar dilakukan dengan memberikan ibu anestesi regional atau umum. Anestesi regional, seperti epidural dan blok tulang belakang, akan mematikan area dari pinggang ke bawah, dan memungkinkan Moms untuk tetap terjaga selama operasi.

Dalam metode epidural, tabung halus akan dimasukkan ke punggung Moms, ke ruang antara sumsum tulang belakang dan membran luarnya.

Obat anestesi bergerak melalui tabung ke punggung Moms, dan aliran obat dapat dikendalikan. Dalam blok tulang belakang, obat anestesi disuntikkan dalam satu dosis tunggal ke dalam bagian tulang belakang kita.

Efek penghilang rasa sakit dari blok tulang belakang hanya akan bertahan sekitar satu hingga dua jam setelah injeksi. Anestesi umum, yang bisa membuat Moms tertidur, sering digunakan untuk operasi caesar darurat.

Baca Juga: Moms, Inilah Hal yang Harus Diperhatikan Saat Kembali Hamil Setelah Operasi Caesar

Jenis Operasi Caesar

Ada dua jenis operasi caesar, yang dilakukan sesuai dengan arah sayatan pada perut. Kedua jenis itu adalah potongan klasik dan potongan bikini.

1. Operasi Caesar Sayatan Bikini

Jenis operasi caesar ini lebih populer karena bekas sayatan akan terlihat lebih baik saat sudah sembuh, dan mengurangi rasa sakit setelah operasi.

Pada operasi caesar dengan jenis potongan bikini, dokter membuat sayatan dari satu sisi perut ke sisi lainnya, tepat di atas garis rambut kemaluan. Bekas luka akan terlihat pada di garis bikini wanita, biasanya karena hal ini para wanita jadi tidak percaya diri untuk memakai bikini.

Jika potongan bikini digunakan pada perut, dokter bedah dapat membuat sayatan miring ke sisi pada rahim, yang disebut sayatan uterus transversal rendah atau Lower Segment Caesarean Section (LSCS).

Wanita yang memiliki LSCS cenderung dapat mencoba kelahiran melalui vagina setelah operasi caesar (VBAC). Wanita yang memiliki operasi caesar klasik tidak boleh mencoba VBAC karena risiko lebih tinggi dari pecahnya rahim saat melahirkan.

Baca Juga: 4 Makanan yang Harus Dihindari setelah Operasi Caesar

2. Operasi Caesar Klasik

Pada jenis operasi caesar klasik, sayatan dibuat secara vertikal dari tepat di bawah pusar ke atas garis bikini.

Saat potongan klasik digunakan pada perut, dokter akan membuat potongan bikini pada uterus atau akan membuat sayatan pada rahim yang berbentuk vertikal, atau disebut sayatan uterus klasik.

Metode sayatan uterus dari sisi ke sisi umumnya lebih aman dan memiliki peluang lebih kecil untuk terbuka kembali pada kehamilan berikutnya.

Moms dengan kondisi LSCS dapat mencoba kelahiran melalui vagina setelah melakukan Vaginal Birth After Caesarean Section (VBAC). Moms yang memiliki operasi caesar klasik tidak boleh mencoba VBAC karena risiko lebih tinggi dari pecahnya rahim saat melahirkan.

Nah, setelah Moms tahu ada dua jenis operasi caesar, sekarang saatnya Moms mengetahui beberapa prosedur yang dilakukan oleh dokter untuk menutup luka bekas operasi cesar.

Setelah Si Kecil lahir dari rahim, tubuh Moms akan kembali ditutup lewat 3 cara, yaitu dijahit, staples, atau dilem.

Nah, kira-kira pilihan mana yang lebih aman, ya? Yuk, mengenal lebih dalam tentang 3 metode ini.

Baca Juga : Plus Minus Melahirkan Normal vs Cesar

Metode Menutup Luka Operasi Cesar

Di bawah ini berbagai cara yang biasa dilakukan untuk menutup luka setelah melakukan salah satu dari dua jenis operasi caesar. Disimak ya Moms.

1. Staples

Jenis Operasi Caesar

Foto: Orami Photo Stock

Seperti namanya, dalam metode ini, tim dokter akan menyatukan dua bagian tubuh Moms dengan menggunakan staples, layaknya staples yang digunakan untuk menyatukan tumpukan kertas.

Tapi jangan khawatir ya, Moms. Dokter menggunakan staples khusus yang aman untuk kulit. Biasanya staples ini akan dilepaskan 3-4 hari setelah operasi.

Metode ini lebih cepat dibanding metode jahitan namun lebih mahal. Dana yang dikeluarkan bisa berkisar 2,5 kali lebih banyak dibanding metode jahit. Biasanya staples juga dilakukan pada ibu yang telah melakukan operasi cesar sebelumnya.

Walaupun cepat, proses pengambilan staples sering membuat ibu tidak nyaman. Sebuah penelitian dari Journal of Obstetrics and Gynecology mengungkapkan bahwa metode ini memiliki risiko lebih tinggi terhadap infeksi dibanding dengan dijahit.

2. Jahitan

Jenis Operasi Caesar

Foto: shebirthsbravely.com

Moms mungkin cukup sering mendengar tentang metode yang satu ini. Metode jahit adalah metode lama yang menggunakan jarum dan benang untuk menutup luka yang dalam, termasuk luka cesar.

Ada dua jenis jahitan, yaitu dengan menggunakan benang yang larut dalam kulit atau menggunakan benang yang harus diambil kembali.

Untuk jenis yang terakhir, benang biasanya diambil sekitar 3-5 hari pasca operasi. Seperti pada metode staples, banyak Moms yang merasa tidak nyaman saat proses pengambilan benang.

Metode ini memang lebih lama, karena dokter butuh waktu sekitar 9 menit untuk menjahit. Tapi metode ini memiliki 57 persen risiko lebih kecil terkena infeksi dan komplikasi bakter dibanding metode staples.

Baca Juga: Jahitan Lepas Usai Melahirkan Normal Dapat Terjadi, Ketahui Pencegahan dan Penanganannya

3. Lem

Jenis Operasi Caesar

Foto: healthline.com

Metode ini mungkin cukup jarang ditemukan di Indonesia. Dokter akan menggunakan lem super khusus yang kering dalam waktu 10 detik saja. Lem ini tahan air dan kedap udara, sehingga Moms tidak perlu khawatir luka akan terbuka.

Banyak wanita yang menyukai metode ini karena tidak menimbulkan luka yang terlihat, tidak perlu ada yang diambil kembali, baik itu staples atau benang, dan mereka bisa langsung mandi tanpa mengkhawatirkan lukanya.

Kekurangan dari metode ini adalah reaksi tubuh pada lem tersebut. Banyak wanita yang baru menyadarinya setelah lem tersebut digunakan. Alergi yang dilaporkan adalah iritasi dan gatal-gatal.

Tentunya tidak setiap metode dapat dan baik digunakan pada semua pasien ya, Moms. Semua tergantung pada kondisi masing-masing pasien.

“Jika pasien mengalami pendarahan dan ada kemungkinan kembali lagi ke ruang operasi, maka staples menjadi opsi yang tepat,” jelas Katherine R. Goetzinger, MD., dokter kandungan dari Saint Louise, Amerika, seperti dikutip dari medpagetoday.com.

Alasan lain adalah jika kulit pasien sudah terlalu menggelambir karena sudah beberapa kali melakukan operasi cesar atau karena mengalami penurunan berat badan yang drastis, maka staples adala metode yang tepat untuk menutup luka.

Tapi jika pasien khawatir dengan proses pengambilan staples, dijahit dengan benang yang larut adalah pilihannya. Jadi konsultasikan hal ini dengan dokter kandungan ya, Moms.

Untuk bekas luka operasi cesar, sebuah studi dari American Journal of Obestetrics and Gynecology mengungkap bahwa baik metode dijahit atau staples akan menghasilkan bekas luka yang hampir sama. Tetapi penelitian lain dari British Medical Journal menunjukkan bahwa bekas luka dari metode jahit memiliki hasil yang lebih baik.

Faktor-faktor lain yang berpengaruh pada bekas luka ini antara lain:

  1. Benang atau staples segera diambil dalam jangka waktu 3-5 hari.
  2. Reaksi kulit terhadap metode -metode tersebut.
  3. Kemampuan dokter dalam menjahit atau memasang staples.
  4. Perawatan pasca operasi yang Moms lakukan di rumah.

Itu dia Moms, penjelasan mengenai jenis operasi caesar dan metode untuk menutup luka karena operasi caesar. Semoga berguna.

Artikel Terkait