PROGRAM HAMIL
30 Mei 2017

Menyambut Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Ini Bahaya Merokok Bagi Ibu Hamil

Ibu hamil harus menjauhi rokok bila tidak mau terjadi hal-hal ini pada janin
Artikel ditulis oleh -
Disunting oleh -

Merokok adalah salah satu larangan keras bagi ibu yang sedang hamil. Namun sayang, dari penelitian yang dikeluarkan oleh American Pregnancy Association, sekitar 15-20% ibu hamil masih merokok, dan baru berhenti ketika memasuki akhir trisemester ketiga. Padahal nikotin (zat adiktif dalam rokok), karbonmonoksida, dan banyak racun lain yang terhirup dari rokok akan langsung dibawa ke janin melalui aliran darah. Menurut Robert Welch, dokter kandungan sekaligus ketua Departemen Obstetri dan Ginekologi di Providence Hospital di Southfield, Michigan, seperti dilansir dalam Baby Center, rokok adalah penyumbang dampak buruk nomor satu untuk kesehatan bayi.

Bahaya Merokok Bagi Ibu Hamil

Jika Mama merokok atau sering menghirup asap rokok selama kehamilan, berikut adalah bahaya rokok bagi ibu hamil:

  • Persalinan prematur. Yaitu persalinan yang dimulai terlalu dini, sebelum 37 minggu kehamilan.
  • Kehamilan ektopik. Kehamilan ini terjadi saat telur yang dibuahi menanamkan dirinya di luar rahim dan mulai tumbuh. Kehamilan ektopik tidak dapat menyebabkan kelahiran bayi namun mengakibatkan masalah serius dan berbahaya bagi ibu hamil.
  • Perdarahan vagina. Dalam kasus tertentu, perdarahan vagina dapat menyebabkan keguguran dan lahir mati.
  • Masalah plasenta. Misalnya seperti abrupsi plasenta yaitu kondisi serius di mana plasenta terpisah dari dinding rahim sebelum kelahiran. Masalah lain adalah plasenta previa apabila plasenta terletak sangat rendah dalam rahim dan menutupi seluruh atau sebagian serviks.

Baca juga: Tidak Merokok Ibu Hamil Malah Memilih Vape. Bolehkah?

Ganasnya Rokok Bagi Janin

Tembakau yang dedaunannya digunakan untuk membuat rokok dan cerutu mengandung bahan kimia berbahaya seperti nikotin, karbonmonoksida dan tar yang melewati plasenta dan tali pusar ke aliran darah bayi. Berikut ini adalah bahaya rokok bagi janin.

  • Kelahiran prematur. Ini berarti bayi lahir terlalu dini, sebelum 37 minggu kehamilan. Bayi prematur lebih mungkin mengalami berbagai masalah kesehatan dibandingkan bayi yang lahir tepat waktu.
  • Memiliki cacat lahir. Termasuk cacat lahir seperti bibir sumbing atau sumbing langit-langit mulut dan cacat tabung saraf. Cacat lahir dapat mengubah bentuk atau fungsi satu atau lebih bagian tubuh dan dapat menyebabkan masalah pada kesehatan secara keseluruhan.
  • Berat lahir rendah. Memperlambat pertumbuhan bayi sebelum lahir sehingga bayi lahir dengan berat rendah.
  • Mati sebelum lahir. Jika Mama merokok selama kehamilan, Mama lebih mungkin mengalami keguguran atau lahir mati. Keguguran terjadi saat bayi meninggal dalam rahim sebelum 20 minggu kehamilan. Lahir mati terjadi saat bayi meninggal dalam rahim setelah 20 minggu kehamilan.
  • Sindrom Kematian Bayi Mendadak (disebut juga SIDS). Yaitu kematian bayi yang tidak dapat dijelaskan di bawah usia 1 tahun.
  • Kekurangan oksigen. Menurunkan jumlah oksigen yang tersedia bagi janin yang sedang tumbuh sehingga meningkatkan risiko bayi terkena masalah pernapasan (paru-paru)
  • Masalah kesehatan lain. Meningkatkan detak jantung bayi dan dapat merusak jantung, paru-paru, dan otak bayi.

Baca juga: Waspadai Penyebab Kematian Bayi Mendadak (SIDS)

Semakin banyak asap rokok yang terhirup setiap hari, semakin besar peluang bayi mengalami masalah kesehatan. Bagaimana menurut Mama? Apakah bahaya merokok bagi ibu hamil ini membutuhkan perhatian khusus dari masyarakat di Indonesia?

Artikel Terkait