TRIMESTER 3
13 Maret 2018

Menyambut Kelahiran Bayi Dengan Down Syndrome

Kenali lebih jauh kelainan genetik dalam kromosom ini
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh andia.ratna
Disunting oleh andia.ratna

21 Maret diperingati sebagai World Down Syndrome Day di dunia. Melahirkan bayi dengan kondisi Down Syndrome (DS) pasti memunculkan banyak pertanyaan dalam benak Moms. Tidak terkecuali dengan perasaan khawatir mengenai pertumbuhannya sebagai anak dengan DS. Moms bisa mengulik beberapa informasi penting mengenai bayi dengan kondisi DS di bawah ini.

Mengenal Down Syndrome

Down Syndrome adalah kelainan genetik yang terjadi di kromosom 21. Kelainan ini berdampak pada adanya keterlambatan pertumbuhan secara fisik maupun mental penderitanya. Beberapa ciri fisiknya adalah kepala yang cenderung mengecil, tinggi badan relatif pendek sekaligus memiliki hidung datar menyerupai Mongoloid, DS juga sering dikenal dengan istilah mongolisme.

Bayi dengan kondisi DS umumnya mengalami perkembangan yang berbeda dibandingkan dengan bayi atau anak seusianya. Ketika anak mulai tumbuh dewasa, akan sangat menonjol adanya perbedaan dalam hal kepribadian, kecerdasan, gaya belajar, penampilan, kasih sayang, humor, kepatuhan, pengertian sekaligus sikapnya.

Penyandang DS secara umum juga memiliki ciri-ciri fisik khusus seperti:

  • Memiliki mata berbentuk almond dengan bintik-bintik kecil berwarna putih dan berbentuk bulan sabit di bagian iris matanya,
  • Memiliki lipatan tunggal di salah satu atau kedua tangan si kecil,
  • Memiliki kepala atau beberapa bagian tubuhnya yang lain seperti tangan, jari, mulut, dan telinga yang kecil.
  • Mengidap cacat jantung bawaan dengan presentase yang tinggi (30 hingga 50 persen) sehingga bayi harus menggunakan ekokardiogram selama dua minggu pertama sejak kelahirannya.

Penyebab Down Syndrome

Para ahli masih belum mengetahui pasti penyebab kelainan genetika pada DS. Tetapi sejumlah faktor yang meningkatkan risiko melahirkan bayi DS diantaranya:

Bagaimana Kehidupan Anak Dengan Down Syndrome?

Anak dengan DS memiliki masalah kesehatan yang cenderung berbeda, hal ini akan menuntut Moms memberikan perhatian dan perawatan medis ekstra. Tidak hanya itu, umumnya anak dengan DS juga memiliki kesuburan yang tergolong rendah.

  • Bayi

Dibandingkan bayi seusianya, bayi dengan DS memiliki pola perkembangan otak dan pertumbuhan fisik yang lambat. Contohnya untuk berguling, duduk, berbicara, merangkak atau berjalan.

  • Anak-anak

Di usia anak-anak, mereka cenderung berhadapan dengan masalah kesehatan dan perkembangan fisik sehingga menyebabkan masalah perilaku. Biasanya anak dengan DS memiliki tingkat emosi yang tinggi karena kurang bisa memahami orang lain dan ada gap mengenai berkomunikasi.

DS memang tidak bisa disembuhkan. Perawatan yang harus mama lakukan untuk si kecil dengan kondisi DS adalah memastikan bahwa bayi/anak mendapatkan kehidupan yang sehat, mandiri dan aktif. Moms juga bisa membantu si kecil untuk mendapatkan rasa percaya dirinya dengan terus mengenali bakat yang dia miliki. Karena anak dengan DS bukan tidak mungkin nantinya menjadi anak yang berprestasi.

Sekarang mama sudah siap menyambut dan memberikan perhatian penuh pada si kecil lahir dengan kondisi Down Syndrome?

<RGW>

Artikel Terkait