NEWBORN
28 November 2017

Menyimpan ASI Perah Saat Bepergian

Apa saja yang harus disiapkan, Moms?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh (katri.dyah)
Disunting oleh (katri.dyah)

Jika Moms merupakan ibu menyusui, baik secara langsung maupun dengan ASI perah (atau keduanya), mungkin Moms menyimpan berbagai pertanyaan mengenai bagaimana cara bisa bepergian tanpa membawa buah hati tercinta. Temukan bagaimana etika memompa dan menyusui di pesawat serta bandara, cara menyimpan ASI perah saat tiba di destinasi tujuan, dan bagaimana membawa pulang ASI perah secara aman ini. Sehingga Moms bisa tenang bepergian, namun si kecil tetap terpenuhi nutrisi ASI-nya.

Bagaimana Menyimpan ASI saat Travelling?

shutterstock 467275013

Tempat penyimpanan ASI perah paling tepat untuk Moms yang harus bepergian dari satu tempat ke tempat lainnya adalah wadah tertutup dalam ukuran kecil, simpan wadah tersebut di dalam cooler bag berukuran kecil yang mudah dibawa kemana-mana.

Wadah yang umumnya digunakan untuk menyimpan ASI perah saat bepergian adalah kantong ASI pre-sterilized, yaitu kantong plastik sealable yang didesain secara khusus untuk menyimpan ASI perah. Untuk menjaga ASI tidak rusak, Moms bisa membawa ice pack (bertahan selama 8 jam) atau ice gel (bertahan selama 12-18 jam) yang dapat menjaga suhu cooler bag tetap dingin.

ASI perah yang Moms simpan dalam cooler bag mampu bertahan maksimal selama 24 jam. Sebaiknya asi perah tidak dibekukan selama perjalanan, karena jika sudah cair maka usianya ASIP hanya 24 jam. Sementara jika ASIP selama dalam suhu dingin biasa (chiller) maka usia ASIP bisa mencapai 7 hari. Setelah sampai di tujuan, Moms baru bisa menyimpan ASI perah di dalam freezer.

Jika selama bepergian Moms menginap di hotel, Moms bisa menggunakan kulkas kecil yang berada di dalam kamar. Saat kamar yang Moms booking tidak menyediakan kulkas, maka Moms bisa mencoba untuk menanyakannya pada petugas hotel. Umumnya hotel akan memberikannya jika memang Moms membutuhkannya. Meskipun memang beberapa hotel kemungkinan akan mengenakan biaya tambahan untuk kebutuhan tersebut.

Alternatif lain, Moms bisa menitipkan ASIP yang sudah disimpan rapat dalam wadahnya ke kulkas dapur hotel. Beri nama dan tanda jelas serta penjelasan ke petugas hotel bahwa yang Moms titipkan ini adalah ASIP, minta pada petugas agar menyimpannya di kulkas buah atau sayur, jangan pada bagian daging.

Waktu Terbaik Memerah ASI Saat Bepergian

shutterstock 662475985

Bagi Moms yang akan menempuh perjalanan tidak lebih dari 3-4 jam, ASI bisa diperah sebelum berangkat. Sedangkan jika Moms akan melakukan perjalanan dengan waktu lebih dari 4 jam, ASI bisa diperah di sela-sela istirahat perjalanan.

Moms bisa memeriksa jadwal keberangkatan kemudian mengatur waktu memerah. Bagi Moms yang bepergian menggunakan pesawat, jangan lupa untuk menelepon atau memeriksa situs website maskapai penerbangan yang Moms gunakan. Ini diperlukan guna mengetahui ketentuan membawa cairan berupa ASI perah ke dalam kabin. Masing-masing maskapai mempunyai kebijakan sendiri, beberapa malah ada yang dengan senang hati mempersilahkan Moms menitipkan ASIP di dalam kulkas pesawat selama penerbangan.

Jika harus bepergian ke luar negeri, tak hanya maskapai yang harus dipastikan untuk kebijakan membawa ASIP. Bandara tempat tujuan juga harus Moms periksa soal perundang-undangan dalam membawa ASIP masuk kabin. Karena di dalam bandara Moms akan melewati beberapa tempat pemeriksaan barang bawaan, untuk itu selalu print dan bawa surat undang-undang yang berlaku di negara tersebut menyangkut tata cara membawa ASIP selama di bandara dan penerbangan.

Baca juga: Do's and Dont's Menyimpan ASI Perah

Perlu Moms ketahui bahwa ada undang-undang yang melindungi hak ibu menyusui untuk mebawa ASIP beserta peralatan yang diperlukan untuk memerah ASI di pesawat terbang. Di Indonesia, kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Dirjen Perhubungan Udara Nomor SKEP/43/III/2007 tentang Penanganan Cairan, Aerosol, dan Gel (Liquid, Aerosol, Gel) yang Dibawa Penumpang ke Dalam Kabin Pesawat Udara Pada Penerbangan Internasional (“Perdirjenhub 43/2007”).

Bagaimanapun, cara menyimpan ASI saat travelling ini bukan hanya berguna saat Moms bepergian seorang diri tanpa membawa si kecil. Namun, cara ini juga sangat berguna bagi Moms yang memutuskan untuk bepergian jauh dengan tetap membawa si kecil. ASI perah bisa Moms gunakan di perjalanan jika menemui kendala atau kondisi di mana Moms tidak bisa menyusui secara langsung, sehingga si kecil dipastikan tidak kelaparan dan kehausan.

Moms punya cara menyimpan ASI saat travelling? Jangan lupa bagikan dengan kami, ya! (RGW)

Artikel Terkait