NEWBORN
7 Juli 2018

Menyimpan Darah Tali Pusat Bayi Baru Lahir, Sejauh Mana Manfaatnya?

Sel punca yang ada didalamnya sangat berharga untuk tubuh
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh (ade.ryani)
Disunting oleh (ade.ryani)

Moms sedang menanti kelahiran Si Kecil? Selain perlengkapan yang ia dibutuhkan ketika lahir, apakah Moms juga mempertimbangkan untuk menyimpan darah tali pusat si bayi?

Istilah ini dikenal dengan sebutan cord blood banking.

Meski di Indonesia belum banyak tempat yang menyediakan jasa penyimpanan darah tali pusat bayi baru lahir ini, tentu kita sebagai orang tua perlu mengetahui lebih jauh manfaat dan prosedurnya.

Mari simak pembahasan mengenai penyimpanan darah tali pusat bayi baru lahir berikut ini.

Apa Itu Darah Tali Pusat?

shutterstock 1075233191

Darah tali pusat merupakan darah dari pusar bayi baru lahir. Darah ini berisi sel induk yang bisa tumbuh menjadi pembuluh darah, organ, dan jaringan baru.

Sel induk darah tali pusat menjadi subyek utama percobaan klinis yang dilakukan FDA yang mengeksplorasi kesesuaiannya untuk membantu penderita autisme, cedera otak, dan kondisi lainnya. Sel khusus ini sudah digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit.

Darah tali pusat bayi baru lahir bisa dikumpulkan saat persalinan dan disimpan untuk digunakan di masa depan.

Baca Juga : Mengenal Plasenta Bayi dan Manfaatnya Bagi Janin Dalam Rahim

Bagaimana Cara Menyimpannya?

shutterstock 441264445

Cord blood banking atau penyimpanan darah tali pusat melibatkan pengumpulan darah yang tertinggal di tali pusar dan plasenta bayi baru lahir.

Darah tersebut kemudian disimpan untuk digunakan dalam keperluan medis di masa depan.

Darah tali pusat diketahui mengandung sel yang berpotensi menyelamatkan nyawa yang disebut sel punca (sel induk dalam darah tali pusat berbeda dengan sel induk embrionik).

Untuk penyimpanannya, Moms memiliki dua pilihan utama yaitu:

  • Menyumbangkannya ke lembaga penyimpanan darah tali pusat untuk siapa saja yang membutuhkannya. Atau,
  • Membayar untuk menyimpan darah tersebut di penyimpanan pribadi untuk keperluan keluarga Moms.

Baca Juga : Hati-Hati, Ibu Memakan Plasenta Bisa Membuat Bayi Sakit!

Mengapa Darah Tali Pusat Sangat Penting?

shutterstock 548487937

Menurut KidsHealth, sampai tahun 1970-an, plasenta dan tali pusat langsung dibuang setelah persalinan.

Namun, saat ini, para peneliti menemukan bahwa darah tali pusat bisa memasok sel induk pembentuk darah (sel induk hematopoietic) yang sama dengan donor sumsum tulang. Mereka kemudian mulai mengumpulkan dan menyimpan darah tali pusat.

Sedangkan sel pembentuk darah adalah sel awal yang mampu berkembang menjadi tiga jenis sel darah matang yang ditemukan pada sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.

Sel batang darah tali pusat juga memiliki potensi untuk menumbuhkan jenis sel lain di dalam tubuh.

Beberapa penyakit serius (seperti kanker masa kanak-kanak tertentu, penyakit darah, dan gangguan sistem kekebalan tubuh) memerlukan perawatan radiasi dan kemoterapi untuk membunuh sel-sel berpenyakit pada tubuh.

Sayangnya, perawatan ini juga membunuh banyak sel “baik” seiring dengan kondisinya yang memburuk, termasuk sel induk sehat yang hidup di sumsum tulang.

Bila hal ini terjadi, beberapa anak bisa mendapatkan keuntungan dari transplantasi sel induk dari donor yang selnya sangat sesuai dengan selnya sendiri.

Sel induk pembentuk darah dari donor ditransplantasikan ke anak yang sedang sakit.

Dengan begitu sel-sel tersebut terus menghasilkan sel-sel darah baru yang sehat dan anak bersangkutan bisa merasakan manfaat darah tali pusat, salah satunya meningkatkan kekebalan tubuh anak.

Perlukah Menyimpan Darah Tali Pusat Si Kecil?

Jika Moms mempertimbangkan untuk menyimpan darah tali pusat buah hati yang baru lahir, pastikan untuk mendiskusikan pilihan Moms dengan dokter kandungan yang menangani persalinan Si Kecil.

Selain kesiapan biaya, pilihlah tempat atau penyedia jasa penyimpanan darah tali pusat yang terpercaya baik di dalam maupun di luar negeri.

(RGW)

Sumber: kidshealth.org, babycenter.com, parents.com, americanpregnancy.org

Artikel Terkait