BAYI
4 Juni 2020

Menyusui dalam Gendongan, Amankah?

Sering kepepet menyusui anak di dalam gendongan, aman enggak sih?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Indah
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Sebagai seorang ibu yang dituntut untuk selalu bisa multitasking, di era sekarang ini, mengurus anak rasanya tidak bisa dijadikan alasan untuk seorang ibu tidak bisa melakukan apa-apa.

Ditambah lagi ilmu semakin berkembang dan berbagai peralatan untuk membantu mempermudah merawat anak juga sudah semakin banyak. Salah satunya adalah gendongan.

Kalau zaman dahulu jarik menjadi satu-satunya jenis gendongan yang setiap orang tua wajib bisa, saat ini banyak sekali opsi gendongan yang bisa dipilih orang tua mulai dari yang harganya di bawah Rp 100 ribu hingga yang harganya hingga jutaan.

Banyak juga gendongan yang menawarkan antipegal, multitasking, bahkan bisa menyusui di dalam gendongan. Eits, sebelum menyusui anak di dalam gendongan, yuk kita ketahui dulu keamanannya!

Baca Juga: 5 Posisi Menyusui yang Benar Menurut Konselor Laktasi, Jangan Salah Lagi Ya!

Menyusui dalam Gendongan

Ibu Terinfeksi Virus COVID-19 Menyusui, Bolehkah?

Foto: Orami Photo Stock

Bolehkah menyusui di dalam gendongan? Jawabannya adalah boleh. Tapi amankah menyusui di dalam gendongan? Bisa ya dan bisa tidak tergantung dari bagaimana cara melakukannya.

Menurut Nia Umar, IBCLC., seorang konselor menyusui dan juga konsultan menggendong, menyusui di dalam gendongan tidak begitu direkomendasikan untuk dilakukan secara berkala apalagi setiap kali harus menyusui anak.

Menyusui di dalam gendongan boleh dilakukan hanya dalam keadaan mendesak. Karena menyusui membutuhkan ketenangan dan atensi penuh ke anak agar proses pelekatan dan posisi menyusui bisa lebih optimal.

Kalau memang terdesak, usia berapa yang diperbolehkan? Biasanya di atas 4 bulan, ketika anak dan juga ibu sudah mahir menyusui dan memberi susu. Semakin banyak jam terbang menyusui, tentu orang tua dan juga anak memiliki posisi andalan yang nyaman.

Untuk itu ketika usia anak sudah di atas 4 bulan dan kontrol leher anak sudah cukup baik, menyusui anak di dalam gendongan dalam kondisi kepepet bisa dilakukan dengan berbagai macam posisi. Bisa posisi tiduran (craddle) atau tegak (upright).

Selain itu, seperti dilansir dari la leche league international dan juga austinbabywearing.org, menyusui di dalam gendongan sebaiknya dilakukan jika ibu sudah mahir menggunakan gendongan dan juga mahir memberikan ASI.

Kedua skill ini harus dikuasai secara terpisah sebelum menggabungkannya untuk mencegah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca Juga: 4 Posisi Menyusui yang Salah Ini Membuat Payudara Kendur dan Nyeri

Tips Aman Menyusui dalam Gendongan

Menyusui di Pesawat Akan Lebih Mudah dengan 6 Tips Ini -2.png

Foto: Orami Photo Stock

Jika keadaan sangat mendesak, tidak ada tempat dan waktu untuk ibu bisa duduk tenang dan menyusui anak di luar gendongan, ketika terpaksa harus menyusui di dalam gendongan perhatikan hal-hal berikut ini:

  • Selalu cek jalan napas anak! Apakah posisi hidungnya terhalang sehingga menyulitkannya bernafas, apakah jalan napasnya terhalang payudara ibu atau terhalang kain gendongan atau baju ibu. Jalan napas anak harus aman dari hambatan.
  • Gunakan hoodie atau sisa kain gendongan yang menjuntai untuk sedikit menutupi agar tetap bisa mendapatkan privasi ketika sedang menyusui namun sekali lagi ibu harus mengecek kondisi anak yang sedang menyusui apakah bisa bernafas atau tidak.
  • Jika menggendong dan menyusui pada posisi tegak, gendongan harus diturunkan sehingga posisi mulut anak bisa sejajar dengan payudara ibu. Ketika menggendong pada posisi ini biasanya anak akan terasa berat. Seorang ibu harus bisa membaca tubuhnya sendiri apakah sanggup atau tidak menyusui pada posisi yang tidak nyaman ini.
  • Jika menggendong dan menyusui posisi tiduran, pastikan salah satu tangan ibu juga ikut menyangga kepala dan leher bayi.
  • Gunakan jenis gendongan yang paling nyaman dan paling kita kuasai seluk beluk fiturnya untuk mempermudah saat pengaturan posisi menyusui. Latihan dulu di rumah sebelum mempraktikannya ketika keadaan darurat di tempat umum.
  • Jika bayi tertidur saat menyusui di dalam gendongan, segera kembalikan posisi bayi ke posisi menggendong yang aman dan nyaman atau jika ada di rumah bisa segera keluarkan anak dari dalam gendongan dan tidurkan ia di tempat tidurnya.

Baca Juga: Intip Bagaimana Posisi Menyusui yang Benar

Menyusui bukan hanya sekadar memberikan asupan, menyusui itu bisa juga memberikan kenyamanan untuk anak. Jadi menyusui itu seharusnya menjadi momen bonding yang sebenarnya waktunya hanya sebentar.

Tapi kalau kondisinya benar-benar kepepet, menyusui di dalam gendongan bisa dilakukan ya.

Artikel Terkait