NEWBORN
24 Juli 2020

5 Cara Merawat Bayi Baru Lahir Menurut Islam, Yuk Lakukan!

Orang tua patut merawat bayinya yang baru lahir dengan sebaik mungkin serta mengikuti ajaran agamanya.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Zarah Amala
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Sudah sepatutnya orang tua bisa merawat bayinya dengan cara yang tepat dan baik, serta sesuai anjuran agama. Bagi Moms dan Dads umat Islam, perlu memahami cara merawat bayi baru lahir menurut Islam, agar lebih berkah.

Merawat Bayi Baru Lahir Menurut Islam

Cara Memperlakukan Bayi Baru Lahir Menurut Ajaran Islam, Jangan Salah Moms

Foto: Shutterstock

Berikut ini cara merawat bayi baru lahir menurut Islam yang perlu Moms dan Dads lakukan seperti dikutip dari Umma. Yuk simak!

Baca Juga: Bayi tidur tengkurap, Ini Hukumnya Menurut Islam

1. Diazani dan Diperdengarkan Iqomat

Bayi yang baru dilahirkan ke dunia wajib dikumandangkan azan oleh sang ayah ataupun walinya di telinga sebelah kanan, lalu iqamat di telinga kiri. Tak lupa, sang bayi pun harus diberikan nama yang baik, karena nama adalah doa.

Mayoritas ulama meliputi ulama mazhab Hanafi, ulama mazhab Syafi’i, dan ulama mazhab Hanbali menegaskan, mengadzani bayi hukumnya sunnah. Syekh Ibnu Abidin dari mazhab Hanafi menuturkan: “Pembahasan tentang tempat-tempat yang disunnahkan mengumandangkan adzan untuk selain (tujuan) shalat, maka disunnahkan mengadzani telinga bayi” (Muhammad Amin Ibnu Abidin, Raddul Muhtar Ala Ad-Durril Mukhtar, juz 1, h. 415).

Imam Nawawi, sebagai salah satu icon ulama mazhab Syafi’i, menuliskan masalah ini di dalam kitab fikihnya yang fenomenal, Al-Majmu’: “Disunnahkan mengumandangkan adzan pada telinga bayi saat ia baru lahir, baik bayi laki-laki maupun perempuan, dan adzan itu menggunakan lafadz adzan shalat. Sekelompok sahabat kita berkata: Disunnahkan mengadzani telinga bayi sebelah kanan dan mengiqamati telinganya sebelah kiri, sebagaimana iqamat untuk shalat” (Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Majmu’, juz 8, h. 442).

Syekh Mansur Al-Bahuti dari mazhab Hanbali juga menuliskan: “Dan disunnahkan dikumandangkan adzan pada telinga bayi sebelah kanan, baik laki-laki atau perempuan, ketika dilahirkan, dan mengiqamatinya pada telinga sebelah kiri, karena hadits riwayat Abi Rafi’ bahwa ia berkata: Saya melihat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengadzani telinga Hasan bin Ali saat dilahirkan oleh Fatimah. Hadis ini diriwayatkan dan dianggap shahih oleh Abu Dawud dan Tirmidzi” (Mansyur bin Yunus Al-Bahuti, Kassyaful Qina’ an Matnil Iqna’, juz 7, h. 469).

Ada juga ulama yang berpendapat bahwa mengadzani bayi batu lahir hukumnya mubah (boleh) dan makruh. Namun, dikutip dari Nahdlatul Ulama, dari ketiga pendapat tersebut, tampaknya pendapat yang mensunnahkan adzan pada bayi yang baru dilahirkan merupakan pendapat yang kuat, sebab didukung oleh beberapa hadits, yaitu hadits riwayat Abu Rafi’: “Dari Abi Rafi, ia berkata: Aku melihat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengadzani telinga Al-Hasan bin Ali ketika dilahirkan oleh Fatimah, dengan adzan shalat” (HR. Abu Daud, At-Tirmizy dan Al-Hakim).

2. Memotong Rambut Bayi

Kewajiban lainnya yang harus dilakukan orang tua adalah memotong rambut bayi. Biasanya dilakukan di hari ketujuh kelahiran, tapi bisa juga setelahnya sesuai kondisi masing-masing anak dan orang tua.

Rambut bayi yang dipotong atau dicukur itu selanjutnya ditimbang, lalu dinilai dengan perak atau emas. Kemudian, orangtua memberikan sumbangan senilai berat rambut bayi yang telah dicukur.

3. Aqiqah

Mencukur rambut bayi biasanya dibarengi dengan pelaksanaan aqiqah. Hukum aqiqah untuk anak yang baru lahir adalah sunah. Jika yang dilahirkan adalah anak perempuan, maka jumlah kambing yang disembelih hanya satu. Sementara untuk anak laki-laki, jumlah kambing yang disembelih adalah dua ekor.

Moms dan Dads boleh menyembelih kambing jantan atau betina. Umur kambing yang disembelih adalah minimal 1 tahun. Sedangkan untuk domba, umur minimalnya adalah 6 bulan atau yang penting tidak cacat.

Baca Juga: 3 Cara Mengatasi Bayi Susah Tidur Menurut Islam, Moms Wajib Tahu!

4. Berdoa agar Bayi Dijauhkan dari Setan

Cara Memperlakukan Bayi Baru Lahir Menurut Ajaran Islam, Jangan Salah Moms

Foto: Shutterstock

Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik bagi buah hatinya. Oleh karena itu, para orang tua dianjurkan untuk selalu berdoa demi kebaikan Si Kecil, serta agar terhindar dari godaan setan.

Hal ini pernah terjadi pada Maryam sejak ia lahir sampai meninggal, dirinya dijaga dari setan, tapi bukan berarti tidak digoda oleh setan. Namun, ketika setan akan menggoda, langsung dihijab Allah dan tidak sampai kepada Maryam. Itu semua berkat doa dari kedua orangtuanya, sehingga godaan setan tidak sampai kepada Maryam.

5. Berikhtiar

Cara Memperlakukan Bayi Baru Lahir Menurut Ajaran Islam, Jangan Salah Moms

Foto: Shutterstock

Ketika bayi baru lahir, orang tua disarankan untuk mulai berikhtiar menyiapkan perangkat dari doa yang dipanjatkan. Bahkan, ikhtiar dini juga bisa dianjurkan. Ustad Adi Hidayat mengatakan:

“Dicarikan guru terbaik yang bisa membimbing anaknya dekat dengan Allah, maka dipilihkan guru terbaik pada zaman Zakaria, tidak hanya itu dipilihkannya tempat terbaik. Turunlah jawaban dari Allah maka saya terima semua ikhtiar ini. Maka jika sudah diterima, maka Allah langsung yang akan memperhatikan anak yang dimaksudkan dari mulai tumbuh sampai meninggalnya.”

Ungkapan tersebut juga didukung dengan surah Al-Imran ayat 37 yang berbunyi demikian:

“Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik, dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan diisinya. Zakaria berkata, ‘hai Maryam dari mana kamu memperoleh makanan ini?’ lalu Maryam menjawab, ‘makanan itu dari sisi Allah’. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa saja yang dikendaki-Nya.”

Baca Juga: 10 Nama Bayi Perempuan Islami Modern dari Huruf A, Cantik!

Moms, itulah cara memperlakukan atau merawat bayi baru lahir menurut Islam. Semoga Moms bisa menerapkannya kepada Si Kecil di rumah, ya.

Artikel Terkait