NEWBORN
8 Oktober 2019

5 Cara Ampuh Merawat Bayi yang Mengalami Perut Kembung

Si Kecil kerap kali mengalami perut kembung. Itu hal yang wajar, Moms! Tapi tetap harus waspada, ya...
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Orami

Perut kembung dapat dialami oleh semua bayi. Biasanya perut kembung bayi disebabkan oleh beberapa gangguan pencernaan, seperti diare, sakit perut, konstipasi, hingga muntah.

Tak hanya akibat pencernaan, perut kembung pada bayi juga bisa terjadi karena salah posisi menyusui sehingga ia menelan terlalu banyak udara. Menangis pun juga dapat menyebabkan hal yang sama.

Pada bayi yang masih kecil di mana sistem pencernaannya belum sempurna perut kembung sering terjadi.

Ketika Si Kecil mendapat laktosa berlebihan dari foremilk ASI juga dapat menyebabkan penumpukan gas di perutnya.

Apakah Moms pernah mendapati Si Kecil mengalami masalah perut kembung? Ia memang akan menjadi kurang nyaman dan bisa saja rewel. Tapi tenang saja, Moms, ada berbagai cara untuk mengatasi perut kembung bayi!

1. Pijat Perut Bayi

Merawat bayi perut kembung - pijat.jpg

Cara merawat perut kembung bayi yang paling mudah adalah dengan memijat perutnya searah jaruh jam.

Pijatlah dengan lembut menggunakan minyak telon hingga ia juga merasa hangat dan nyaman.

2. Lakukan Gerakan Sepeda

Merawat bayi perut kembung - gerakan sepeda.jpg

Posisikan Si Kecil telentang di kasur. Moms dapat mengangkat kedua kakinya kemudian ayunkan kedua kaki tersebut seperti gerakan sedang mengendarai sepeda.

Ternyata gerakan ini dipercaya dapat membantu untuk mengeluarkan gas dari dalam perutnya, lho!

Baca Juga: Lebih Hemat Budget, Ini 7 Perlengkapan Bayi yang Sebaiknya Disewa Saja!

3. Sendawakan Bayi

Merawat bayi perut kembung - sendawa.jpg

Untuk mengatasi perut kembung bayi, jangan lupa untuk membantu bayi untuk bersendawa setelah ia usai menyusu. Proses sendawa ternyata dapat mendorong udara yang masuk selama menyusui keluar dari perutnya.

Moms dapat menggendong dan mendekapnya secara tegak dan tunggulah sampa Si Kecil bersendawa.

Selain digendong, Moms juga bisa menyendawakannya dengan posisi duduk. Pangkulah buah hati, usap-usap punggungnya hingga ia bersendawa.

4. Tengkurapkan Bayi

Merawat bayi perut kembung - tengkurap.jpg

Ketika mendapati Si Kecil kembung, Moms juga dapat menengkurapkan badannya. Posisi tengkurap juga dapat membantu mendorong udara di perut hingga keluar.

Tak hanya itu, sambil tengkurap Si Kecil juga bisa beraktivitas dan meningkatkan kemampuannya bergerak dan mengembangkan motoriknya.

Baca Juga: Cacar Air saat Hamil Tua, Apakah Bisa Menular pada Bayi?

5. Lakukan Proses Menyusui dengan Posisi Tepat

Merawat bayi perut kembung - posisi menyusui.jpg

Nah, ini, dia hal yang penting dilakukan agar meminimalkan risiko Si Kecil mengalami perut kembung. Perhatikan posisi saat menyusui bayi, ya, Moms.

Posisikan Si Kecil agak sedikit tegak agar ASI dapat masuk ke perutnya secara lancar dan tidak banyak udara yang masuk.

Hal yang sama juga dapat Moms lakukan ketika Si Kecil menyusu dengan bantuan botol. Jangan posisikan bayi tidur telentang karena rawan tersedak dan juga bisa menimbulkan masalah di perutnya.

"Ketika Anda menyusui bayi Anda, pastikan kepalanya lebih tinggi dari perutnya. Kalau tidak, bayi Anda akan mengisap udara. Lebih banyak udara yang tertelan berarti berpotensi lebih banyak gas," ujar Jennifer Shu, M.D., Dokter Anak di Atlanta dan pengarang Food Fights: Winning The Nutritional Challenges of Parenthood Armed with Insight, Humor, and A Bottle of Ketchup.

Perhatikan juga jadwal menyusunya. Sebaiknya susuilah Si Kecil sebelum ia merasa lapar dan menangis karena haus. Menangis yang berlebihan bisa membuat banyak udara masuk dan perut menjadi kembung.

Baca Juga: Cegukan Pada Bayi, Apakah Berbahaya?

Meski kembung pada bayi pada umumnya normal terjadi dan dapat diatasi dengan mudah, namun ada beberapa kasus tertentu di mana Moms harus mewaspadai perut kembung yang merupakan suatu indikasi penyakit tertentu.

"Gas adalah bagian normal dari proses pencernaan, tetapi juga terlibat dalam sebagian besar keluhan usus. Terlalu banyak gas biasanya merupakan gejala bahwa sesuatu sedang terjadi," jelas Jeremiah Levine, M.D., Direktur Gastroenterologi Anak di NYU Langone Health.

Jika kembung disertai muntah berwarna hijau serta tidak buang air besar dan buang angin, Moms dapat segera memeriksakan Si Kecil ke dokter.

Begitu pun saat ada gejala kembung yang didahului oleh sakit perut dan buang air besar disertai lendir dan darah.

(DI)

Artikel Terkait