KESEHATAN
10 Desember 2019

Migrain Saat Menstruasi, Kenapa Bisa Terjadi?

Pernahkah Moms terserang migrain saat menstruasi? Ternyata, ini penyebab yang mendasarinya
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Nyeri kepala sebelah, atau yang dikenal dengan migrain, adalah gangguan kesehatan yang sering terjadi dan sayangnya, tidak benar-benar bisa disembuhkan.

Mungkin saja Moms pernah merasakan gejala migrain seperti nyeri kepala yang tidak tertahankan, lebih sensitif terhadap suara dan cahaya, bahkan disertai juga dengan mual dan muntah. Ternyata, wanita lebih rentan mengalami migrain dibandingkan dengan pria.

Adapun beberapa kebiasaan yang memicu migrain seperti stres, kurang tidur atau terlalu banyak waktu tidur, terlalu banyak duduk di depan komputer, dan gaya makan yang salah.

Ya, makanan dan minuman juga dapat menyebabkan migrain, sebut saja seperti cokelat, keju, produk olahan susu lainnya, dan makanan yang mengandung MSG serta kadar natrium tinggi.

Baca Juga: Simak 5 Cara Mengatasi Migrain dengan Cepat Berikut Ini

Setiap orang sebenarnya dapat memiliki pemicu migrain yang berbeda-beda, namun ada kondisi yang rentan sebabkan wanita mengalami migrain, yaitu saat hamil dan menstruasi. Mengapa bisa terjadi migrain saat menstruasi?

Penyebab Migrain Saat Menstruasi

Alasan Menstruasi Dapat Sebabkan Migrain-2.jpg

Migrain hanya sebagian dari beberapa hal yang terjadi ketika menstruasi. Wanita juga dapat mengalami nyeri sendi, muncul jerawat, kelelahan, sembelit, nafsu makan besar saat menstruasi.

Dilansir dari National Headache Foundation, migrain saat menstruasi terjadi pada 60% wanita. Migrain ini dirasakan selama menstruasi atau ketika ovulasi.

Pada dasarnya, migrain saat menstruasi disebabkan karena fluktuasi hormon yang terjadi.

Hormon estrogen dan progesteron memainkan peranan penting dalam mengatur siklus menstruasi dan kehamilan. Perubahan hormon tersebut bisa memengaruhi bahan kimia yang terkait dengan sakit kepala.

Hormon estrogen adalah hormon seks wanita, yang bergerak melalui aliran darah ke berbagai tubuh. Saat menstruasi, hormon ini akan meningkat di pertengahan siklus menstruasi untuk mendorong keluarnya sel telur.

Selain itu, ada hormon progesteron yang membantu implan sel telur di dalam rahim. Setelah terjadinya ovulasi, kadar hormon ini dapat menurun.

Kadar estrogen dan progesteron berada di titik terendah tepat sebelum menstruasi. Penurunan ini yang membuat beberapa wanita mengalami migrain saat menstruasi.

Baca Juga: Meski Tidak Diketahui Penyebabnya, 5 Hal Ini Bisa Jadi Pemicu Migrain

Wanita juga rentan mengalami migrain saat kadar estrogennya menurun, seperti saat memasuki masa menopause karena penurunan hormon yang terjadi.

Wanita hamil juga kerap mengalami migrain saat hamil karena selama kurang 9 bulan, Moms akan mengalami banyak fluktuasi hormon yang memengaruhi kondisi tubuh.

Redakan Gejala Migrain Saat Menstruasi

Alasan Menstruasi Dapat Sebabkan Migrain-3.jpg

Kondisi migrain saat menstruasi kadang tidak bisa dicegah atau dihindari sehingga Moms perlu mengetahui cara untuk meredakan gejala.

Migrain adalah gangguan kesehatan yang dapat mengganggu produktivitas sehari-hari. Untuk itu, ketahui cara untuk meredakan gejala migrain saat menstruasi dengan cara berikut ini:

  1. Redakan sakit kepala atau nyeri leher saat migrain dengan mengompres memakai kain dingin. Moms juga bisa menggunakan es yang dibalutkan handuk untuk mengompres kepala atau leher. Hal ini untuk meredakan gejala yang terjadi.
  2. Melakukan latihan relaksasi untuk menurunkan stres. Moms bisa mencoba olahraga sederhana seperti meditasi (yoga atau pilates), jalan-jalan keliling kompleks, atau jogging.
  3. Istirahat yang cukup dan jaga pola tidur. Usahakan untuk memiliki waktu tidur setidaknya 7-9 jam. Hindari menggunakan gadget sebelum tidur. Matikan TV dan lampu, atur suhu ruangan terasa nyaman agar mendapatkan kualitas tidur yang baik.
  4. Jika nyeri yang dirasakan tidak tertahankan, Moms bisa mengonsumsi obat pereda rasa nyeri, seperti ibuprofen, naproxen, atau aspirin. Minum suplemen atau vitamin juga dapat meredakan rasa nyeri, namun sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

Baca Juga: Menstruasi Moms Tidak Normal? Kenali dan Pahami Dampaknya untuk Kesehatan

American Migraine Foundation melakukan penelitian bahwa magnesium adalah pengobatan efektif untuk mengatasi migrain. Kemungkinan dokter akan memberikan magnesium bila pasien menjalani terapi migrain.

Itulah cara yang bisa dilakukan untuk meredakan migrain saat menstruasi. Tubuh wanita memang mengalami perubahan menjelang menstruasi, jadi pastikan Moms selalu menjaga kesehatan agar stamina terjaga dengan baik, ya!

(DG)

Artikel Terkait