2-3 TAHUN
26 Oktober 2019

Mimisan pada Balita, Perlukah Dikhawatirkan?

Perlukah Moms khawatir tiap kali si Kecil mimisan?
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Mimisan atau kondisi keluar darah dari hidung bisa terjadi pada anak-anak hingga orang dewasa.

Melihat darah mengalir keluar dari hidung si Kecil, tentu membuat Moms khawatir. Apalagi bila hal itu cukup sering terjadi.

Moms tentu bertanya-tanya, apakah mimisan pada balita itu normal?

Menurut penjelasan yang terdapat dalam situs web Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), mimisan adalah kondisi yang cukup sering dikeluhkan orang tua yang memiliki anak usia 2−10 tahun.

Meski begitu, mimisan, termasuk mimisan pada balita, sebenarnya jarang menyebabkan masalah yang serius.

Bahkan, dalam situs web IDAI disebutkan, sekitar 80% kejadian mimisan tidak diketahui penyebabnya.

Di dalam hidung terdapat banyak sekali pembuluh darah kecil yang mudah “tergores” dan berdarah, terutama bila kering atau iritasi. Benturan pada hidung – atau bahkan pada kepala – juga dapat menyebabkan hidung berdarah.

Baca Juga: Jangan Panik, Ini Penyebab dan Cara Mengatasi Bayi Mimisan

Penyebab dan Gejala Mimisan pada Balita

Mimisan pada balita, normal atau tidak (1).jpg

Menurut dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) Brandon Hopkins, M.D., mimisan pada anak, termasuk mimisan pada balita, sering kali terjadi karena kebiasaan anak mengorek hidung.

Balita umumnya belum mampu mengontrol cara mereka menggaruk hidung. Selain itu, kadang kuku anak panjang atau kotor sehingga menyebabkan iritasi pada lapisan dalam hidung, dan timbullah pendarahan.

Jadi, Moms tak perlu khawatir bila si Kecil mimisan. Moms baru perlu waspada bila mimisan pada balita diikuti oleh salah satu dari gejala berikut:

  • Mimisan tidak berhenti, meski Moms sudah menekan hidung si Kecil berkali-kali
  • Mimisan hebat sehingga menyebabkan anak pingsan
  • Mimisan sangat sering terjadi
  • Hidung anak sering tersumbat hingga membuatnya sulit bernapas

Kasus mimisan pada balita juga biasanya meningkat saat musim panas atau kering. Kelembapan udara yang rendah membuat bagian dalam hidung menjadi kering, retak, dan mengeras – sehingga mudah berdarah saat digaruk.

Anak yang mempunyai kondisi alergi juga cenderung lebih mudah mimisan. Alasannya, hidung mereka sering gatal sehingga mereka lebih sering bersin dan menggaruk-garuk hidung.

Baca Juga: Seperti Apa Mimisan Pada Anak yang Harus Diwaspadai?

Menghentikan Mimisan pada Balita

Mimisan pada anak, normal atau tidak (3).jpg

Moms mungkin sudah tahu pertolongan yang tepat untuk mengatasi mimisan pada balita, yaitu memosisikan kepala anak menghadap ke bawah, lalu tekan bagian depan hidungnya secara pelan selama 5−10 menit.

Jangan sampai Moms melakukan penanganan mimisan pada balita yang tidak tepat berikut, karena tidak akan membantu menghentikan mimisan pada anak.

  • Menaruh kompres dingin di kening anak, bagian tengah hidung, belakang leher, atau di bawah bibir atas.
  • Menekan bagian tulang hidung anak, alih-alih bagian depan depan hidungnya.
  • Membaringkan anak karena darah justru bisa mengalir ke tenggorokannya dan membuatnya tersedak.
  • Mengorek bagian dalam hidung dengan cotton buds karena berisiko menyebabkan pendarahan terjadi lagi.

Nah, Moms, itulah serba-serbi mimisan pada balita. Semoga Moms tidak khawatir lagi, ya.

Baca Juga: Segera ke Dokter Bila Mimisan Sudah Seperti Ini

(AN/DIN)

Artikel Terkait