BAYI
26 September 2019

Mimisan pada Bayi? Begini Cara Menanganinya

Segera periksa ke dokter bila pendarahannya lebih dari sepuluh menit
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Sebagian besar kasus mimisan tidak berbahaya, tetapi tentunya sangat mengkhawatirkan jika terjadi pada bayi.

Mimisan pada anak-anak biasanya terjadi dalam rentang usia antara 2 hingga 10 tahun. Beberapa anak prasekolah juga sering kali mengalaminya. Ini bukanlah hal yang tidak normal atau berbahaya.

“Bayi mimisan adalah kasus yang tidak biasa dan memerlukan evaluasi,” kata Dr. Ditte Karlovits, seorang dokter anak yang berpraktek di Pittsburgh, Pennsylvania, seperti dikutip dari Kid Plus Pediatrics.

Lalu apa penyebabnya? Bagaimana cara tepat untuk menanganinya?

Iritasi adalah Penyebab Paling Umum Mimisan pada Bayi

Mengapa Bayi Mimisan dan Bagaimana Menanganinya 1.jpg

Foto: momjunction.com

Dalam laman Livestrong dikatakan bahwa penyebab paling mungkin yang membuat bayi mimisan adalah hidung kering atau iritasi.

Terkadang bayi menggaruk bagian dalam hidung menggunakan kuku mereka, tetapi mencubit hidung biasanya tidak menjadi penyebab mimisan selama tahun pertama kehidupan.

Bayi biasanya juga bisa bisa mengalami mimisan karena kecelakaan, misalnya jatuh.

Jika teknik perawatan sederhana yang dilakukan di rumah gagal menghentikan perdarahan, jika bayi mengalami mimisan berulang atau memiliki gejala lain yang lebih serius, pemeriksaan medis lebih lanjut diperlukan untuk mencari tahu penyebab bayi mimisan.

Baca Juga : 5 Cara Menghentikan Mimisan dengan Bahan Rumahan

Bagaimana Cara Menghentikan Mimisan pada Bayi?

Mengapa Bayi Mimisan dan Bagaimana Menanganinya 2.jpg

Foto: parenting.firstcry.com

Berikut beberapa perawatan sederhana untuk menghentikan mimisan pada bayi yang bisa Moms terapkan di rumah, seperti dikutip dari situs kesehatan BabyCenter:

  1. Tetap tenang dan cobalah menghibur bayi.
  2. Tempatkan bayi di pangkuan Moms dalam posisi tegak dan condongkan tubuhnya sedikit ke depan.
  3. Gunakan tisu atau waslap bersih yang lembut, tutup bagian hidungnya secara perlahan.
  4. Berikan tekanan lembut dan konstan selama sepuluh menit. Tahan godaan untuk mengintip lebih awal untuk melihat apakah perdarahan sudah berhenti.
  5. Selama waktu ini, Moms bisa mengalihkan perhatian bayi dengan menyanyikan sebuah lagu yang disukainya, membaca buku bersama, atau menonton video (tergantung usianya).
  6. Setelah sepuluh menit, lepaskan tekanan dan lihat apakah perdarahan sudah berhenti. Jika belum, cubit hidung bayi selama sepuluh menit.
  7. Moms juga bisa menggunakan kompres dingin pada pangkal hidungnya. Jika cara ini masih tidak berhasil, segera hubungi dokter.

Dua tips penting dalam menghentikan mimisan pada bayi yang perlu Moms ingat:

Pertama, jangan memiringkan kepala bayi ke belakang atau membiarkannya berbaring. Ini akan menyebabkan darah mengalir ke tenggorokannya, yang rasanya tidak enak dan bisa membuat bayi muntah.

Kedua, jangan menyumbat hidungnya dengan kapas selama atau setelah mimisan. Perdarahan bisa kembali lagi ketika Moms melepas kapas dan ini akan mengganggu gumpalan yang terbentuk.

Baca Juga : Ini Waktu Mimisan Pada Anak Yang Harus Diwaspadai

Kapan Bayi Harus Segera Dilarikan ke Rumah Sakit atau Dibawa ke Dokter?

Mengapa Bayi Mimisan dan Bagaimana Menanganinya 3.jpg

Foto: medicalnewstoday.com

Jika Moms sudah mencoba langkah-langkah yang disebutkan di atas dan tampaknya tidak berhasil, MomJunction menyarankan untuk segera membawa bayi ke fasilitas medis darurat terdekat.

Jika bayi menunjukkan gejala-gejala berikut, ia juga harus segera dibawa ke dokter:

  1. Mengalami demam lebih dari 100 derajat Celcius.
  2. Mengalami perdarahan melalui kedua lubang hidung.
  3. Mengalami kesulitan bernapas.
  4. Menangis terus menerus.
  5. Mengalami perdarahan lebih dari sepuluh menit.

Sebagai orang tua, panik saat melihat bayi mimisan memang hal yang normal. Tetapi ingatlah bahwa untuk bisa merawatnya dengan tepat, pertama-tama Moms harus tenang dan fokus pada diri sendiri. Tenangkan bayi dan lakukan langkah-langkah yang sudah kami sebutkan di atas.

(RGW/CAR)

Artikel Terkait