KELUARGA
29 Januari 2020

5 Gangguan dan Penyakit Penyebab Mimisan

Tak perlu panik! Temukan penyebab mimisan dan segera atasi hingga tuntas.
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Tak ada angin, tak ada hujan, tiba-tiba saat sedang mencuci muka Moms atau Dads menemukan aliran darah yang keluar dari salah satu lubang hidung.

Tak perlu cemas dulu, pada dasarnya mimisan atau epistaxis merupakan sebuah reaksi untuk memberikan peringatan bahwa ada yang tidak beres di dalam tubuh.

Hal-hal yang tidak beres itu juga tidak semuanya bersifat kritis.

5 Gangguan dan Penyakit Penyebab Mimisan

Berikut ini adalah beberapa gangguan dan penyakit yang dapat menyebabkan mimisan.

1. Trauma

keluarga

Foto: Freepick

Untuk Moms dan Dads yang memiliki kebiasaan membersihkan kotoran hidung alias mengupil, ketahuilah bahwa hal ini dapat menjadi penyebab mimisan.

Saking asyiknya, lupa kalau area di dalam hidup Moms dan Dads bisa terluka karena kuku atau lecet karena terlalu sering dicungkil.

Selain kebiasaan tersebut, hidung Moms dan Dads juga bisa mengalami trauma saat membuang ingus. Jadi, hati-hati saat membersihkan hidung, ya, khususnya setelah mandi atau saat sedang flu.

Baca Juga: Ini Waktu Mimisan Pada Anak Yang Harus Diwaspadai

2. Udara yang Kering

keluarga

Foto: howtohome.com

Pernahkah Moms dan Dads berada di tempat yang dingin? Saat kelembapan berkurang dan udara menjadi lebih kering, hal ini dapat menimbulkan gejala mimisan.

Udara yang kering dapat menyebabkan membran hidung menjadi lebih mudah mengalami retakan dan menyebabkan perdarahan.

Hal ini sejalan dengan penjelasan profesor Erich Voigt, M.D., rekanan klinis di Departemen Otolaringologi - Bedah Kepala dan Leher di NYU Langone Health, Amerika. Ia mengatakan saat musim dingin tiba di Amerika, mimisan lebih mudah terjadi.

“Saat musim salju udara jadi dingin dan kering. Kebanyakan orang akan memasang pemanas di dalam rumah. Kombinasi keduanya dapat menyebabkan hidung menjadi sangat kering yang memungkinkan retakan terjadi pada membrannya,” ujar Erich.

3. Demam

keluarga

Foto: medicalnewstoday.com

Saat Moms dan Dads mengalami demam, suhu tubuh akan meningkat sehingga membuat pembuluh darah jadi lebih rentan terhadap mimisan.

Tak hanya itu, peradangan karena alergi atau virus umum seperti pilek juga bisa membuat lapisan hidung jadi lebih rentan.

Oleh sebab itu, hindari melakukan hal-hal yang dapat menciptakan trauma pada pembuluh darah Moms dan Dads, seperti menggosok hidung terlalu keras.

Baca Juga: Simak 6 Penyebab Mimisan pada Orang Dewasa Ini

4. Hamil

hamil, keluarga

Foto: womenshealth.gov

Berdasarkan ungkapan dari pihak The Children’s Hospital of Philadelphia, sakit kepala dan mimisan sudah menjadi hal yang biasa di masa kehamilan.

Moms yang sedang mengandung akan mengalami kesulitan bernapas, khususnya ketika kehamilan semakin besar.

Hal itu terjadi karena lapisan hidung dan saluran hidung mendapatkan kelebihan darah. Peningkatan jumlah darah yang melewati pembuluh darah yang kecil bisa sebagai penyebab mimisan, khususnya pada trimester pertama.

Jika terus mengalaminya, segera konsultasikan dengan dokter kandungan karena hal ini bisa jadi tanda-tanda preeklamsia, tekanan darah tinggi, ataupun gangguan pada organ tubuh Moms.

5. Hemofilia

keluarga

Foto: didyouknowdna.com

Hemofilia adalah kondisi kelainan yang membuat tubuh kekurangan protein sehingga terjadi gangguan pada sistem pembekuan darahnya. Biasanya, hemofilia ditandai dengan memar atau pendarahan pada bagian-bagian tubuh.

Selain itu, hemofilia juga memiliki sifat bawaan sehingga bisa diwarisi oleh generasi selanjutnya. Namun, saat ini Moms dan Dads tak perlu cemas. Seiring dengan kemajuan dunia medis, pasien hemofilia kini sudah bisa mendapatkan terapi yang tepat.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Dokter Diane J. Nugent, ketua hematologi dan direktur medis hematologi dan Layanan Darah dan Donor di Children's Hospital of Orange County (CHOC) Children’s.

“Dalam 20 tahun terakhir kami mulai memikirkan bagaimana melakukan terapi untuk pasien hemofilia. Berkat terapi, banyak anak yang bisa berolahraga, sekolah seperti anak-anak lain, dan menjalani kehidupan yang normal,” ujarnya.

Saat ini terapi untuk pasien hemofilia sudah bisa dilakukan di rumah secara mandiri, termasuk di Indonesia.

Baca Juga: Kenali Tanda-tanda Anak Menderita Hemofilia

Jika tiba-tiba Moms mengalami mimisan dan menyebabkan beberapa kondisi seperti demam, tidak bisa bergerak atau bicara, atau muntah, segeralah mencari bantuan pada orang di sekitar.

Artikel Terkait