DI ATAS 5 TAHUN
14 April 2019

Minimalkan Dampak Negatif Main Game Online Pada Anak

Hati-hati dengan banyaknya game yang mengandung kekerasan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh andia.ratna
Disunting oleh andia.ratna

 

 

Meski game online/video game dinilai banyak memberikan dampak negatif untuk perkembangan karakter anak, permainan berteknologi canggih ini tetap menjadi idola anak-anak di seluruh dunia.

Untuk Ibu yang merasa khawatir mengenai hal ini, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk meminimalkan dampak negatif dan game ini pada si kecil.

Pengaruh negatif yang ditimbulkan oleh permainan yang bisa diakses lewat gadget ini, biasanya adalah adanya tampilan atau konsep yang banyak mengandung kekerasan.

Baca Juga: Apa Dampaknya Bila Orang Tua dan Anak Jarang Mengobrol?

Berikut adalah beberapa karakter anak negatif yang bisa ditimbulkan oleh kebiasaan bermain video game berdasarkan artikel The Positive and Negative effects of Video Games: 

  • Sifat agresif terhadap situasi sosial yang terjadi di sekelililingnya karena pengaruh tampilan kekerasan pada game.
  • Suka berkata kasar karena pengaruh dari pemain game online lain yang mengucapkan kata-kata kasar untuk mengungkapkan kejengkelan, kemarahan, hingga kemenangan.
  • Lebih suka menyendiri menikmati game daripada bermain dengan teman-teman seusianya.
  • Mengganggap kekerasan adalah hal biasa dalam kehidupan sehari-hari.

 

Baca Juga: Ternyata 3 Hal Ini Tanpa Disadari Bikin Anak Telat Bicara

Untuk meminimalkan atau mencegah pengaruh buruk video game pada perkembangan karakter anak, Moms bisa menerapkan langkah berikut sesuai dengan rekomendasi dari Dr. Phil McGraw, psikolog yang khusus menangani masalah game/online addiction yaitu: 

  • Perhatikan rating produk video game.
  • Setiap produk video game memiliki ketentuan usia target pemain yang dirangkum dalam rating. Moms bisa memperoleh informasi mengenai hal ini dari internet atau keterangan produk. Saat ini, rating diatur oleh Entertainment Software Rating Board dengan memberikan simbol-simbol tertentu sesuai dengan batasan usia, yaitu EC (Early Childhood) untuk usia di atas tiga tahun, E (Everyone) untuk usia di  atas 6 tahun, dan seterusnya.
  • Perhatikan isi game.
  • Melihat rating saja tidak cukup, Moms juga harus lebih teliti melihat konsep dan desain game yang dimainkan si kecil. Pastikan tidak ada unsur kekerasan, pornografi, atau visual lain (misalnya horor) yang dapat memberikan pengaruh tidak baik untuk karakter anak.
  • Setiap anak memberikan tanggapan yang berbeda untuk video game yang mereka mainkan. Jika si kecil menunjukkan pengaruh negatif melalui sikap, perubahan prestasi, hingga mentalnya, sebaiknya jauhkan buah hati dari kebiasan memainkan game tersebut.
  • Dampingi saat bermain dengan mengajak anak bermain bersama. Selain mendekatkan hubungan, hal ini juga membuat Moms bisa dengan mudah mengantisipasi dampak negatif pada perkembangan karakter anak. Jangan membiasakan si kecil bermain game online di warnet tanpa pengawasan Moms, ya.
  • Ajarkanlah buah hati untuk disiplin mengatur waktu, termasuk saat bermain game. Berikan batasan waktu untuk menikmati video game dengan memerhatikan kegiatan lain, seperti belajar, bermain dengan teman, berolahraga, dan berjalan-jalan secara seimbang.

 

Baca Juga: Jangan Bingung, Begini Cara Memberi Pendidikan Seks pada Anak

Selain langkah-langkah tersebut, cara paling efektif untuk meminimalkan pengaruh negatif video game pada karakter anak adalah dengan membiasakan buah hati untuk menikmati jenis hiburan lain yang sangat bermanfaat, misalnya membaca dan bermain musik.

Selain dapat “mengobati” kebiasaan bermain game, kegiatan lain yang bermanfaat dapat membentuk karakter anak menjadi lebih baik.

 

Artikel Terkait