BAYI
23 Maret 2020

Cek Mitosnya! Co-Sleeping Tidak Selalu Berbahaya

Beberapa mitos co-sleeping ternyata tidak semuanya berbahaya untuk dilakukan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Gladys
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Bagi beberapa orang tua, tidur bersama dengan bayi di ranjang (co-sleeping) merupakan momen yang menyenangkan dan menguatkan kedekatan. Bahkan beberapa Moms juga merasa lebih nyaman untuk menyusui bayi di tempat tidur.

Meski demikian, telah banyak himbauan mengenai bahaya co-sleeping yang mengaitkannya dengan kematian bayi mendadak. Namun sebenarnya, tidak semua co-sleeping itu buruk bagi bayi. Cek mitos co-sleeping yang perlu Moms ketahui berikut ini.

Mitos Co-Sleeping Selalu Berbahaya

1 Mitos Co-Sleeping Selalu Berbahaya.jpg

Foto: StockSnap – Pixabay.com

Co-sleeping pasti berbahaya? Ternyata tidak juga, Moms. Memang banyak dokter melarang bayi tidur satu ranjang dengan orang tua, untuk mencegah risiko kematian bayi mendadak atau Sudden Infant Death Syndrome (SIDS).

Namun mitos co-sleeping selalu bahaya tidak selalu benar dan bahkan co-sleeping bisa menjadi aman, jika bayi dan orang tua tidur dalam satu kamar, tapi berbeda tempat tidur atau box bayi.

Bahkan American Academy of Pediatrics merekomendasikan orang tua untuk tidur satu kamar dengan bayi, setidaknya selama enam bulan pertama usia bayi hingga idealnya mencapai usia satu tahun.

Untuk mengurangi risiko SIDS, pastikan juga Moms mengikuti petunjuk keselamatan saat menempatkan bayi tidur sendiri di ranjangnya.

“Hal paling penting adalah dengan memposisikan bayi tidur terlentang dan tidak ada barang sama sekali di sekitar bayi, seperti bantal, selimut tebal, atau bumper,” ungkap Profesor Kedokteran Anak di Yale School of Medicine, Eve Colson, MD, seperti dikutip dari webmd.com.

Baca Juga: Cara Meningkatkan Kualitas Tidur Bayi

Aman Bagi Yang Mudah Terbangun

2 Aman Bagi Yang Mudah Terbangun.jpg

Foto: Samuel Lee – Pixabay.com

Menjadi orang tua baru atau Moms yang baru melahirkan, seringkali menjadi hal yang cukup melelahkan. Sehingga jangan mudah menganggap diri akan mudah terbangun jika bayi bergerak atau terbangun saat co-sleeping di tempat tidur yang sama.

Sehingga mitos co-sleeping aman jika Moms merupakan orang yang mudah terbangun jika ada pergerakan sedikit saja, lebih baik menghilangkan pemikiran tersebut dan membuat suasana yang aman bagi tidur bayi.

Selain itu, co-sleeping di satu tempat tidur dengan bayi akan mengurangi kualitas tidur Moms, karena rasa khawatir tentang keselamatan bayi akan membuat Moms lebih sering terbangun, meski bayi tidak melakukan pergerakan.

Baca Juga: Ini 6 Cara Agar Bayi Tidur Teratur dan Nyenyak di Malam Hari

Tragedi Tidak Akan Terjadi Pada Saya

3 Tragedi Tidak Akan Terjadi Pada Saya.jpg

Foto: jcomp - freepik.com

Meskipun Moms berpikir hanya akan tertidur beberapa menit bersama bayi di tempat tidur dan berjanji hanya akan melakukannya satu kali ini saja, tragedi tetap bisa terjadi pada siapapun.

Sehingga mitos co-sleeping aman hanya untuk beberapa menit, ada baiknya tidak dilakukan. Dalam sebuah studi di tahun 2014, 69% bayi yang meninggal dalam tidur, sedang melakukan co-sleeping di tempat tidur yang sama dengan orang tua.

“Saya memiliki empat keluarga yang kehilangan bayi mereka karena SIDS saat co-sleeping. Satu hal dalam setiap keluarga yang kehilangan bayi karena mati lemas atau asphyxiation saat co-sleeping tersebut, menyebutkan: ‘Aku tidak pernah berpikir bahwa kejadian ini akan menimpa saya sendiri’,” ungkap Dokter anak di Kansas City, MO, Natasha Burgert, MD, FAAP, seperti dikutip dari thebump.com.

Baca Juga: Ini Manfaat dan Cara Agar Bayi Tidur Nyenyak

Dengan mengetahui mitos co-sleeping ini, Moms dan Dads akan dapat lebih berhati-hati untuk memposisikan tidur bayi.

Artikel Terkait