3-5 TAHUN
23 Maret 2020

5 Mitos dan Fakta Tentang Anak ADHD

Anak ADHD seringkali dicap tidak baik, padahal faktanya tindakan mereka seringkali tidak disengaja
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dona Handayani
Disunting oleh Intan Aprilia

Kalau Si Kecil seringkali lupa akan pekerjaan rumahnya, termenung di dalam kelas, bertindak tanpa memikirkan apa yang dilakukan, atau tidak bisa tenang saat berada di meja makan mungkin adalah hal yang normal.

Akan tetapi, kurangnya perhatian, impulsif, dan hiperaktif juga merupakan tanda dari Attention Deficit Hyperactivity Disorder atau yang lebih dikenal sebagai ADHD.

Dikutip dari tulisan mengenai ADHD dalam situs resmiKidsHealth from Nemours, anak ADHD tidak melakukan itu semua dengan sengaja.

ADHD adalah sebuah kondisi medis yang mempengaruhi perhatian dan self-control di mana anak memiliki kesulitan untuk fokus pada sesuatu.

“ADHD bisa menyebabkan anak menjadi lebih tidak tenang dibandingkan dengan anak lain seusianya. Anak ADHD kemungkinan akan memiliki kesulitan mengontrol perilakunya dan lebih banyak terjerat masalah. Ini bisa membuat mereka kesulitan melakukan beberapa hal seperti memperhatikan di kelas atau berteman dengan yang lain,” tulis Shirin Hasan, MD, dokter anak yang berfokus pada kesehatan perilaku di Nemours Children’s Hospital.

Baca Juga: 5 Cara Menangani ADHD pada Bayi, Jangan Panik!

Mitos dan Fakta Anak ADHD

Membedakan sifat anak ADHD dan normal bisa menjadi sulit. Jika Anda menemukan beberapa gejala ADHD terjadi hanya di beberapa situasi tertentu, kemungkinan itu bukan ADHD.

Tapi kalau Si Kecil menunjukan gejala-gejala ADHD di setiap situasi seperti di rumah, sekolah, atau saat bermain, ini menjadi pertanda bagi Anda untuk lebih memperhatikan.

Terkadang, anak ADHD diberi label sebagai pembuat masalah atau sering juga di kritik sebagai anak malas dan tidak disiplin.

Padahal, menjadi anak ADHD bukanlah pilihan yang disengaja karena ADHD disebabkan oleh kelainan pada otak yang belum diketahui secara pasti penyebabnya.

Berikut ini adalah 5 mitos yang sering muncul seputar anak ADHD.

1. Semua Anak ADHD Hiperaktif

5 Mitos dan Fakta tentang Anak ADHD 1.jpg

Foto: patientpop.com

Faktanya, sebagian anak ADHD hiperaktif, tapi ada juga sebagian lainnya yang memiliki masalah dalam memperhatikan namun tidak hiperaktif.

Anak ADHD yang tidak perhatian dan tidak terlalu aktif biasanya akan terlihat kosong dan tidak memiliki motivasi.

Adapun anak ADHD yang tidak hiperaktif seringkali disebut sebagai anak ADD (Attention Deficit Disorder).

Perlu diketahui, hiperaktif pada anak ADHD bukan disebabkan oleh terlalu banyak mengkonsumsi gula dan bukan karena mereka melakukannya dengan segaja.

Baca Juga: 5 Tahap yang Akan Dilakukan Terapi Anak ADHD

2. Anak ADHD Tidak Pernah Bisa Perhatian

5 Mitos dan Fakta tentang Anak ADHD 2.jpg

Foto: ctfassets.net

Kenyataannya, anak ADHD seringkali mampu berkonsentrasi dalam aktivitas yang mereka sukai.

Namun tidak peduli seberapa keras berusaha, anak ADHD akan bermasalah dalam mempertahankan fokus ketika kegiatan yang dilakukan membosankan atau berulang.

Oleh karena itu, orang tua dari anak ADHD harus memiliki kreativitas untuk membuat kegiatan anak menjadi lebih beragam dan selalu menyenangkan bagi mereka.

3. Anak ADHD Bersikap Lebih Baik Jika Mau

5 Mitos dan Fakta tentang Anak ADHD 3.jpg

Foto: raisingchildren.net.au

Anak ADHD mungkin akan melakukan yang terbaik untuk menjadi anak yang baik.

Namun, anak ADHD akan tetap kesulitan untuk duduk tenang, diam, dan perhatian.

Mereka mungkin terlihat seperti anak yang pembangkang, tetapi bukan berarti mereka bertindak seperti itu dengan sengaja.

Inilah yang membuat terapi perilaku diperlukan. Terapi akan membantu anak untuk belajar lebih sabar, memahami perasaan, dan menguasai diri sendiri.

4. Anak ADHD Akan Sembuh dengan Sendirinya

5 Mitos dan Fakta tentang Anak ADHD 4.jpg

Foto: childdevelopment.com.au

Faktanya ADHD biasanya akan terbawa sampai dewasa. Maka dari itu, jangan menunggu anak ADHD dikuasai masalah.

Menjalani pengobatan dengan cepat dan tepat akan membantu anak untuk menghadapi dan meminimalisir gejala yang muncul.

Selain orang tua dan terapis, guru di sekolah bisa anak ADHD memahami keadaan yang dimilikinya dengan mempergunakan kekuatan dan energi mereka untuk hal yang baik.

Dengan begitu, anak ADHD bisa memperbaiki kemampuannya untuk berkonsentrasi, menikmati waktu dan aktivitasnya di sekolah, dan merasa baik akan dirinya sendiri.

5. Konsumsi Obat-obatan adalah Pilihan Terbaik untuk ADHD

5 Mitos dan Fakta tentang Anak ADHD 5.jpg

Foto: healthywomen.org

Obat-obatan seringkali menjadi pilihan yang diberikan oleh dokter untuk anak ADHD.

Sayangnya, ini bisa jadi bukan jalan terbaik untuk Si Kecil. Obat-obatan yang diberikan hanya diperlukan untuk mendorong kemampuan otak anak.

Sedangkan pengobatan terbaik untuk ADHD mencakup banyak hal seperti edukasi, terapi perilaku, dukungan di rumah maupun di sekolah, olahraga, dan juga asupan nutrisi yang baik.

Baca Juga: 5 Pilihan Aktivitas Esktrakurikuler Terbaik Untuk Anak ADHD

Hidup dengan anak ADHD bisa menjadi luar biasa dan kadang membuat frustrasi.

Akan tetapi sebagai orang tua, ada banyak yang bisa dilakukan untuk membantu anak ADHD menghadapi tantangan setiap harinya, menyalurkan energi yang mereka punya ke hal-hal yang positif, dan memberikan ketenangan bagi anak ADHD.

Semakin cepat dan konsisten pengobatan dilakukan, kita bisa membantu anak ADHD dalam menghadapi masalahnya dan membuka peluang yang lebih besar untuk kesuksesan dalam hidupnya.

Artikel Terkait