NEWBORN
8 April 2020

5 Mitos dan Fakta Tentang Latihan Tidur Bayi

Mari pisahkan mitos dan faktanya agar latihan tidur bayi semakin mudah
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Intan Aprilia

Melatih anak untuk tidur adalah hal yang masih diperdebatkan hingga kini. Ada yang beranggapan bahwa bayi bisa tidur sendiri sesuai dengan kemauannya, ada juga yang menganggap bahwa sejak bayi harus memiliki jam tidur yang disiplin agar menjadi kebiasaan hingga besar.

Orang tua yang mendukung latihan tidur bayi beranggapan bahwa hal itu tidak membahayakan dan akan manfaat bagi Si Kecil dan juga keluarga.

Bagi yang menentang pendapat itu beralasan bahwa teknik ‘membiarkan anak menangis’ adalah hal yang kejam dan menyebabkan masalah jangka panjang.

"Mitos terbesar adalah percaya bahwa hanya ada satu cara. Padahal, setiap anak itu unik. Jadi, orang tua mestinya menggunakan kombinasi metode yang disesuaikan dengan kebutuhan dan temperamen anak,” kata spesialis tidur anak Rebecca Kempton, M.D., pendiri Baby Sleep Pro.

Baca Juga: Bolehkah Bayi Tidur dengan Posisi Tengkurap?

Mitos dan Fakta Latihan Tidur Bayi

Sayangnya, banyak perdebatan ini disebarkan oleh informasi yang salah Moms. Padahal ada banyak pengetahuan tentang latihan tidur bayi berdasarkan studi ilmiah.

Coba kita cek, apa saja mitos dan fakta tentang latihan tidur bayi yang harus Moms tahu.

1. Bayi Menangis

Mitos dan Fakta Tentang Latihan Tidur Si Kecil -1.jpg

Foto: todaysparent.com

Mitos: Jika membiarkan Si Kecil menangis, dia akan membenci Moms.

Fakta: Berbagai penelitian menunjukkan bahwa tidak ada konsekuensi negatif pada hubungan orang tua-anak karena menerapkan pelatihan tidur.

Bahkan, beberapa penelitian benar-benar menunjukkan peningkatan bonding antara orang tua dan anak setelah melewati pelatihan tidur.

Rumor yang beredar mengatakan bahwa metode cry-it-out menyebabkan pertumbuhan emosi terhambat atau bahkan kerusakan otak.

Tetapi sebuah penelitian dalam jurnal American Academy of Pediatrics menemukan bahwa tidak hanya berhasil, metode ini menunjukkan tidak ada efek berbahaya pada perkembangan emosi atau perilaku jangka panjang bayi.

2. Tidak Bisa Bersama Saat Malam

Mitos dan Fakta Tentang Latihan Tidur Si Kecil -2.jpg

Foto: healthline.time.com

Mitos: Moms tidak bisa melakukan kegiatan bersama Si Kecil saat malam.

Fakta: Melakukan latihan tidur bayi tidak berarti melepaskan kegiatan yang Moms sukai dengan Si Kecil.

Moms bisa memasukannya sebagai bagian dari rutinitas malam hari. Pelatihan tidur hanya menghindari kegiatan-kegiatan pada saat transisi dari bangun ke tidur.

Baca Juga: Gelap atau Terang, Mana yang Lebih Baik untuk Kamar Tidur Bayi?

3. Terlalu Memaksakan

Mitos dan Fakta Tentang Latihan Tidur Si Kecil -3.jpg

Foto: tinybeans.com

Mitos: Pelatihan tidur hanya untuk kepentingan orang tua, bukan anak.

Fakta: Meski orang tua cenderung tidur lebih baik setelah anak dilatih untuk tidur, itu bukan untuk orang tua. Bayangkan stresnya Si Kecil jika dia harus menangis untuk bisa tidur kembali.

Mempelajari cara menenangkan diri adalah keterampilan penting bagi bayi agar tidak menangis setiap malam.

4. Bayi Terlalu Lelap

Mitos dan Fakta Tentang Latihan Tidur Si Kecil -4.jpg

Foto: amotherfarfromhome.com

Mitos: Bayi akan tidur sepanjang malam.

Fakta: Setiap orang pasti melakukan gerakan meski saat tidur. Gerakan ini sebenarnya untuk melindungi agar badan tidak berada di posisi yang sama. Begitu pun pada bayi.

“Kuncinya adalah bahwa setelah pelatihan tidur, mereka akan kembali tidur sendiri setelah bangun pendek,” kata Sujay Kansagra, MD direktur Program Obat Tidur Neurologi Anak di Duke University di Durham, North Carolina.

Rebecca menambahkan, orang tua biasanya otomatis mengasumsikan bahwa bayi yang bangun membutuhkan sesuatu atau lapar.

"Ada banyak alasan untuk bayi bangun, dan tangisan itu bisa berarti: saya lelah dan perlu kembali tidur, tetapi saya tidak tahu caranya,” tambahnya.

Baca Juga: 5 Tips Ampuh Agar Bayi Tidur Malam Lebih Cepat

5. Metode Terlalu Kejam

Mitos dan Fakta Tentang Latihan Tidur Si Kecil -5.jpg

Foto: loveparentinguae.com

Mitos: Latihan tidur bayi identik dengan metode ‘kejam’

Fakta: Para peneliti saat ini sedang menyelidiki berbagai pendekatan pelatihan tidur yang lebih lembut. Jodi Mindell, psikolog di Children's Hospital of Philadelphia mengatakan, metode cry-it-out memang terdengar kejam.

"Anda memasukkan bayi ke tempat tidur atau kamar mereka, Anda menutup pintu dan Anda tidak kembali sampai hari berikutnya. Tapi itu bukan kenyataan dari apa yang kami rekomendasikan atau apa yang biasanya dilakukan orang tua," jelasnya.

Jodi, penulis salah satu studi yang paling sering dikutip tentang pelatihan tidur yang juga penulis buku populer Sleeping Through The Night itu menambahkan, saat ini ‘pelatihan tidur’ adalah istilah umum yang mengacu pada berbagai pendekatan untuk membantu bayi belajar tertidur sendiri.

Dalam beberapa penelitian, orang tua diajarkan pendekatan yang sangat lembut untuk pelatihan tidur.

Mereka disuruh menempatkan bayi di dalam boks bayi dan menenangkannya dengan menepuk atau menggosok punggungnya sampai bayi berhenti menangis. Orang tua kemudian meninggalkan ruangan.

Jika bayi mulai menangis, orang tua mengeceknya setelah menunggu beberapa saat. Dalam satu penelitian, jenis intervensi lembut ini mengurangi persentase orang tua yang melaporkan masalah tidur lima bulan kemudian sekitar 30%.

Baca Juga: Panduan Tidur Aman untuk Bayi Baru Lahir, Catat ya Moms!

Ada banyak metode yang bisa Moms terapkan untuk latihan tidur bayi. Akan tetap, tetap sesuaikan dengan kondisi dan kebiasaan Si Kecil agar latihan berjalan sukses.

Artikel Terkait