KESEHATAN
30 Maret 2020

10 Mitos dan Fakta Tentang Virus Corona yang Harus Moms Ketahui

Jangan sampai termakan berita hoax ya, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Dina Vionetta

Ramainya berita tentang pandemi COVID-19 di dunia membuat tidak sedikit orang yang termakan mitos atau kabar hoaks. Karena itu, Moms perlu mencari informasi yang kredibel terkait mitos dan fakta virus corona.

Apalagi karena virus ini masih terbilang baru, sehingga para peneliti juga masih melakukan penelitian terkait karakter virus, pengobatan, dan dari mana saja virus dapat menginfeksi.

Bagi Moms yang ingin mendapatkan informasi kredibel tentang virus COVID-19 sejauh ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membuat mitos dan fakta yang bisa dibaca lebih lanjut berikut ini.

Mitos dan Fakta Virus Corona

Moms tentunya sudah tahu langkah untuk melindungi diri dari COVID-19 yaitu mencuci tangan menggunakan sabun dan air selama 20 detik, membersihkan permukaan barang dengan produk desinfektan, dan melakukan isolasi sosial.

Terlepas dari informasi yang Moms baca lewat internet, berikut ini penjelasan mengenai mitos atau fakta tentang virus COVID-19 yang sedang mewabah secara global.

Baca Juga: Hindari COVID-19, Ini 5 Ide Kegiatan Akhir Pekan di Rumah Bersama Keluarga

1. Cuaca Dingin Dapat Membunuh COVID-19

mitos dan fakta corona-1

Foto: pexels.com

Mitos. Sejauh ini, tidak ada bukti menunjukkan bahwa cuaca dingin dapat membunuh virus corona. Lagipula, tubuh akan melakukan adaptasi ke suhu tubuh normal, yaitu 36.5°C - 37°C, bila cuaca sedang dingin.

Cara paling efektif untuk melindungi diri dari virus corona adalah dengan sering mencuci tangan dengan sabun dan air, atau menggunakan hand sanitizer dalam kondisi terdesak.

2. Mandi Air Panas Bisa Mencegah COVID-19

Mitos. Mandi air panas tidak akan mencegah seseorang untuk terinfeksi COVID-19. Baik cuaca panas atau dingin, tubuh akan menyesuaikan ke suhu tubuh normal.

Jadi, pernyataan ini merupakan mitos virus corona ya, Moms.

Sebenarnya, mandi dengan air yang sangat panas justru bisa berbahaya karena dapat membakar kulit. Karena itu, tidak perlu mandi dengan suhu air yang panas ya, Moms.

3. Menyemprotkan Alkohol atau Klorin ke Seluruh Tubuh Dapat Membunuh COVID-19

mitos dan fakta corona-2

Foto: pexels.com

Mitos. Menyemprotkan alkohol atau klorin ke seluruh tubuh tidak akan membunuh virus corona yang telah masuk ke tubuh. Namun, alkohol dan klorin dapat berguna untuk mendisinfeksi alas permukaan benda.

Penting untuk dicatat bahwa menyemprotkan zat-zat kimia semacam itu bisa berbahaya bagi pakaian atau selaput lendir tubuh, seperti mata dan mulut.

Baca Juga: 9 Istilah Selama Pandemi COVID-19, Moms Sudah Tahu Semuanya?

4. Rutin Membilas Hidung dengan Air Garam Bantu Cegah Infeksi COVID-19

Mitos. Tidak ada bukti yang mendukung bahwa mencuci hidung secara teratur dengan air garam dapat melindungi orang dari infeksi virus COVID-19. Pernyataan ini merupakan mitos tentang virus corona.

Ada beberapa bukti yang terbatas bahwa mencuci hidung dengan air garam secara teratur dapat membantu orang pulih lebih cepat dari penyakit flu biasa. Namun, hal ini belum terbukti dapat mencegah infeksi pada pernapasan.

5. Virus COVID-19 Dapat Menular Lewat Udara

mitos dan fakta corona-3

Foto: Orami Photo Stock

Sejauh ini, ada satu studi dari New England Journal of Medicine, terbit pada 17 Maret 2020, yang menemukan bahwa virus corona bisa tetap berada di udara selama tiga jam.

Penelitian dilakukan oleh National Institute of Allergy and Infectious Diseases' Laboratory of Virology, dengan memasukkan sampel virus melalui nebuliser (alat untuk memberikan obat dalam bentuk uap yang dihirup ke paru-paru) dan menyemprotkan partikel virus COVID-19 ke udara.

Namun hingga saat ini, masih belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa virus corona yang bertahan di udara ini mampu menginfeksi pernapasan manusia.

6. Infeksi COVID-19 Bisa Terjadi Jika Menyentuh Wajah

Fakta. Dr. Darmawan Budi Setyanto, Sp.A(K) Perwakilan UKK Respirologi, menjelaskan bahwa COVID-19 berpotensi menular lebih cepat lewat droplet, lalu berkontaminasi benda-benda sekitar, termasuk bila memegang wajah.

"Virus ini berpotensi menular lebih cepat, karena manusia semua bernapas, dan bisa kontaminasi benda-benda sekitar. Kalau mengusap wajah, kuman bisa masuk ke mukosa, mata, hidung, dan mulut, yang bisa mudah ditembus ketimbang kulit," jelasnya.

Selain itu, karena manusia belum mengenal virus baru ini, maka belum ada antibodinya di dalam tubuh, sehingga tidak ada kekebalan untuk bisa melawan virus ini.

Baca Juga: 4 Fakta Hotel Grand Cempaka yang Disulap Jadi Tempat Tinggal Tenaga Medis Covid-19

7. COVID-19 Bisa Menular dari Ibu Hamil ke Janin

mitos dan fakta corona-4

Foto: Orami Photo Stock

Dalam situs Royal College of Obstetricians and Gynaecologists, disebutkan bahwa karena COVID-19 adalah virus baru, pengaruhnya terhadap ibu hamil masih belum jelas.

Selain itu, bukti ilmiah juga masih terbatas tentang perawatan pada wanita dengan infeksi COVID-19 yang baru saja melahirkan.

Hingga saat ini, tidak ada laporan tentang wanita hamil yang positif COVID-19 di trimester ketiga dengan kejadian penularan virus tersebut kepada janin dalam kandungan.

8. Mengonsumsi Obat Hydroxychloroquine dan Azithromycin Dapat Mencegah COVID-19

Mitos. Faheem Younus, MD, Kepala Petugas Mutu dan Kepala Penyakit Menular, University of Maryland UCH mengatakan jika kedua jenis obat ini sedang dilakukan uji coba, dan hanya boleh digunakan pada pasien COVID-19 tertentu.

"Obat-obatan ini kadang-kadang dapat menyebabkan masalah irama detak jantung yang fatal ditambah efek samping lainnya," jelasnya dalam cuitan pada akun Twitter-nya, @FaheemYounus.

Sebaiknya, hindari mengonsumsi dua jenis obat ini untuk mencegah infeksi COVID-19, karena termasuk mitos terhadap virus corona.

Baca Juga: Pentingnya Imunisasi BCG, Mencegah Penyakit TBC yang Lebih Berbahaya dari Corona

9. Antibiotik Efektif Mencegah dan Mengobati COVID-19

mitos dan fakta corona-5

Foto: Orami Photo Stock

Mitos. Antibiotik tidak bisa bekerja melawan virus, hanya pada bakteri saja. Mengingat COVID-19 adalah jenis virus baru, karena itu, antibiotik tidak boleh digunakan sebagai sarana pencegahan atau pengobatan.

Namun, jika seseorang dirawat di rumah sakit karena COVID-19, pasien tersebut bisa diberikan antibiotik karena mungkin terjadi koinfeksi bakteri (seseorang memiliki lebih dari satu infeksi).

10. Minum Air Bisa Membersihkan COVID-19 dari Mulut Menuju ke Pencernaan

Mitos. Ada klaim yang menyebutkan bahwa minum banyak air dapat membantu mendorong virus ke lambung di mana asam pada lambung akan membunuhnya. Hal ini termasuk mitos COVID-19.

Menurut cuitan akun Twitter @WHOPhilippines, meskipun menghidrasi tubuh dengan minum air itu penting untuk menjaga kesehatan, tetapi tidak dapat mencegah infeksi COVID-19.

Itu dia Moms, mitos dan fakta tentang virus COVID-19 yang sedang mewabah di dunia.

Jika Moms merasakan gejala COVID-19 seperti batuk, demam, sesak napas, atau ingin mengetahui informasi yang terpercaya tentang virus COVID-19 di Indonesia, bisa menghubungi Hotline Virus Corona 119 ext. 9.

Artikel Terkait