KESEHATAN
27 November 2019

6 Mitos Kebersihan Ini Ternyata Salah

Ternyata, Moms tidak wajib mandi setiap hari
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Mitos tentang kebersihan cenderung berubah seiring waktu. Menjadi bersih dulu berarti hanya mencuci wajah dan tangan. Tapi kini, hal tersebut tidak berlaku. Banyak mitos kebersihan yang berdatangan dan membuat kita was-was.

Selain karena beredar dari mulut ke mulut, mitos kebersihan ini juga dipercaya turun temurun, yang bahkan biasanya belum dilakukan pengujian. Lantas, apakah Moms juga mempercayainya?

Mitos-mitos Kebersihan

Di sini, kami mengumpulkan beberapa mitos kebersihan yang telah dibantah oleh ahlinya. Baca terus artikel ini untuk mencari tahunya Moms.

1. Harus Mandi Setiap Hari

mandi air hangat-3.jpg

Banyak ahli yang sepakat bahwa hal ini tidak perlu. Kecuali jika Moms memiliki pekerjaan atau hobi yang membuat Moms berkeringat banyak atau menjadi sangat kotor setiap hari. Tubuh kita ditutupi oleh mikroba dan mereka tumbuh seiring waktu.

Ahli mikrobiologi dan ilmuwan tamu di Universitas Guelph dan penulis buku terlaris The Germ Files, Jason Tetro mengatakan jika terlalu sering mandi, Moms akan berisiko mengiritasi kulit, dan juga menimbulkan jerawat dan ketombe.

“Mandilah setidaknya sekali setiap beberapa hari. Ini hanya untuk menjaga agar perkembangan bakteri cukup rendah dan juga mencegah aroma yang tidak menyenangkan. Jika Anda memiliki kulit kering tetapi masih perlu mandi, mandilah dengan sabun sintetis, seperti Cetaphil, Dove atau CeraVe, ini dapat menghindari pengelupasan,” jelasnya.

Baca Juga: Ini 7 Langkah Praktis Merawat Handuk Agar Tetap Bersih

2. Toilet Umum Berbahaya Bagi Kesehatan

6 Mitos Kebersihan Ini Ternyata Salah -2.jpg

Mitos kebersihan lainnya adalah tentang toilet umum. Moms suka melapisi bagian atas toilet dengan tisu atau bahkan jongkok tanpa menyentuh kursi.

Namun, meskipun Jason Tetro mengatakan kursi toilet sering dilapisi dengan kuman, hal yang sama juga terjadi di toilet rumah.

“Mereka tidak akan menimbulkan ancaman bagi kulit. Selama Anda tidak memiliki luka terbuka atau luka di mana kulit Anda menyentuh kursinya, Anda akan baik-baik saja,” tambahnya.

3. Produk Antibakteri adalah yang Terbaik

6 Mitos Kebersihan Ini Ternyata Salah -3.jpg

Sudah menjadi rahasia umum bahwa dapur dan kamar mandi adalah sarang kuman. Jadi, Moms berpikir bahwa menggunakan produk antibakteri akan menjadi cara terbaik untuk membersihkannya. Namun hal tersebut hanyalah salah satu mitos kebersihan saja.

Jason mengatakan, produk antibakteri sering mengandung triclosan, sebuah bahan kimia yang tidak terlalu efektif dalam membunuh bakteri dan mungkin merupakan racun bagi lingkungan. Produk yang mengandung desinfektan akan lebih baik.

“Tetapi, memilih pembersih ramah lingkungan seperti produk yang mengandung hidrogen peroksida akan menjadi pilihan terbaik,” tambahnya.

Baca Juga: 5 Pembersih Pakaian Ini Harus Moms Miliki di Rumah

4. Hand Sanitizer Membunuh Semua Bakteri

6 Mitos Kebersihan Ini Ternyata Salah -4.jpg

Menggunakan hand sanitizier tidak menjamin semua bakteri akan mati. Mike Swann, MD, seorang dokter kulit di Springfield, Missouri mengatakan juga bahwa hal itu hanya mitos kebersihan.

"Yang benar adalah bahwa bakteri ada di seluruh kulit Anda sepanjang waktu," katanya.

Sabun dan air adalah cara terbaik untuk mencuci tangan, terutama jika tangan terlihat kotor atau jika Moms menggunakan bahan kimia seperti pestisida saat bekerja atau membersihkan sesuatu.

Namun, kalau Moms sangat terpaksa menggunakan hand sanitizer karena tidak ada sabun, Centers for Disease Control and Prevention menyarankan untuk memilih hand sanitizier yang mengandung 60–95% alkohol.

Jumlah konsentrasi alkohol sebanyak itu mampu membunuh bakteri secara efektif dibanding jumlah alkohol yang lebih sedikit atau hand sanitizier non-alkohol.

5. Lebih Sering Mencuci Sprei

6 Mitos Kebersihan Ini Ternyata Salah -5.jpg

Mitos kesehatan lainnya adalah tidak usah terlalu sering mengganti sprei. Menurut survei 2013 oleh perusahaan kasur Inggris Ergoflex, pria berusia antara 18 dan 55 hanya mengganti sprei mereka empat kali setahun, dan pria lajang hanya memiliki satu set seprai. Jason tidak menyetujui hal ini.

Dia mengatakan, setiap jam Moms menempelkan jutaan kuman saat tertidur yang menempel di sprei dengan keringat, minyak, kotoran, dan bahan kimia organik lainnya.

“Meski tidak berbahaya, tetapi beberapa dapat menyebabkan ruam, iritasi, dan jerawat,” katanya.

Ganti seprei setiap minggu dan gunakan air panas untuk membunuh bakteri. “Jika Anda mandi sebelum tidur, sprei Anda mungkin tidak akan lebih cepat bau,” kata Mike.

Baca Juga: 4 Bahan Alami untuk Menghilangkan Biang Keringat pada Anak dan Dewasa

6. Keringat Berbau

6 Mitos Kebersihan Ini Ternyata Salah -6.jpg

Saat ini, persepsi umum masyarakat adalah keringat kita berbau dan itulah yang memberi kita bau tubuh alami. Namun, hal tersebut dibantah oleh ahli bedah umum Alina Baciu. "Ini tidak benar. 99 persen keringat kita terdiri dari air, dan tidak berbau,” jelasnya.

Kelenjar apokrin yang ditemukan di ketiak, mengeluarkan keringat dengan kandungan protein yang lebih tinggi, dan beberapa protein ini memiliki molekul bau yang terikat padanya.

"Bakteri yang hidup di ketiak menguraikan protein dalam keringat. Ini yang melepaskan molekul-molekul bau," kata Alina.

Pernahkah Moms mendengar mitos kebersihan ini sebelumnya? Mana yang menurut Moms benar?

(FAR)

Artikel Terkait